The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 84



#Happyreading


Mobil yang dikendarai Albert berhenti tepat di depan pintu mansion miliknya.Mereka sampai dengan lebih cepat dari sebelumnya karena wanita yang berada di kursi penumpang terus menerus meminta agar laju mobil dipercepat.


Setelah mendengar semua cerita dari sang kakak,Emily begitu terburu-buru ingin kembali ke mansion.Albert tidak menanyakan alasannya karena ia sudah tahu jika hal itu pasti akan terjadi.


“Cepat AL..aku ingin bertemu Leon”ucap Emily yang sedari tadi terus memerintah Albert.


“Kenapa kau begitu tidak sabaran”gerutu Albert yang sedikit pusing ketika Emily terus saja memerintahnya.


“Ck...kau tidak akan mengerti perasaanku”protes Emily.


Dengan gerakan pelan,Albert meletakkan Emily di kursi roda.


Di dalam mansion,terlihat jelas raut wajah ke khawatirkan dari 2 orang wanita.Jujur Mora masih memikirkan ucapan sang kepala pelayan Willy.Apakah benar Albert akan marah besar?


“Aunty..aku takut”gerutu Clara


“Diamlah..kau membuatku pusing..kau pikir aku tidak takut saat ini”ucap Mora dengan nada tinggi.


Mereka berdua memilih tetap berada di dalam kamar saat ini.Ketika suara mobil Albert mulai terdengar,dengan segera Clara mengintip dari jendela kamar.


“Aauu..Aunty lihat”ucap Clara gugup


“Ada apa?”tanya Mora penasaran


Mora yang merasa penasaran ikut mengintip dari balik jendela.


“Kkee..kenapa wanita itu bisa bersama Albert?”Mora semakin takut ketika melihat Emily bersama Albert


“Sepertinya wanita itu telah menipu kita Aunty”ucap Clara memanasi Mora


“Kurang ajar..wanita itu benar-benar tidak bisa dipercaya”geram Mora


Albert dan Emily kini masuk kedalam mansion.Mereka di sambut oleh para pengawal dan juga maid.


“Clifton..setelah ini panggil mereka untuk menghadap ke ruanganku”perintah Albert.


“Cckk..cepat AL..aku ingin bertemu Leon”ucap Emily yang sudah tidak sabar.


“Jika kaki kU tidak sakit..aku tidak akan memohon-mohon padanya”gumam Emily dalam hati.


“Wahhh nona Emily memang luar biasa..nona berani memerintah tuan seperti itu”gumam Clifton dalam hati


Albert menuruti keinginan dari wanitanya dan dengan langkah panjang ia melangkah menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai atas.


“Albert cepat buka pintu”lagi-lagi Emily memerintah Albert.


“Aku ampuni kau kali ini”gumam Albert dalam hati yang sudah merasa kesal karena sedari tadi Emily terus memerintahnya.


Pintu kamar Leon sudah terbuka lebar,nampak jelas seorang anak laki-laki tengah bermain bersama Jessi.


“Leon..”lirih Emily


Sungguh ia tidak bisa berkata-kata saat ini,hanya air mata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya dia saat ini.


“Mommy...”teriak bocah laki-laki itu sembari berlari kecil ke arah Emily.


Emily begitu bahagia saat ini karena ia bisa bertemu dengan seorang anak laki-laki yang ia anggap telah pergi meninggalkannya 5 tahun silam.


“Apakah aku sedang bermimpi”gumamnya lirih.


“Kau tidak sedang bermimpi...ini nyata”jawab Albert yang mendengar gumaman Emily.


Air mata kebahagiaan menetes dari matanya.


“Kenapa mommy duduk di kursi loda?”tanya bocah laki-laki itu sembari berdiri di hadapan Emily dengan tatapan bingung.


“Mommy menangis?”tanya nya lagi.


“Ada apa denganmu kakak ipar?”tanya Jessi yang ikut bergabung bersama mereka.


