The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 60



#happyreading


Ddoorrr....


“Akkhhh..”


Salah satu anak buah Albert jatuh tersungkur terkena tembakan dari anak buah Justin.


“WASPADA!!!”teriak Albert


Dalam hitungan detik anak buah Justin mulai menyerang,satu persatu mulai keluar dari tempat persembunyian mereka dengan berbagai senjata di tangannya.


Ddoorr...ddoorr..Ddoorr


Baku tembak mulai terdengar dari semua sudut bangunan.Tidak ingin kalah anak buah Albert ikut menyerang dengan senjata mereka masing-masing.


“Kemarilah kalian..”teriak Lukas dengan seringai di wajahnya.


Dengan lihainya Lukas menyabetkan pedangnya ke arah lawan.Albert yang memang ahli dalam bidang menembak,melubangi setiap tubuh musuh dengan mudah sembari melindungi Lukas yang bertarung tanpa pistol di tangannya.Dareen dan Dion juga sibuk mengarahkan senapan mereka ke musuh yang masih terus berdatangan.


“Clifton masuk dan cari keberadaan Jessi”perintahnya kepada Clifton yang terlihat sibuk membantu tuannya.


“Baik tuan”Clifton mulai berjalan masuk ke dalam


“Clifton....aku percayakan keselamatan Jessi padamu”


Clifton berbalik ketika Albert memanggilnya dan menganggukkan kepala ketika mendengar perintah tuannya.


Drone milik Dannis pun mulai terbang masuk kedalam menyusuri setiap lorong yang ada di gedung itu.Dannis berusaha masuk lebih dalam agar ia bisa menemukan keberadaan Jessi,namun siapa sangka drone itu diketahui oleh Justin karena benda itu tepat melintas di depan kamera yang ia pasang.


“Kurang ajar..rupa nya ia sama licik nya dengan wheeler”gerutu Justin.


Disisi lain Dannis pun melihat kamera yang dipasang oleh Justin dan segera ia memberitahu Albert akan hal itu.


“Kalian berhati-hati lah...Justin memasang kamera CCTV di setiap sudut gedung dan mungkin saat ini ia sedang mengawasi kalian”jelas Dannis melalu alat komunikasi mereka.


“Aku mengerti”jawab Albert


“Baik”jawab Dion,Dareen dan Lukas(Damian)


Satu persatu anak buah Justin sudah dilumpuhkan oleh Albert dan kawan-kawan,namun beberapa anak buahnya pun mulai berjatuhan.


“Justin...keluarlah..jangan menjadi pengecut!!!”teriak Albert


“Albert kau masuklah...biarkan kami menyelesaikan semua ini”ucap Dion yang masih sibuk mengarahkan peluru nya ke arah anak buah Justin.


Albert menganggukkan kepala nya dan masuk kedalam.


“Masuklah Albert...aku akan menyambutmu dengan sangat meriah”gumam Justin ketika melihat Albert mulai masuk seorang diri.


“Lepaskan mereka”perintahnya Justin


Anak buah Justin mulai berjalan keluar untuk melaksanakan perintah tuannya.Mereka mulai melepas 2 ekor singa yang terlihat lapar.2 ekor singa yang tengah lapar itu berlari keluar dengan ganasnya.


GGGRRRRAAUUU....


Suara 2 ekor singa menggelegar di lorong gedung itu.Suara raungan itu membuat Albert menghentikan langkahnya sejenak,ia sangat hafal suara itu.


“Rupa nya kau tidak punya kemampuan sama sekali Justin”Albert menyeringai ketika 2 ekor singa mulai berlari ke arah nya.


“Kemarilah King..”Albert merentangkan tangannya sembari memejamkan mata.


Albert semakin memejamkan matanya ketika gigi-gigi 2 ekor singa itu menancap di kulit tangannya.Ia berusaha menahan rasa sakit di kedua tangannya dan mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala 2 ekor singa itu.Tanpa di duga 2 ekor singa itu luluh begitu saja dengan apa yang di lakukan oleh Albert.


