The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 55



#happyreading


Meja makan di mansion utama sudah dipenuhi dengan beberapa hidangan yang dimasak khusus oleh Emily dan Jessi.Mereka berdua terlihat begitu antusias saat meletakkan satu-persatu makanan hasil karya mereka sendiri.


“Baiklah semua sudah siap,kita tinggal menunggu kak Albert datang”ucap Jessi sembari melipat kedua tangannya di depan dada merasa bangga dengan apa yang telah ia kerjakan hari ini.


Jam telah menunjukkan pukul 7.00 malam,tidak lama lagi Albert dan juga Clifton akan sampai di mansion utama.Para maid dan juga pengawal yang berada di mansion mulai berbaris rapi menunggu kedatangan tuannya.


“Selamat malam tuan”sapa Willy


Albert hanya menganggukkan kepala tanpa berniat untuk membalas sapaan dari Willy.Ia berjalan menuju meja makan diikuti dengan Clifton yang berada tepat di belakang Albert.


“Kakak..”teriak Jessi ketika melihat Albert sudah masuk ke dalam mansion


“Wow..siapa yang memasak makanan ini?”tanya Albert dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Deg....Deg..deg


“Baru kali ini aku melihat anda tersenyum tuan”gumam Emily dalam hati dengan jantung yang berdetak kencang.


“Siapa lagi jika bukan aku dan juga Emilia..”ujar Jessi sedikit menyombongkan diri.


Albert yang sudah duduk di kursi langsung menyantap makanan yang telah di hidangkan oleh sang adik.Tidak lupa ia mengajak Clifton untuk bergabung bersama mereka menikmati makan malam.


Tidak ada obrolan yang tercipta diantara mereka,semua orang fokus dengan hidangan yang berada di hadapan mereka.


“Baiklah aku sudah selesai...kau ikut aku ke ruang kerja ku”perintah Albert menunjuk ke arah Emily


“Baik tuan”


Mereda berdua mulai beranjak dari kursi masing-masing.Emily menundukkan kepala mengikuti langkah panjang Albert.


Ceklek...


Albert membuka pintu dan masuk mendahului Emily.


“Duduklah”titahnya


“Kau bisa meminta 1 permintaan dari ku sebagai hadiah karena kau telah menjaga adikku dengan baik”ucap Albert menatap ke arah Emily.


Mata coklat Emily berbinar setelah mendengar kata hadiah.


“Benarkah tuan?...tuan akan mengabulkan apapun permintaan saya”


“Hhhmmm”


“Kalau begitu saya ingin tuan mengijinkan saya untuk menghubungi orang tua saya”ucapnya tanpa ragu sedikit pun.


“Baiklah kau punya waktu 10 menit dari sekarang”


Mulut Emily terbuka setelah mendengar ucapan dari Albert.Tuannya yang satu ini benar-benar orang yang tidak mau rugi,dia memberikan Emily hadiah namun tetap dengan syarat dari nya.


“Ta..tapi tuan...”Emily mencoba protes kali ini.


“10 menit atau tidak sama sekali”jawaban Albert benar-benar mutlak tidak bisa dibantah.


Tidak ingin membuat tuannya berubah pikiran,Emily segera menekan setiap tombol yang ada di handphone miliknya untuk menghubungi sang ayah.


Tut..tut..


“Selamat malam dengan Wijaya disini”ucap seseorang dari seberang sana.


“Ayah...”suara Emily sedikit bergetar karena saat ini ia benar-benar merasa terharu


“Maaf ini dengan siapa”


“A..aku Emily ayah..putri ayah”air mata Emily lolos begitu saja ketika ia mendapat kesempatan kembali untuk mendengar suara yang sangat ia rindukan.


“E..emily”suara Wijaya pun terdengar bergetar di seberang sana.


“Ayah aku sangat merindukanmu dan juga ibu”


“Aku baik-baik saja ayah..bagaimana dengan ayah dan juga ibu?”


“Kami baik-baik saja nak...kapan kau akan pulang nak”


“Hhhmmm...”Albert mencoba mengingatkan Emily dengan waktu yang telah ia berikan.


