
✨Happy reading✨
Sesuai rencana,Emily akan pulang mendahului Albert Clara dan Clifton.Mobil yang membawanya telah sampai di depan mansion.
“Baiklah..akting sedih”gumam Emily dalam hati sembari menarik nafas panjang.
Dengan langkah gontai,Emily masuk kedalam mansion dan disambut oleh pengawal di depan pintu.Namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti ketika seseorang datang menghampirinya.
“Lihatlah kau sudah seperti seorang pengemis yang tidak mendapat makan..”ledek Mora yang tahu bahwa Emily pulang seorang diri.
Emily hanya diam menanggapi ledekan sang calon mertua.Sebelum pulang Albert telah mengatakan padanya agar tetap diam dan tidak melawan Mora.
“Kasian sekali nasibmu..sebentar lagi anakku akan mengusirmu dari mansion ini karena jal*ng sepertimu memang tidak pantas berada di sini”tak henti nya Mora mengejek Emily yang terlihat diam sedari tadi.
“Maaf ibu..aku sangat lelah..jadi aku mohon pamit untuk pergi ke dalam kamar”ucap Emily menundukkan kepala sembari berjalan menuju lantai atas.
Tak berselang lama,mobil yang ditumpangi Albert tiba di mansion.Para maid dan pengawal berkumpul untuk menyambut sang majikan.
“Aunty..”sapa Clara dengan senyum merekah.
“Hallo sayang..bagaimana hari ini?...apakah melelahkan?”tanya Mora sembari menghampiri Clara.
“Tidak Aunty..hari ini sangat menyenangkan”jawabnya
Mora mengalihkan pandangannya ke arah Albert.Terlihat jelas wajah Albert yang badmood hari ini,namun hal itu membuat Mora merasa senang karena mengira rencananya akan berjalan lancar.
“Bersiaplah..temani Albert malam ini”ucap Mora
“Baik Aunty”
Semua orang mulai meninggalkan tempat itu dan pergi ke meja makan untuk menikmati hidangan makan malam.
Mereka mulai duduk di posisi masing-masing,namun ada sedikit yang berbeda karena Emily tidak ikut makan malam bersama mereka.
“Albert kau ingin makan sesuatu?”tanya Clara dengan nada manja
“Sepertinya aku tidak berselera makan”ujar Albert lalu berdiri meninggalkan meja makan.
Clara ingin beranjak untuk menyusul Albert ke atas namun di cegah oleh Mora.
“Siapkan saja dirimu..biarkan dia membersihkan diri”ujar Mora sembari memakan hidangan yang ada.
Tepat pukul 10 malam,Albert berdiri di balkon ruang kerjanya ditemani oleh segelas anggur.Ia menatap lurus ke arah langit malam yang bertabur bintang sembari meneguk anggur sedikit demi sedikit.
Tok..tok..tok..
“Albert..bolehkah aku masuk kedalam?”tanya Clara
“Masuklah”
Clara semakin merasa senang karena Albert tidak menolaknya.Berbekal 2 gelas anggur yang dibawa dari dapur,ia berjalan ke arah balkon tempat Albert berdiri saat ini.
“Minumlah..ini anggur khas negaraku”ucap Clara menyodorkan segelas anggur untuk Albert
Tanpa rasa curiga sedikit pun Albert menegak habis anggur yang ada di dalam gelas itu.Clara tersenyum senang saat targetnya sudah masuk ke dalam perangkat.
Disisi lain Clifton terkejut dengan apa yang ia temukan di tong sampah yang berada di dapur.Sebuah bungkus obat yang tak lain adalah obat perangsang.
Sedari tadi ia terus mengawasi gerak gerik Clara melalui pantaun CCTV yang ada di mansion.
“Ini gawat..aku harus segera mengurus ini semua”Clifton bergegas menyusun rencana karena semua ini diluar dugaannya.
Ia mengira Clara hanya akan menjebak Albert dengan rayuan tanpa harus menggunakan obat laknat itu tapi ternyata wanita itu benar-benar licik.
“Bawa masuk laki-laki itu..tunggu di depan ruang kerja tuan Albert”perintah Clifton melalui sambungan telepon.
“Willy..pastikan nyonya,nona Jessi,dan tuan muda tidak keluar dari kamarnya dan pergilah pantau terus keadaan tuan melalui monitor”perintahnya kepada kepala pelayan yang ikut dalam rencana itu.
Willy mengangguk dan segera memberikan perintah untuk anak buahnya agar mengunci ruangan lainnya.
Clifton berlari menuju atas untuk membantu tuannya lepas dari jeratan rubah betina.
Di sisi lain,Albert mulai merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya saat ini.Suhu tubuhnya berubah menjadi panas dan gairah nafsu nya tiba-tiba muncul.
“Sial sepertinya wanita ini menaruh sesuatu di minumanku”gumam Albert Dalam hati.
“Sepertinya obat itu sudah bereaksi”gumam Clara tersenyum senang karena Albert sudah menunjukkan tanda-tanda
Tanpa aba-aba Clara mendekat ke arah Albert dan mulai meraba dada bidang Albert.
“Albert aku ingin memberitahu mu sebuah rahasia”ucap Clara dengan tangan yang masih meraba dada Albert.
“A..apa itu..katakan”Albert berusaha menahan efek dari obat itu.
“Aku mencintai mu”ucap Clara sembari menatap Albert dan berusaha memeluknya
Bersambung....