“Good boy King”ucap Albert lirih.


Setelah memastikan kedua ekor singa itu jinak di tangannya,Albert berdiri dengan perlahan.Albert mulai berbisik di telinga kedua ekor singa itu.Seakan mengerti dengan apa yang Albert katakan 2 ekor singa itu pergi meninggalkan Albert dan berlari ke arah luar.


“Kalian menepilah dan lumuri tubuh kalian dengan tanah...akan ada 2 tamu yang menikmati jamuan makan”ucap Albert kepada semua rekannya melalui alat komunikasi.


Menyaksikan adegan itu,Justin semakin geram dan melempar setiap barang yang ada di ruangan itu.


“Aaakkhh..biarkan dia masuk,,aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku”teriak Justin


Disisi lain Clifton tengah menyusuri setiap lorong untuk mencari keberadaan Jessi,ia mendobrak satu persatu ruangan yang berada disana.


“Tolong..”sayup-sayup terdengar suara teriakan dari seorang wanita.


“Tolong aku kakak”kali ini Clifton mendengar suara itu dengan jelas,suara itu tak lain adalah suara Jessi.


Ia segera berlari menuju ruangan yang berada di ujung gedung itu.Dengan sekuat tenaga ia menendang pintu ruangan itu hingga hancur.


Bbrraakkk...


“Jessi....”panggil Clifton


Ruangan itu dalam keadaan gelap gulita,ia mencoba meraba-raba mencari seseorang di dalam sana.Namun tiba-tiba..


Bbugghh...


Seseorang menendang tubuhnya hingga tersungkur ke tanah.


“Hahahaha apa kabar Clifton”sapa chiko dengan tawa yang menggelar.


“Siapa kau?”tanya Clifton sembari berusaha berdiri.


“Apa aku begitu asing bagimu hingga kau tidak mengenali adikmu sendiri?”ledek chiko


Mendengar hal itu,Clifton tersenyum sinis ke arah chiko.Kenapa ia bisa lupa dengan suara dari adik tirinya.Dia hanya sedikit terkejut karena selama ini ia mengira adiknya tirinya telah hilang dari muka bumi ini.


“Hah..rupa kau masih hidup..aku kira kau sudah mati membusuk di penjara ayah”ucap Clifton menatap remeh ke arah chiko.


“Hahahaha..kau terlalu meremehkan kU Clifton..aku tidak akan semudah itu untuk mati sebelum membinasakan seluruh keluarga Barclay”tawa chiko menggema di seluruh ruangan.


Clifton mengepalkan tangannya ketika mendengar kalimat terakhir dari chiko.Ia benar-benar membenci seseorang yang berdiri di depannya saat ini.Seharusnya ia membunuh laki-laki ini ketika ia tahu pembunuh dari ibu nya adalah saudara tiri nya.


“Jangan terlalu percaya diri kau chiko..karena hari ini kau akan mati ditanganku”Mata Clifton menatap tajam ke arah chiko.


“Dan kau jangan pernah bermimpi untuk bisa membunuhku...jika kau merasa hebat Bertarunglah denganku tanpa senjata api,kau pilihlah salah satu pedang yang berada di atas meja”ucap chiko melirik ke arah meja yang berisikan belasan pedang dengan berbagai bentuk.


Clifton berjalan ke arah meja dan mengambil pedang yang sedikit panjang.


“Bersiaplah Clifton”teriak chiko


“Trang!!”suara benturan pedang mulai terdengar kala Clifton dan chiko mulai maju untuk saling menyerang.


Saat ini chiko terlihat lebih aktif menyerang dari pada Clifton yang hanya berusaha menghindari setiap serangan dari chiko.Hal itu membuat chiko lebih bersemangat untuk membunuh Clifton.


Bersambung.....