The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 57



#happyreading


“Tuan kami kehilangan jejak nona Jessi dan juga nona Emily.”lapor salah satu anak buah yang di tugaskan untuk menjaga Jessi.


Bbrraakkk....


“Bagaimana bisa kalian kehilangan mereka?”teriaknya menggema di penjuru ruangan.


“Waktu itu...”


#flasback oN


Ketika Emily pergi meninggalkan Jessi untuk berganti pakaian,para pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Jessi diserang oleh beberapa orang tak dikenal.Mereka yang sibuk melawan menjadi tidak fokus dengan nona mereka.Hingga musuh pun memanfaatkan kesempatan itu.


Sedangkan di dalam kamar mandi,seseorang tiba-tiba membekap mulut Emily hingga ia merasa pusing dan pingsan.Namun seseorang telah siap menggantikan peran Emily,ia terlihat sama persis seperti Emily karena kali ini Emilia lah yang akan menggantikannya.


Emilia keluar dengan sedikit berlari kecil,ia membuat skenario seakan-akan mereka sedang di buntuti,sehingga Jessi pun menurut dengan ucapannya.


“Nona kita harus segera pergi dari sini”ucapnya dengan nafas yang tersengal-sengal.


“Ada apa Emilia?”jessi sedikit bingung dengan sikap Emily.


“Sepertinya kita tengah diikuti oleh seseorang”ucapnya menoleh ke arah kanan dan kiri.


#flashback off


“Sialan...”umpatnya


“Clifton..periksa CCTV yang ada di mall itu”perintahnya.


“Baik tuan”


Jari-jari tangan Clifton mulai sibuk di atas keyboard,ia menatap layar komputer dengan serius.Ia mencoba meretas CCTV yang ada di mall tersebut.


“Tuan lihat..”


Di layar itu terlihat jelas aktivitas yang dilakukan oleh Jessi dan Emily,hingga detik-detik terakhir Emily menarik tangan Jessi berlari menuju pintu keluar.


“Tunggu...mundurkan video nya”perintahnya ketika menyadari ada sesuatu yang mengganjal.


Rekaman itu di mundurkan beberapa detik kebelakang,Albert menyadari bahwa kedatangan wanita yang menabrak Emily begitu tiba-tiba dan seperti menghindari CCTV.


“Mundurkan lagi...aku ingin melihat dari mana wanita itu datang”


Clifton mencoba memundurkan rekaman itu lagi namun wanita itu tidak terlihat datang dari arah mana.Albert semakin yakin ini adalah salah satu rencana dari musuhnya.


“Sepertinya ada yang memotong rekaman ini tuan”ujar Clifton


“Kurang ajar...rupanya kau ingin bermain-main denganku”geram Albert.


“Hubungi Dannis untuk datang ke mansion”perintah Albert sembari bergegas pergi meninggalkan perusahaan.


***


Disisi lain Emily yang masih tergeletak di kamar mandi mall pun sadar dari pingsannya,ia mulai mengerjapkan mata sambil memegangi kepala nya yang pusing.Perlahan ia duduk dan mengingat kembali kejadian sebelumnya.


Menyadari bahwa ia telah dijebak,Emily berlari keluar untuk mencari keberadaan Jessi.Ia berlari kesana kemari ketika mendapati Jessi tidak ada di tempat terakhir ia meninggalkannya.Ia sangat bingung saat ini dan memutuskan untuk kembali ke mansion melaporkan semua nya ke Albert.Emily berlari keluar mencari sebuah taksi untuk dapat mengantarkannya kembali ke mansion.


“Bisakah anda mempercepat laju mobilnya”pinta Emily kepada sang supir.


Mobil sudah melaju dengan cepat,hingga tidak butuh waktu lama ia sudah sampai di mansion.Dengan terburu-buru ia keluar dari mobil dan masuk kedalam mansion.


“Tuan..tuan..”teriaknya sambil berlari menuju ruangan Albert.


“Kau benar-benar tidak dapat di percaya”ucap Albert penuh dengan emosi.


“A..ap..pa m..a..ks..ud an..da”suara Emily terputus-putus karena Cengkraman Albert yang begitu kuat.


“Apa kau bagian dari rencana yang dibuat Justin?”Tatapan matanya begitu tajam.


“Aakkhh..ti..da..kkk”Emily mulai kehabisan oksigen,ia merasakan sesak di bagian dada nya akibat kekurangan oksigen.


Saat ini Albert benar-benar emosi,ia bahkan tidak menaruh rasa kasian sedikitpun kepada Emily.


“Albert hentikan..”teriak Dannis yang baru tiba di mansion


Dannis menarik tangan Albert dari leher Emily ketika melihat Emily mulai kehilangan kesadaran.


“Apa kau sudah gila..dia bisa mati”teriaknya


“Itu memang tujuanku”ucapnya tanpa berniat melepas cengkramannya.


“Hentikan...saat ini keselamatan adikmu jauh lebih penting”


Mendengar hal itu Albert langsung melepaskan cengkramannya dan menghempaskan tubuh Emily dengan kasar.Tubuh Emily terjerembab ke lantai dengan kasar dan tidak sadarkan diri.


“Ikat dia di ruang bawah”perintahnya kepada dua orang pengawal.


Albert berlalu pergi dari tempat itu dan memilih masuk ke ruangannya.


“Cepat kau selidiki dimana keberadaan adikku”perintahnya.


“Dimana terakhir kali ia berada?”tanya Dannis


“Terakhir dia pergi ke mall bersama gadis itu”ucap Albert mengepalkan tangan.


Setelah mendapat petunjuk,Dannis mulai mengecek rekaman CCTV yang ada di mall tersebut.Dia memperhatikan setiap rekaman dengan seksama,mata nya menatap layar dengan sangat intens.


“Sepertinya ada seorang yang ahli dibalik semua ini..tidak semua orang bisa memotong rekaman CCTV sehalus ini.”jelas Dannis.


“Lacak keberadaannya melalui alat yang aku pasang di dalam kalung miliknya..aku ingat dulu aku pernah memberikannya hadiah sebuah kaling yang aku tanamkan alat pelacak.”


Mendapat titik terang,Dannis kembali mengetikkan kode-kode di layar komputernya dan menampilkan sebuah titik merah yang terlihat berjalan.


“Lihat sepertinya dia masih berada didalam mobil karena titik ini tetap bergerak”ucap Dannis


Mata Dannis tidak berkedip sekali pun menatap layar komputer,Titik merah itu masih terus berjalan.Hingga di menit berikutnya titik merah itu hilang.


“Kurang ajar...sepertinya dia sudah mengetahui alat pelacak itu”umpat Dannis.


“Siall...”teriak Albert


Dannis tidak menyerah begitu saja,ia kembali menatap layar komputernya untuk mencari petunjuk yang akan membantunya nanti.


“Maaf tuan..sepertinya saya tahu kenapa musuh bisa mengetahui keberadaan alat pelacak itu”ucap Clifton yang masuk ke dalam ruangan itu.


“Siapa yang berani mengkhianatiku?”tanya Albert emosi.


“Bawa dia masuk..”perintah Clifton.


2 orang pengawal masuk kedalam dengan membawa seorang gadis ditangan mereka.


“Kau..”


Bersambung...