The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 69



#happyreading


Hari ini Albert akan kembali pergi ke kantor untuk mengerjakan berkas-berkas yang belum sempat ia tanda tangani,karena ia harus menemai Emily selama 1 minggu lebih dirumah sakit.


Clifton sudah berada di depan pintu lengkap dengan seragam yang sudah rapi.Tidak lupa sebuah mobil sudah terparkir dengan pintu yang sudah dibuka khusus untuk sang tuan.


Albert keluar dari kamarnya dengan sebuah dasi di tangannya,namun tidak sengaja ia berpapasan dengan sang ibu.


“Hhmmm Albert..mommy ingin meminta ijin untuk mengajak Clara tinggal disini selama sebulan.”Ucap Mora.


“Mommy bebas membawa siapa saja yang mommy inginkan,tapi aku tidak ingin orang asing itu membuat keributan di dalam mansionku...jika hal itu sampai terjadi mommy akan tahu sendiri akibatnya”jawab Albert dengan ekspresi dingin.


“Terima kasih nak..kau memang selalu mengerti apa yang mommy inginkan”Mora tersenyum manis ke arah sang putra saat ini sedangkan Albert kembali melangkahkan kaki menuju kamar seseorang.


Sebelum pergi Albert menyempatkan diri untuk menemui Emily.Berbekal dasi di tangannya ia masuk ke kamar gadis yang tengah sibuk membaca sebuah buku.


“Eekkhhmm..”Albert mencoba menyapa Emily dengan gaya khas nya.


“Tu..maksudku AL..”Emily sedikit terkejut dengan kedatang Albert yang tiba-tiba.


“Ada apa?”tanya Emily


“Hari ini aku akan pergi ke perusahaan dan kau tetaplah berada di mansion bersama mommy,Jessi dan juga Leon”ucap Albert sembari mendekat ke arah Emily.


“Baiklah..”Emily bangkit dari posisi duduknya ketika melihat Albert mulai mendekat ke arahnya.


“Nanti siang akan ada seseorang yang datang ke mansion ini..nama nya Clara dan dia adalah anak dari teman mommy ku..mungkin ujianmu akan dimulai hari ini dan aku harap kau sanggup melewati nya.”ujar nya sembari meletakkan dasi ke tangan Emily.


Emily mendengar semua yang dikatakan oleh Albert dengan seksama.Sesekali ia menganggukkan kepala pelan untuk menjawab semua penjelasan Albert.Ia sedikit terkejut karena Albert meletakkan sebuah dasi di tangannya.Emily mengerti tujuan Albert saat ini namun ia sedikit gugup dengan jantung yang berdetak kencang.


Dengan perlahan ia mengalungkan dasi itu ke leher Albert dan membuat simpul agar dasi itu terlihat rapi.Mata Albert menatap lekat ke arah gadis yang sedang memasang dasi nya.Emily dapat merasakan hembusan nafas dari Albert.


“Oh tidak jantungku”gumam Emily dalam hati.


“Sial!!!!..bibir itu membuatku candu”teriak Albert dalam hati.


“Sudah AL..”tenggorokan Emily tiba-tiba kelu.


Keduanya menelan ludah kasar saat mata mereka bertemu.Tubuh mereka terasa panas saat ini.Dengan perlahan Albert mengangkat tangannya untuk meraih wajah Emily.Kini mereka berdua mulai saling memejamkan mata sembari mengikis jarak di antara mereka,hingga pada akhirnya tidak ada jarak lagi diantara wajah mereka.Albert mencium bibir merah Emily dengan lembut,hingga di detik berikutnya ciuman itu berubah menjadi lum*tan kecil yang menghanyutkan.


Tangan kekar Albert kini berpindah ke bagian belakang kepala Emily dan sedikit menekannya.Dengan lembut ia menuntun Emily untuk masuk ke dalam permainan bibirnya.Dimenit berikutnya lum*tan kecil itu berubah menjadi permainan yang penuh nafus.Nafas Albert memburu begitu juga dengan Emily.Mereka berdua benar-benar terhanyut dengan suasana.


Kehadiran Leon yang tiba-tiba sontak membuat mereka terkejut dan salah tingkah,bagaimana tidak adegan mereka di pergoki oleh putra kecil mereka.


“Hhmm Leon kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu”tanya Emily dengan raut wajah yang sudah merah merona.


Sedangkan Albert mencoba menghilangkan rasa gugupnya dengan merapikan dasi nya kembali.


“Leon sudah mengetuk pintu mommy..tapi mommy tidak menjawab jadi Leon masuk ke Kamal mommy”jelas anak kecil itu dengan polos.


“Boy lain kali kau tidak boleh seperti itu..jika seseorang itu belum mengijinkan mu masuk kau harus menunggu terlebih dahulu..mengerti!”jelas Albert


“Yes daddy..i’m sorry”jawabnya dengan raut wajah bersalah.


“No problem..kau bisa menerapkan nya di kemudian hari”


“Sekarang daddy harus pergi ke kantor..kau diam di mansion temani mommy dan juga grandma..oke”Albert mengacak pelan rambut Albert dan mencium pucuk kepala sang putra.


“No daddy..aku ingin di kiss seperti mommy...disini”ucapnya sembari menunjuk ke arah bibirnya.


Albert dan Emily saling pandang dengan bola mata yang membulat sempurna.Mereka benar-benar ceroboh karena terhanyut oleh nafsu.


Albert menuruti perintah sang anak dan bergegas pergi dari kamar itu.


“Hhaahh..jantungku hampir saja keluar dari sarangnya”gumam Emily dalam hati.


“Baiklah ayo kita bermain”ajak Emily dan menggendong bocah laki-laki.


Ditempat lain,Mora tengah sibuk menghubungi seseorang melalui sambungan telepon nya.Ia sudah membuat janji dengan seseorang untuk bertemu di sebuah restaurant siang ini.


“Baiklah begitu kau tiba segera hubungi Aunty..sampai bertemu nanti”


Tut..tut..tut..


Mora menutup sambungan teleponnya dan tersenyum setelahnya.


“Bersiaplah untuk mengangkat kaki dari mansion ini wanita iblis”gumam Mora


Bersambung....