The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 76



#Happyreading


#flashback oN


Beberapa jam setelah kejadian emily pergi ke dalam kamar,merenung di bawah guyuran shower sembari menangis menumpahkan kesedihannya.Ia sama sekali tidak menyangka kejadian pahit seperti ini akan menimpa diri nya.Jika di pikir-pikir,Emily tidak pernah sekali pun berbuat jahat kepada orang lain,namun entah karma buruk seperti apa yang ia dapatkan saat ini.


“Hiks..hiks..kenapa harus aku..”kini wajahnya sudah basah dengan air mata bercampur dengan air shower.


Setelah puas berada dalam kamar mandi,ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.Emily berjalan layaknya seseorang yang telah kehilangan harapan hidup.Dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobil miliknya,sesampainya di rumah ia bergegas keluar namun belum sempat ia berjalan tubuh lemahnya tumbang begitu saja.


#flashback off


“Lanjutkan ceritanya..”titah Albert yang semakin terlihat serius mendengarkan setiap kalimat yang di ucapkan oleh Wijaya.


“Putri ku menceritakan semua kejadian yang ia alami..kami sangat marah dan berusaha mencari seseorang yang telah berani memperkosa putri kesayangan kami..namun usaha kami sia-sia,semua rekaman CCTV yang ada di hotel itu telah hilang dan polisi tidak dapat mengusut kejadian itu karena tidak adanya bukti..kami merasa gagal menjadi orang tua..”ucapan Wijaya kembali terhenti karena saat ini ia kembali menangis.


“Beberapa hari setelah kejadian itu..putri kami menjadi seseorang yang pendiam dan lebih memilih berdiam diri di dalam kamar..segala macam cara kami lakukan agar mengembalikan dia seperti dulu lagi namun semua usaha kami sia-sia..hingga pada bulan berikutnya ia mengalami muntah-muntah dan menurunnya nafsu makan..kami mengira ia mengalami masalah pada lambungnya namun setelah kami periksa ke dokter dia tidak mengalami keluhan pada bagian lambung hingga sang dokter menyarankan kami untuk ke bagian dokter Obgyn..”Wijaya menghela nafas sejenak sembari melirik ke arah Albert.


“Dokter spesialis Obgyn?”Gumam Albert


“Kami mengikuti anjuran beliau namun saya dan juga istri sudah takut saat itu..kami takut ketika apa yang ada di dalam pikiran kami benar adanya..setelah diperiksa selama beberapa menit,dokter menjabat tangan kami sembari berkata “selamat kalian berdua akan segera memiliki cucu”..kami benar-benar terkejut dan takut hal ini akan semakin membuatnya frustrasi..”


“Tunggu..maksudmu Emily hamil?”tanya Albert


“Benar tuan”


“Lanjutkan”


“Kami mencoba memberitahu kenyataan ini kepadanya..awalnya kami takut ia tidak bisa menerima semua ini namun siapa sangka ketika kami mengatakan hal itu,wajahnya di hiasi senyuman yang sudah sangat kami rindukan,mata nya berbinar sembari mengelus perutnya yang masih rata..”Jelas Wijaya.


“Itu berarti dia melupakan semua kejadian itu?”Albert semakin penasaran kali ini.


“Tidak..dia tidak melupakan kejadian itu namun dia menerima sesuatu yang mulai tumbuh dengan cepat di dalam perutnya...Selama sembilan bulan lamanya kami menemani putri kami melewati masa-masa sulit kehamilan,hingga pada tanggal 3 bulan 3 putri kami mengalami kejadian mengerikan di masa hidupnya..”air mata Wijaya dan jesica tak henti-henti nya berlinang mengingat semua yang telah mereka lalui selama ini.


“Kejadian mengerikan apa maksud kalian?”


“Putri kami mengalami kecelakaan saat keluar mencari perlengkapan bayi..mobil yang di tumpangi putri dan supir yang bekerja di rumah kami mengalami rem blong dan menabrak pohon..kami menyusul ke rumah sakit tempat ia ditangani..sesampainya disana kami di suguhkan dengan berita buruk..cucu pertama kami dinyatakan meninggal di dalam kandungan..”


Albert tertegun mendengarkan kalimat terakhir Wijaya,sungguh ia tidak menyangka bahwa Emily mengalami masa yang begitu sulit.


“Lalu..apa yang terjadi selanjutnya?”