“Aku tidak tahu ayah..ayah tidak perlu mengkhawatirkan ku karena disini aku diperlakukan dengan baik..maaf ayah aku tidak bisa menghubungi mu terlalu lama karena aku sedang ada pekerjaan saat ini,nan...”handphone Emily tiba-tiba di ambil paksa oleh Albert dan memutuskan panggilanannya.


“Waktu mu sudah habis dan sekarang pergilah”perintah Albert


Emily mengerucutkan bibirnya,ia benar-benar sangat kesal dengan sikap dari tuannya,tapi ia tidak bisa berkata apa-apa karena Albert lah yang berkuasa di mansion ini.Emily keluar dari ruangan itu dengan menghentakkan kaki tanda kekesalannya kepada tuannya.


“Kau benar-benar lucu”gumam Albert dalam hati.


****


Pagi ini terlihat begitu cerah di mata Jessi,ia benar-benar sangat merindukan suasana ini setiap harinya.Hari ini ia berencana untuk mulai beraktivitas keluar dari mansion,namun ia sedikit ragu apakah kakaknya akan memberikannya ijin dengan mudah?


Suasana di mansion mulai ramai,para maid terlihat sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing.Hidangan makanan untuk sarapan pun sudah tertata rapi di atas meja makan,bau dari masakan menyeruak ke penjuru ruangan yang ada di mansion.


Gadis cantik dengan pakaian rapi terlihat menuruni anak tangga dengan sedikit berlari,ia menguncir rambut panjangnya dengan begitu lihai.Tidak Lupa ia menyapa setiap maid yang melintas dengan senyum ramah.


“Apakah tuan Albert sudah berangkat ke kantor?”tanya nya kepada salah satu maid


“Tuan belum turun nona”jawab salah satu maid dengan sopan.


“Ah baiklah aku akan menunggunya di meja makan”


Emily memilih tetap berdiri untuk menyambut kedatangan tuannya karena ia tahu betul beberapa saat lagi Albert pasti akan turun untuk sarapan.


Tak..tak..tak...


Suara pantofel milik Albert sudah terdengar menuruni anak tangga.Terlihat jelas seorang CEO tampan tengah turun dari tangga dengan gaya coolnya.Emily dibuat terkesima olehnya,bagaimana tidak Albert adalah sosok yang sempurna bagi Emily,tampan,cool dan juga dia adalah seorang CEO.


“Astaga aku benar-benar beruntung melihat pemandangan ini di pagi hari”gumam Emily dalam hati.


“Kenapa kau menatapku seperti itu”tanya Albert membuyarkan lamunan Emily.


“Ti..tidak ada tuan”jawab Emily segera memalingkan wajahnya.


Kini mereka berdua berjalan ke arah meja makan,tidak lama kemudian seseorang berlari dari atas untuk ikut bergabung bersama mereka.


“Selamat pagi kak Albert...selamat pagi Emilia”sapa Jessi dengan ceria.


“Selamat pagi Jessi”balas Albert


“Selamat pagi Jessi”balas Emily


Mereka bertiga serempak duduk di kursi yang telah di siapkan,ritual sarapan pagi pun sudah dimulai.Para maid mulai menuangkan satu persatu hidangan ke dalam piring.


“Mmm..kakak bolehkah aku keluar dari mansion hari ini?”tanya Jessi di sela-sela sarapan mereka.


“Apa kau sudah merasa lebih baik?”


“Sudah kak..bahkan aku sudah sangat merasa jauh lebih baik”


“Baiklah kau boleh keluar dari mansion ini tapi dengan syarat kau akan di temani oleh Pengawal dan juga dia”mata Albert menunjuk ke arah Emily


“Kenapa harus dengan pengawal kak..aku tidak suka diikuti”protesnya.


“Keluar atau tidak sama sekali”akhirnya Albert mengeluarkan kata-kata andalannya untuk membungkam sang adik.


“Baiklah”Jessi hanya pasrah tidak berani menjawab karena ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk keluar dari mansion.


“Kau jaga adikku dengan sebaik mungkin..jika terjadi sesuatu dengannya maka aku tidak akan segan-segan memberi mu hukuman.”ucap Albert kepada Emily.


“Baik tuan”


Bersambung...