The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 102



✨Happy Reading✨


Keesokan harinya,Albert bangun lebih awal dari pada Emily.Wanita cantik yang berada di pelukannya saat ini tengah tertidur lelap sembari menggulung tubuh polosnya dengan selimut tebal.Kegiatan mereka tadi malam membuat seluruh tubuh Emily terasa sakit.


Albert menatap lekat wajah wanita yang sudah sah menjadi istrinya saat ini.Sebuah senyuman terukir jelas di wajah tampannya kala istrinya menggeliat.


“Hhhmmm”tubuh Emily menggeliat dan tangannya meraih tubuh Albert layaknya sebuah bantal guling.


Cup...


Albert mencium kening Emily singkat sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


“Hhmm..honey..kau sudah bangun?”emily mengerjapkan matanya perlahan.


“Aku sudah memberi morning kiss..sekarang giliranku.”ucap Albert


Cup...


Emily membalas kecupan Albert di bagian pipi mulus milik laki-laki tampan yang sudah menyandang status sebagai suaminya.


“Honey..apakah hari ini kau akan pergi ke kantor?”tanya Emily dengan tangan yang masih bergelayut manja.


“Ada apa?..apakah istriku ingin aku temani sepanjang hari di dalam kamar?”Tanya Albert sedikit menggoda.


“Tidak bukan seperti itu..aku hanya bertanya saja”sanggah Emily.


Albert kembali mengulum senyuman ketika sang istri menenggelamkan wajah malunya di dada bidang miliknya.


“Mmm honey..apa kau ingin berbulan madu?”Tangan Albert terulur ke atas untuk mengusap rambut Emily dengan lembut.


“Tentu saja..aku ingin pergi ke sebuah pulau yang indah”antusias Emily


“Baiklah..tapi kita tidak bisa berangkat dalam waktu dekat ini karena ada beberapa urusan kantor yang harus aku selesaikan dan tidak bisa aku tunda lagi..untuk itu kau carilah pulau yang ingin kau kunjungi dan setelah urusanku selesai kita akan langsung berangkat..tidak masalah bukan?”


“Tidak masalah..aku juga tidak ingin kita bulan madu dengan sebuah beban”Emily tersenyum hangat ke arah sang suami.


Di detik berikutnya bibir mereka telah menyatu dan saling bertautan.Namun di sela-sela ciuman mereka terdengar suara ketukan pintu.


Tok..tok..tok...


“Mommy..daddy..wake up”teriak anak kecil dari arah luar.


Sontak Albert dan Emily melepas ciuman mereka.


“Gawat..kita harus merapikan semua ini”Emily mulai panik karena saat ini kamarnya benar-benar berantakan.


“Mom..dad buka pintu nya..Leon mau masuk”lagi-lagi anak itu berteriak sembari terus mengetuk pintu.


“Oh My...honey cepat pakai baju mu..aku akan membereskan semua ini”ucap Emily kesal karena sang suami masih terlihat duduk santai di atas ranjang sedangkan ia sibuk merapikan baju yang berserakan di lantai.


“Apa kau ingin melakukannya lagi honey?”tanya Albert yang tengah menatap intens ke arah Emily.


“Ap..apa maksudmu?”tanya Emily gugup karena tatapan sang suami.


Emily mengikuti arah penglihatan Albert dan ketika menyadari sesuatu,wajahnya berubah merah bak kepiting rebus karena sedari tadi ia tak menyadari jika saat ini ia tak menggunakan sehelai benang pun.


Secepat kilat ia berlari menuju walk in closet untuk mengambil pakaian.


Albert hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku sang istri yang masih malu padahal sebelumnya ia sudah melihat lekuk tubuh Emily yang indah.


“Cepat pakai ini..aku akan membuka kan pintu untuk Leon”perintah Emily sembari memberikan satu stel pakaian untuk Albert


“Tapi kita belum membersihkan diri honey”protes Albert.


Tak ingin berdebat lebih jauh lagi,Albert memakai baju yang di berikan oleh Emily dan ikut beranjak dari ranjang.


Ceklek...


“Mommy kenapa lama sekali”gerutu bocah kecil.


“I’m sorry..mommy baru bangun sayang”Emily menghampiri sang anak dan memeluknya dengan erat.


“Apakah anak mommy sudah sarapan?”tanya Emily sembari melepas pelukannya


“Belum mom..aku ingin sarapan bersama mommy”ucap Leon manja


“Kenapa tidak sarapan bersama Aunty Jessi?”tanya Albert yang ikut bergabung


“No dad..aku ingin sarapan bersama mommy”tolak bocah laki-laki itu.


“Sudahlah honey..aku akan turun untuk sarapan bersama Leon”


Albert akhirnya mengalah padahal pagi ini ia ingin meminta jatahnya lagi kepada Emily.Tapi ia juga tidak bisa menolak keinginan sang putra kesayangan.


“Leon..tunggulah dibawah..mommy akan mandi terlebih dahulu dan setelah itu mommy akan menyusul Leon ke bawah”jelas Emily


“Janji?”leon mengacungkan jari kelingking ke arah Emily


“Janji”jawab Emily sembari menyatukan kelingkingnya dengan Leon.


Setelah itu,Leon berlari keluar meninggalkan sang ibu.


HAP...


Tiba-tiba sepasang tangan besar mengangkat tubuh Emily dan membawa masuk ke dalam kamar mandi.


“Hey..honey apa yang kau lakukan”pekik Emily yang merasa terkejut.


“Aku ingin melanjutkan yang tadi di malam di dalam sini”bisik Albert di telinga Emily.


“Ta..tapi Leon menunggu kita honey”protes Emily


“Sssttt...sebentar saja..aku janji tak akan lama”


Sebelum mendapat protes dari Emily dengan cepat ia membungkam bibir Emily dengan ciuman panas dan pada akhirnya kegiatan panas tadi malam terulang lagi di kamar mandi tepat dibawah guyuran shower.


Bersambung...


Maaf jika aku sedikit lama up nya.


seperti yang pernah aku bilang sebelumnya bahwa aku mempunyai sebuah pekerjaan di luar sana.


Saat ini aku sedang fokus ke Pekerjaanku karena tempat kerja ku sedang stock opname.Mungkin sebagian dari kalian ada yang pernah merasakan bagaimana pusingnya ketika stock opname.


Untuk para readers yang tetap setia menunggu up dari novel ini,aku ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya.


Dan aku pasti usahakan up setiap harinya walaupun hanya satu bab.


Sekian


Terima kasih


*Sayang kalian**💜*