“Dunia kami seakan runtuh mendengar kabar itu..putri kami sangat menantikan sang calon bayi namun Tuhan berkata lain..ia mengambil cucu kami begitu cepat..setelah itu putri kami mengalami koma selama 1 bulan lama nya dan ketika ia sadar,dokter menyatakan ia mengalami amnesia retrograde atau dalam bahasa keseharian ia mengalami kehilangan ingatan atas kejadian di masa lalu secara total..kami merasa Tuhan sedikit membantu kami karena jika tidak bagaimana bisa kami menjelaskan keadaan yang saat ini terjadi kepadanya.”Wijaya menghentikan ceritanya dan menangis sesenggukan.


“Baiklah aku rasa ini sudah cukup..boleh aku tahu dimana tempat cucu kalian di makamkan..aku ingin kesana dan memastikan sesuatu?”tanya Albert


“Di pemakaman keluarga kami yang berada di pinggir kota..batu nisannya bertuliskan nama junior Wijaya”jawab Wijaya.


“Baiklah tuan Wijaya..kau tidak perlu mengkhawatirkan keadaan putri mu karena aku selalu berada di sisinya..mungkin aku akan membantu mu menemukan seseorang yang kau cari selama ini”ucap Albert sembari berdiri dari posisi duduknya.


“Tuan dan nyonya kami permisi undur diri”ucap Clifton mewakili sang tuan.


Mobil Albert sudah melesat meninggalkan kediaman Wijaya.Jujur saja kedatangan Albert saat ini membuat luka lama keluarga Wijaya kembali terbuka.Namun ada sedikit cahaya di dalam hidup mereka ketika mendengar kalimat terakhir Albert.


“Hotel Stars..seperti aku harus memastikan sesuatu”gumam Albert


Ia merogoh ponsel miliknya di saku jas yang ia kenakan dan menghubungi seseorang.


“Hallo Albert..apakah kau sudah mencari tahu tentang hal itu?”suara Dannis dari seberang.


“Aku ingin kau mengirimkan video itu kepada ku”titahnya


“Sesuai perintahmu tuan Albert”ucap Dannis


Albert menutup sambungan teleponnya dan kembali fokus kepada sesuatu yang mengganjal di dalam hati nya.


“Clifton kau utus beberapa anak buahmu untuk pergi ke makam keluarga Wijaya dan bongkar makam bayi yang bernama junior Wijaya setelah itu bawa ke rumah sakit milik Dion dan tunggu perintah selanjutnya dari kU”titahnya


“Baik tuan segera saya laksanakan”jawab Clifton.


Albert memijit pelan pelipisnya,sungguh ia merasa sangat pusing memikirkan teka teki yang begitu rumit.


30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion.Albert melonggarkan sedikit dasi yang ia kenakan agar merasa sedikit lega.Bergegas ia masuk ke dalam mansion dan naik ke lantai atas.Di pertengahan tangga menuju lantai atas ia bertemu dengan Willy sang kepala pelayan.


“Selamat sore tuan”sapa Willy


“Sore Willy.”ucap Albert membalas sapaan Willy sembari tetap melangkah menaiki anak tangga.


“Tunggu Willy..”pinta Albert


“Ada apa tuan?”


“Aku mempunyai sebuah tugas untukmu..”


“Apapun itu saya siap taun..”


“Awasi pergerakan mommy dan perempuan itu dan ingat jangan sampai mereka curiga sedikitpun”perintah Albert


“Baik tuan”


Setelah memberikan perintah kepada Willy,Albert kembali melangkahkan kaki menuju lantai atas.Ia ingin pergi ke kamar miliknya namun ketika melewati kamar Emily,ia merasa ada sesuatu yang membuatnya ingin masuk kesana.


Albert membuka pintu secara perlahan,ia tersenyum ketika mendapati wanita yang sudah mengisi hati nya itu tertidur pulas.Albert masuk dan mendekat ke arah ranjang.Dia hanya berniat melihat keadaan Emily,namun entah kenapa ia sangat ingin ikut tidur di samping Emily.


“Maaf jika aku sering menyakiti mu..tapi mulai saat ini aku tidak akan pernah menyakiti mu lagi”ucap Albert sembari membaringkan diri di sebelah Emily


Cup..


Albert mengecup pucuk kepala Emily dan memeluknya erat sampai tak terasa mata nya telah terlelap.


Emily mengerjap perlahan ketika merasakan sesuatu yang berat menindih tubuhnya.Ketika melihat ke arah samping,ia sedikit terkejut dan ingin berontak.Namun ketika melihat wajah Albert yang begitu damai terlelap di sampingnya membuat ia mengurungkan niatnya dan memilih untuk kembali melanjutkan tidurnya.


Bersambung...


✨Mau lanjut lagi?