The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 50



#happyreading


Emily hendak berlari keluar dari kamar Albert dengan baju yang masih basah,namun ia menyadari sesuatu ketika tidak sengaja melintas di depan cermin.Tubuhnya benar-benar terekspos dengan sempurna karena baju yang ia kenakan tipis ditambah lagi baju itu sudah basah.


Ia mencoba berpikir sejenak untuk mencari cara agar bisa keluar dengan aman.Tidak butuh waktu lama ia menemukan sebuah ide cemerlang.Emily bergegas menuju lemari pakaian Albert untuk mencari baju.


“Apa tuan Albert tidak akan marah jika aku meminjam satu stel bajunya?”dialog Emily


Akhirnya ia menemukan satu baju yang menurutnya cocok untuk dirinya saat ini.sweter dengan panjang selutut berwarna putih ia pilih untuk menutupi tubuh polosnya.


Selesai mengganti baju,ia mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar itu,ia memilih menunggu Albert keluar dari kamar mandi.


Tidak lama kemudian seseorang yang ditunggu-tunggu keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.Rambut basah dan bentuk tubuh atletis menambah ketampanan Albert terlihat begitu sempurna di mata Emily.Jantung Emily kembali berdetak kencang saat ini,ia benar-benar terpesona dengan tubuh sempurna tuannya.


“Sepertinya aku benar-benar telah jatuh cinta kepada tuan Albert”gumamnya dalam hati.


“Kenapa kau masih berada di kamar ku?..dan ini siapa yang mengijinkanmu memakai bajuku?”tanya Albert ketus


Emily sadar dari lamunan nya,ia mulai terlihat gelapan saat mendapat pertanyaan dari Albert.


“Ah..itu tuan saya tidak mungkin keluar dengan baju basah tadi,jadi saya berinisiatif meminjam baju tuan.”jelasnya dengan wajah yang merona merah.


“Memangnya kenapa jika kau keluar dengan baju basah mu itu?”tanya Albert dengan nada sedikit menggoda,berjalan ke arah Emily yang masih berdiri di samping ranjang.


“Itu..itu tuan..apa..tubuh saya terlihat sangat itu..aakhhh saya malu tuan”Emily sedikit frustrasi karena ia benar-benar sangat malu.


Deg..deg..deg..


Emily semakin dibuat gugup karena Albert sudah semakin dekat dengannya.Ia menautkan kedua tangannya untuk mengusir rasa gugupnya.Mata indahnya membulat sempurna ketika Albert mendekati wajahnya dan blush wajahnya semakin merona,tanpa komanda Emily tiba-tiba memejamkan mata ketika wajah Albert begitu dekat.


“Apa kau menyukai sentuhanku tadi”bisik Albert di telinga Emily dengan nada sensual.


Dan dengan polosnya kepala Emily mengangguk.


“Eehh..maksud saya tidak tuan”sedikit gelagapan karena reaksi tubuhnya benar-benar menentang dirinya.


“Hahahaha dasar gadis mesum”ledek Albert diiringi dengan gelak tawa.


Emily hanya bisa melongo karena ia benar-benar di buat malu kali ini.Kali ini ia benar-benar tidak terima karena merasa telah di permainkan oleh Albert.Ia berjalan ke arah laki-laki itu dan menyentuh lengannya dengan sentuhan lembut.


“Tuan..apakah luka mu tidak ingin di obati terlebih dahulu?”suara Emily benar-benar terdengar begitu lembut di telinga Albert hingga bayangan kejadian di kamar mandi kembali melintas di pikirannya.


“Baiklah saya permisi tuan”melangkahkan kaki menuju pintu keluar,tidak lupa sedikit memberi sentuhan pada punggung Albert.


“Rasakan pembalasanku”gumamnya dalam hati sembari berlari menuju pintu keluar.


“Aakkhhhhh...”teriak Albert karena gadis itu benar-benar mengisi pikirannya saat ini.


Segera ia mengambil ponselnya yang berada di atas meja untuk menghubungi seseorang.


“Datanglah ke kamarku”perintahnya.


“Aku sudah berada di depan kamarmu 30 menit yang lalu.”teriaknya Dion dari balik pintu.


Tanpa perlu meminta ijin lagi,ia masuk ke dalam dan mengeluarkan seluruh peralatannya.


“Ada apa dengan gadis yang baru saja keluar dari kamar ini?”tanya Dion sedikit menggoda.


“Fokus saja ke tanganku”ketus Albert


“Siapa yang berani melakukan hal ini kepadamu?...apa dia sudah bosan hidup?”tanya Dion serius


“Aku belum bisa memastikan siapa dalang di balik semua ini...tapi aku mencurigai Justin saat ini”jelasnya sambil menahan sakit ketika luka nya mulai di bersihkan.


“Justin?....bukankah dia hanya seorang pengusaha kecil...apa tujuannya melakukan hal ini padamu?”dengan tangan yang masih berkutat di lengan milik Albert


“Aku belum tahu tujuannya apa...tapi jika benar ia adalah pelaku nya maka aku tidak akan segan untuk memenggal kepalanya”sebuah smrik khas mafia terukir di wajahnya.


“Mmmm apa kau mau aku menyuntikkan obat bius?....karena luka mu harus segera di jahit”


“Tidak perlu..aku ingin merasakan sakitnya”titahnya


Bersambung....


*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*


Semakin banyak masukan


*semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*