
#Happyreading
Emily masih diam sedari tadi,mata coklatnya menatap lekat punggung seorang perempuan yang masih setia duduk di depan meja rias.
“Siapa yang melakukan semua ini padamu kak?”emily kembali bersuara
“Siapa lagi jika bukan penghuni neraka ini”jawab Emilia santai sembari membalikkan tubuhnya menghadap Emily.
“Lalu kenapa kau memakai kursi roda?”tanya Emilia mengangkat salah satu alisnya.
“Ini tidak terlalu penting untuk dibahas..saat ini yang paling penting adalah keadaan kakak.”sanggah Emily
“Apa semua ini ada hubungannya dengan kejadian 5 tahun lalu?”tanya Emilia
Emily diam sesaat dan setelahnya ia mengangguk pelan.
“Maaf..”kata itu mampu berucap dari bibir Emilia
“Maaf karena telah melibatkan mu kedalam rencana daddy..jika boleh jujur,sedikitpun aku tidak berniat untuk membuatmu menderita atau masuk ke dalam semua masalah ini..tapi aku terpaksa melakukan ini semua...apakah kau mendengar penjelasanku?”ucap Emilia menyambung kata-katanya.
Emily hanya menjawab dengan anggukan kepala.
“Aku harap kau percaya dengan apa yang akan aku jelaskan nanti..aku tidak akan memaksa mu untuk melupakan semua kesalahanku atau pun memaksamu untuk memaafkan ku..saat ini aku hanya ingin menceritakan semua ini padamu tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun...”Emilia menarik nafas panjang lalu ia mulai menceritakan semua nya.
“Kau pasti sudah tahu kenapa aku bisa tinggal bersama daddy dan berpisah dengan kalian..lebih tepatnya di pisahkan?”tanya Emilia
“Iya aku tahu”jawab Emily menatap lekat ke arah sang kakak.
“Apa yang kau tahu?”
“Uncle Justin mengambil mu dari ayah dan ibu karena uncle Justin telah membayar biaya persalinan kita dulu dan juga karena uncle Justin tidak mempunyai seorang anak”jawab Emily jujur.
“Hahhh..sudah aku duga..semua cerita itu hanya omong kosong..aku di adopsi oleh daddy bukan untuk menjadi seorang anak..aku diadopsi oleh daddy untuk menjadi pion dan juga pencetak uang bagi nya”jelas Emilia dengan air mata yang mulai menggenang.
“Maksud kakak..ayah dan ibu berbohong?”tanya Emily di sela-sela cerita.
“Tidak..ayah dan ibu tidak berbohong..hanya saja mereka tidak tahu akan hal itu..sejak kecil aku di besarkan dengan sangat keras oleh daddy..tamparan,pukulan,cambukan..semua itu begitu familiar bagi tubuhku”Emilia sudah tidak bisa membendung air mata nya ketika mengingat kenangan pahit di masa lalu
“Kenapa kau tidak menceritakannya kepada kami?”tanya Emily yang ikut menangis ketika mendengar cerita sang kakak.
“Sudahlah itu semua tidak penting..kejadian 5 tahun silam itu bermula ketika daddy meminta ku untuk menjebak seseorang yang merupakan anak dari musuhnya..saat itu aku menolak perintahnya namun lagi-lagi aku kalah olehnya..waktu itu aku sangat bingung Karena aku mencintai seseorang sehingga aku tidak bisa melakukan itu semua..hingga pikiran jahat dan ego ku memaksa kU untuk mencari pengganti..entah kenapa nama mu terlintas di dalam benakku dan dengan sangat terpaksa aku harus mengorbankan mu..............(cerita lengkapnya sudah ada di BAB sebelumnya)....dan beberapa minggu setelah kejadian itu,aku menyerahkan sebuah video kepadanya yang berisikan adegan panas dirinya bersama wanita yang tak lain adalah kau”Emilia menceritakan kejadian itu sedetail mungkin tanpa ada kebohongan sedikitpun.
Emily terkejut dan sedikit merasa kecewa dengan sang kakak karena ia dengan tega membuat adik kandungnya hidup dengan masa lalu yang kelam selama ini.
“Tapi..kenapa Albert bisa percaya dengan kakak dan siapa ayah dari anak yang kakak kandung?”emily merasa sedikit bingung.
“Waktu itu aku tidak hamil anak siapa-siapa”jawab Emilia singkat.
