
✨Happy reading✨
Hari yang dinanti oleh Emily telah tiba,sesuai rencana ia akan pergi mengunjungi kedua orang tuanya setelah jam pulang kerja.Suasana di dalam mobil yang membawa 4 orang menuju perusahaan begitu sepi,tidak ada dari mereka yang ingin membuka pembicaraan.
“AL..mungkin nanti aku akan pulang lebih awal karena aku tidak ingin pulang ke mansion terlalu malam”ucap Emily membuka pembicaraan
“Maaf aku tidak bisa mengantarmu”Albert menatap ke arah Emily
“Tidak apa..aku ingin memberikan kejutan untuk kedua orang tua ku dan mereka pasti sangat senang”ucap Emily tersenyum manis.
Sedangkan di kursi penumpang bagian depan,seorang wanita tengah memasang kupingnya agar mendengar obrolan kecil yang terjadi di kursi bagian belakang.
“Sepertinya ini kesempatan untukku”gumam Clara dalam hati.
Clara tersenyum sinis menatap lurus ke arah depan,dan tentu saja Clifton melirik ke arah Clara ketika mendapati senyum sinis Clara.
“Kau terlalu meremehkan tuan Albert nona”gumam Clifton dalam hati.
Aktivitas di perusahaan terlihat kondusif.Semua karyawan terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing terkecuali wanita yang berada di meja paling pojok,sedari tadi ia hanya melamun entah memikirkan hal apa.
“Sebaiknya aku memberitahu dia secepat mungkin agar dia bisa bersiap-siap”gumamnya dalam hati.
Waktu kebetulan menunjukkan jam makan siang sehingga Clara bisa leluasa meninggalkan meja kerja nya.Ia pergi ke kantin perusahaan untuk bertemu dengan seseorang secara diam-diam.
“Hai..”sapa Clara.
“Hello nona”balas sang lelaki.
Mereka berdua duduk berhadapan dengan makanan yang sudah tersedia di atas meja.
“Bagaimana?”tanya sang lelaki mendahului
“Lakukan hari ini di jam pulang kerja,aku sempat mendengar pembicaraan mereka dan wanita itu akan pergi ke rumah orang tua nya jadi kau gunakan kesempatan itu”ucap Clara sembari terus menikmati makanannya tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
“Baiklah..aku sudah memikirkan cara untuk itu”jawab sang lelaki dengan melakukan hal yang sama.
Dari kejauhan sepasang mata mengawasi pergerakan mereka,lebih tepatnya sang wanita.
Di tempat lain,Albert dan Emily juga sedang menikmati makan siang mereka.Seperti biasa Albert akan bersikap manis ketika mereka berduaan.
“Kenapa kau tidak menghabiskan makan siangmu honey?”tanya Albert yang melihat piring Emily masih penuh dengan makanan.
“Aku sudah kenyang AL..aku jadi tidak berselera makan karena aku sudah tidak bertemu dengan kedua orang tuaku”jelas Emily
“Heeyy..jawaban seperti apa itu..apakah tidak berbalik?..biasanya orang-orang akan bernafsu makan karena mereka senang bukan?” Albert mengernyitkan dahinya ketika mendengar alasan Emily.
“Mungkin aku berbeda”jawab Emily singkat.
“No..habiskan makananmu atau kau tidak akan pergi ke rumah orang tua mu”perintah Albert
“Ternyata tuan Albert masih suka mengancam”sindir Emily.
“Hhmmm baiklah akan aku habiskan”Emily akhirnya mengalah dan memakan sisa makanan yang ada di piringnya.
Waktu terus bergulir dengan cepat,hingga tak terasa jam telah menunjukkan pukul 5 sore dan itu artinya para karyawan akan membereskan barang mereka lalu pulang ke rumah masing-masing.
“Persiapkan sekarang juga..sepertinya wanita itu akan segera keluar”
Begitulah isi pesan dari Clara untuk kekasihnya.Sedari tadi ia hanya melihat ke arah pintu ruangan Albert sembari berpura-pura mengerjakan sesuatu.
Sedangkan didalam sana,Emily telah selesai membereskan meja kerja nya lalu pergi menghampiri meja Albert.
“AL..tidak apa jika aku mendahului mu?”tanya Emily
“Tidak apa honey..nanti aku akan menyusulmu di mansion”jawab Albert sembari menarik pinggang Emily.
Tentu saja perlakuan manis itu membuat wajah Emily merona merah.
“Bolehkah aku pergi sekarang?”tanya Emily memalingkan wajahnya karena saat ini Albert tengah menatapnya.
“Tentu..tapi berikan aku hadiah untuk ijin yang aku berikan padamu”ucap Albert sembari mengedipkan salah satu matanya.
Emily mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti dengan kata-kata Albert.
Cup..
Albert mencium pipi Emily untuk memberitahu Emily maksud dari kalimat yang ia ucapkan.
“Apa kau sudah mengerti?”tanya Albert sedikit menggoda.
Emily menganggukkan kepala dengan wajah yang semakin merah bak kepiting rebus.
Cup..
Emily mencium pipi Albert seperti yang Albert lakukan.
“Kau boleh pergi”ucap Albert
Cup..
Sekali lagi Emily memberikan kecupan manis kepada Albert dan berlari menuju pintu keluar.
Ceklek...
Pintu ruangan Albert telah terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik tengah berlari menuju lift VIP.
“Dia sudah keluar”
Clara kembali mengetikkan pesan untuk seseorang dan setelah itu ia pergi menyusul Emily turun.
Bersambung....