
✨Happy Reading✨
Clara masih diam mematung meratapi semua kebodohan yang ia lakukan.Kenapa ia bisa melupakan semua kamera yang berada di mansion ini,dan kenapa sang kekasih tega menghianatinya.
“Kenapa kau tega menghianati ku Roy?”teriak Clara
“Maaf jika aku menyakiti perasaanmu..aku memang mencintai mu..tapi aku tidak hidup bersama seseorang yang selalu memiliki pikiran jahat di kepalanya..kau begitu mudah menghianati orang yang sudah membantu mu lalu bagaimana nasibku kedepannya..bisa saja kau pun akan menghianati ku dan juga asal kau tahu Emily adalah sepupuku jadi pantang untukku menyakitinya”Clara tertegun dengan apa yang dikatakan oleh sang kekasih.
“Emily?”tanya Mora yang tidak sengaja mendengar kalimat terakhir Roy.
Semua orang masih terdiam enggan untuk menjawab pertanyaan dari Mora.
“Katakan Albert..apa maksud perkataannya tadi?”mora menatap Albert dalam mencari jawaban atas rasa penasarannya.
“Seperti yang dikatakan Roy..wanita yang berada di sebelah kanan mu itu bernama Emily Gabriella putri saudara kembar dari Emilia Karmila”Albert menekankan setiap kalimat yang ia ucapkan.
“Ke..kenapa bisa seperti ini?”Mora semakin bingung dengan ucapan Albert.
“Aku tak punya banyak waktu untuk menjelaskan semua nya..aku akan memberi kalian hukuman atas kekacauan yang kalian buat..untukmu..”Albert menunjuk ke arah Clara
“Karirmu sebagai seorang model akan hilang karena di satu pun agensi yang akan menerima mu kembali..saham yang aku tanam di perusahaan ayahmu akan aku tarik kembali sebagai akibat karena kau telah berani mengusikku”jelas Albert menatap tajam ke arah Clara
“Tidak..kau tidak bisa melakukan itu..ayahku tidak ada hubungannya dengan semua ini”teriak Clara frustrasi.
“Harusnya kau berterima kasih karena aku tak membunuhmu saat ini juga”perintah Albert kepada anak buahnya.
“Tidak..ini semua tidak adil”gumam Clara dalam hati.
Seakan tak jera dengan apa yang ia dapat,Clara melirik ke arah Mora dan dengan gerakan yang tiba-tiba ia mendorong wanita tua itu dengan keras.
“Rasakan”teriak Clara sembari mendorong Mora dengan keras.
“Aaaa”Mora kehilangan keseimbangannya dan hendak terjatuh
Emily yang tanpa sengaja melihat gerakan Clara langsung sigap berlari ke arah sang ibu mertua dan menopang tubuh Mora meskipun tangannya terbentu meja.
“Aakkhh...”pekik Emily
Clara hendak berlari namun dengan cepat pengawal yang berjaga menangkap wanita itu.
“Tidak Albert jangan lakukan ini padaku..Albert beri aku kesempatan..Albert..!!!”teriak Clara dengan tubuh yang di seret keluar.
Setelah teriakan Clara menghilang dari balik pintu,saat ini mata Albert menatap tajam ke arah sang ibu.
“Mommy..aku tak mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu hingga kau berani berbuat selicik ini..meskipun kau adalah ibu kandungku tapi kau tetap berbuat salah sehingga kau juga harus tetap dihukum”Mora hanya menundukkan kepala menyesali perbuatannya.
“AL..”panggil Emily
“Jangan mencoba untuk membela mommy honey..keputusan ku sudah bulat karena bagiku orang yang bersalah tetap harus mendapat hukuman meskipun itu orang terdekat ku sekalipun”Emily diam tak berani berkata lagi.
“Maaf mommy aku tak bisa membantu mu”lirih Emily
Tanpa di duga Mora memeluk sang calon menantu dengan erat sehingga membuat Emily sedikit terkejut.
“Maafkan aku..jika aku tahu bukanlah Emilia mungkin aku tak akan merencanakan semua ini”ucap Mora sembari menangis menyesali perbuatannya.
“Mommy tidak bersalah..ini hanya sebuah kesalah pahaman dan aku mengerti itu”ucap Emily
“Sebagai hukuman untuk mommy..selama setahun penuh mommy tidak mempunyai ijin untuk masuk ke mansion ini dan bertemu dengan putraku Leon”
“Albert mommy mohon..kau bisa memberi mommy hukuman lain tapi tolong jangan pisahkan mommy dengan cucu mommy Albert”pinta Mora sembari menangis
“Keputusan sudah bulat mom..dan aku harap tidak akan ada lagi kejadian seperti ini”
“Aku pergi”Albert menghampiri Emily lalu mencium pucuk sang kekasih dengan lembut.
“Obati luka lebammu dan lanjutkan sarapanmu”perintah Albert yang di jawab dengan anggukan kecil.
Albert berlalu begitu saja setelah memberi hukuman kepada sang ibu dan diikuti oleh Roy dan juga Clifton.Ia bukannya tega tapi ini demi sebuah keadilan yang menjadi prinsip hidupnya.
“Emily..mommy mohon bujuk Albert..mommy tidak bisa jika dipisahkan dengan cucu kesayangan mommy”pinta Mora kepada calon menantunya.
“Aku akan mencoba nya mom..sekarang duduklah tenangkan diri mommy”Emily meraih tangan sang ibu mertua dan mengajak duduk di sebuah sofa.
Bersambung...