“Lalu bagaimana bisa Leon hadir ke dunia ini?”
“Daddy sudah mengatur semua itu sedemikian rupa..ia menyiapkan segala nya mulai dari bukti aku hamil berupa alat uji kehamilan,bantalan yang bisa aku pasang di perut agar terlihat seperti asli dan dia akan mengganti bantalan itu setiap bulannya dengan bentuk yang semakin membesar layaknya orang hamil..”Emilia masih menggantung kalimatnya.
Emily semakin tercengang mendengar semua itu,ini semua terlihat seperti sebuah film.Tapi kenapa harus dia yang mengalami semua ini.
Sepersekian detik mereka saling terdiam,hingga tanpa di duga Emilia berjalan ke arah sang adik lalu bersimpuh di hadapannya.
“Maaf karena aku sudah begitu egois dan membuatmu terlibat kedalam rencana daddy..hiks..hiks..”ucap Emilia yang masih bersimpuh di kaki sang adik dengan air mata yang semakin mengalir deras.
“Kakak..apa yang kau lakukan..bangunlah,jangan seperti ini”ujar Emily memegang erat bahu sang kakak.
“Tidak..semua yang aku lakukan sudah membuat menderita selama ini”
“Berdirilah kak..aku sudah memaafkan mu”ucap Emily sembari membantu sang kakak berdiri.
“Ahh..aku melupakan sesuatu..”ujar Emilia melepas pelukan sang adik.
“Apa itu kak?”tanya Emily sembari menghapus air matanya.
“Kau bertanya bagaimana Leon hadir ke dunia?”
Emily mengangguk.
“Ia lahir dari sini..”ucap Emilia sembari meletakkan tangannya di atas perut sang adik.
“Dari sini?”emily mengernyitkan dahi nya.
“Ia dari sini..dan sifatnya sangat mirip denganmu..”
Emily masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh sang kakak.
“Dia adalah darah dagingmu dan juga Albert”bisik Emilia
Deg....
Jantung Emily terasa berhenti berdetak untuk beberapa detik.
“Mak..maksud kakak apa?”Bibir Emily terasa kelu saat ini
“Ia dia adalah putra mu”ucap Emilia dengan senyum di wajahnya.
“Tidak mungkin..seingatku,waktu itu aku mengalami kecelakaan....”kalimat Emily di potong oleh Emilia.
“Itu semua adalah rencana daddy..kecelakaan yang kau alami,hingga kematian anakmu adalah bagian dari sekenario yang dibuat oleh daddy”jelas Emilia.
“Aa..apakah semua itu benar?”ucap Emily terbata-bata
Emilia menganggukkan kepala nya.
Tes..tes..tes..
Air mata Emily menetes dengan derasnya.Semua ini bagaikan sebuah mimpi baginya.
“Kakak aku harus bertemu dengan anakku”ucap Emily yang ingin bergegas pergi.
“Pergilah temui dia dan peluk dia dengan erat..sampaikan maaf kU karena selama ini sudah banyak menyakiti hati nya”ucap Emilia dengan senyum tulus di wajahnya.
Emily mengangguk dan memutar kursi roda nya ke arah pintu keluar.Ia mengayuh kursi roda dengan kedua tangannya.Namun tiba-tiba ia berhenti dan memutar balik ke arah Emilia.
“Kakak..peluk aku sekali lagi”pinta Emily sembari merentangkan tangannya.
Dengan senang hati Emilia berjalan ke arah sang adik dan mereka berdua berpelukan erat.
“Kakak jika kau membutuhkan bantuanku..kau bisa menghubungiku melalui nomer ini..kau simpan baik-baik..kapan pun kau butuh aku akan selalu siap membantu mu”ucap Emily melerai pelukannya.
“Terima kasih..pergilah..kau tidak perlu khawatir denganku..hiduplah bahagia bersama Albert karena dia adalah laki-laki yang telat untukmu..jika kau sudah masuk ke dalam dunianya maka jangan pernah mencoba untuk lari karena itu akan membuatnya marah”Emilia melepas sang adik dengan senyuman di wajahnya.
“Aku pamit kak”ucap Emily
“Berhati-hatilah”Emilia merasa tenang saat ini karena bebannya sudah sedikit hilang.
Air matanya kembali menetes ketika punggung sang adik sudah menghilang dari balik pintu.
Bersambung....