“Aku tidak apa-apa”jawab Emily dengan senyum di wajahnya.


“Tidak mungkin..semalam kau tidak ada di dalam kamar dan sekarang kau duduk di kursi roda dengan kaki yang diperban..apakah ini bisa dibilang baik-baik saja?”Cecar Jessi yang kesal karena sang kakak ipar tak mau berkata jujur.


Karena Emily tetap diam dan enggan menjawab pertanyaannya,jesssi melirik tajam ke arah Albert.


“Aku akan menjelaskan padamu setelah ini”jawab Albert yang seakan tahu apa arti dari tatapan sang adik.


Albert memberi sedikit kode kepada Jessi dengan melirik ke arah pintu.Tentu saja Jessi mengerti kode itu.


“Fine...kakak ipar aku akan pergi keluar sebentar untuk mengambil camilan..jika terjadi sesuatu kau bisa Memanggilku maka aku akan dengan senang hati membantu mu”ucap Jessi dengan menatap tajam ke arah Albert karena ia telah diusir secara halus.


Emily menganggukkan kepala pelan dengan senyum tulus di wajahnya.


Setelah Jessi keluar dari ruangan itu,Emily kembali menatap Leon dengan tatapan yang berbinar.


“Kemarilah..duduk disini”pinta Emily sembari menepuk pelan pangkuannya.


“No mom..aku tidak mau menyakiti mommy”tolak Leon yang melihat perban di kaki Emily.


“Tidak..ini sama sekali tidak terasa sakit..duduklah”pinta Emily sekali lagi.


Leon nampak ragu dan ia melihat ke arah sang ayah untuk meminta ijin dari nya.


Sebagai jawaban atas tatapan sang anak,Albert mengangkat tubuh Leon dan meletakkannya di pangkuan Emily.


“Leon,..you're my son”ucap Emily lirih dan langsung memeluk sang putra dengan erat.


“Mommy..”panggil Leon karena anak itu merasakan sesuatu mulai mengalir di bagian bahunya.


“Why are you crying?”tanya Leon yang merasa bingung.


“Kau adalah putraku”Emily melerai pelukannya dan memegang wajah sang putra sembari menatapnya lekat.


Leon masih terdiam tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi,kenapa ibu nya menangis?..dan kenapa ibu nya mengucapkan kalimat seperti itu..masih banyak pertanyaan yang terselip di dalam otaknya saat ini.


“Kau putra kU Leon..kau putra kandungku”ucap Emily dengan berlinang air mata,sungguh ia merasa sangat bahagia saat ini.


“Mommy...”panggil Leon sembari melirik ke arah Albert.Anak kecil itu takut jika rahasia di antara mereka bisa saja terungkap namun tanpa sepengetahuan Leon,Albert sudah mengetahui semuanya.


“Dengarkan mommy..mommy adalah ibu kandungku Leon dan kau adalah darah dagingku..mungkin saat ini kau belum mengerti dengan apa yang mommy katakan tapi suatu saat nanti kau akan mengerti dengan semua ini”jelas Emily kepada sang putra.


“Maksud mommy,Leon bukanlah anak mommy Emilia?”tanya Leon yang mulai mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Emily.


“Iya kau adalah anak mommy Emily”ucap Emily dengan senyum merekah.


“Mommy...”teriak Leon sembari memeluk erat sang ibu.


Tersemat sebuah senyum di wajah Albert saat ini,menyaksikan betapa bahagianya 2 orang yang sangat ia sayangi.


“Apakah daddy boleh bergabung?”tanya Albert


“No dad!!!”tolak Leon tegas.


“Why?”tanya Albert sembari memasang wajah bingung.


“Mommy punya Leon jadi daddy tidak boleh memeluk mommy”ucap anak kecil itu dengan polosnya.


Tentu saja Albert tidak marah,wajah Marah Leon terlihat begitu gemas dimata Albert.


Bersambung...


✨Yyeyy Happy ending🥳✨