The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 46



#happyreading


“Tuanku setuju dengan syarat yang kau ajukan”ucap chiko kepada wanita misterius yang ada di depannya saat ini.


“Baiklah..kapan rencana kalian akan dimulai?”mata tajamnya kini fokus menatap lawan bicara nya.


“Segera..untuk lebih pastinya aku akan menghubungi mu nanti”


Wanita itu hanya menjawab dengan anggukan kecil pertanda bahwa ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.


“Boleh aku bertanya sesuatu?”chiko memberanikan diri untuk menatap wanita yang sedari tadi tidak melepas atribut yang ia gunakan,masker topi jacket tebal semua itu masih melekat di tubuhnya.


“Katakan”kembali ia menyandarkan tubuhnya di kursi.


“Kenapa kau mau membantu kami..Sepengetahuanku kau adalah seorang yang akan bekerja dengan orang-orang bersih.”mengangkat salah satu alisnya menunggu jawaban dari wanita itu.


“Semua ini aku lakukan karena aku membutuhkan uang untuk membiayai kehidupanku nanti nya..dan juga aku ingin memberi pelajaran kepada seseorang yang berhubungan dengan lawanmu.”jelas wanita itu sembari berdiri dari posisi duduk nya.


“Mau pergi kemana kau?”chiko sedikit terkejut karena wanita itu tiba-tiba berdiri.


“Menurutku semua sudah selesai dan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan..jika rencananya sudah dimulai kau bisa menghubungiku”wanita itu berlalu pergi begitu saja meninggalkan chiko yang masih duduk menikmati minuman yang ia pesan.


*****


Di tempat lain Emily tengah disibukkan dengan tumpukkan berkas yang ia harus periksa satu persatu.Hari ini ia harus memiliki tenaga ekstra mengingat sang sekretaris dari tuannya yang maha kejam tengah sibuk mengurus tugas yang lain,alhasil ia harus mengambil pekerjaan double.


“Rasa nya aku ingin muntah saat ini”gerutu Emily.


Sekilas mata tajam Albert melirik ke arah Emily yang sedari tadi tengah sibuk dengan tugas yang ia berikan.Entah apa yang sedang ia pikirkan namun terlihat jelas saat ini ia tengah tersenyum ke arah Emily.


Ddrrttt...


Suara handphone miliknya membuat ia tersadar akan lamunannya.


“Apa kau sudah sampai di mansion?”tanya Albert kepada Clifton yang berada di seberang sana.


“.......”


“Baiklah aku akan segera kembali.”ia memasukkan kembali benda kotak itu kedalam saku jas nya.


“Kita kembali ke mansion”perintahnya tanpa melihat ke arah lawan bicara nya.


Albert mulai berdiri dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar,sontak Emily menjadi gelapan untuk membereskan semua pekerjaannya.


Kini mereka sudah sampai di loby perusahaan,kali ini Albert sendiri yang akan mengendarai mobil miliknya karena Clifton sedang menjalankan tugas lain dari nya.


Melaju dengan kecepatan sedang,mobil yang ditumpangi Albert memecah keramaian kota.Seperti biasa suasana akan hening,Albert maupun Emily sama-sama tidak ada yang membuka pembicaraan.Mereka lebih memilih untuk diam dengan pikiran masing-masing.


Sesekali Emily melihat ke arah jendela untuk menghindar dari tatapan Albert,beberapa kali ia melirik ke arah spion untuk sekedar mengalihkan perhatian.Namun secara tidak sengaja ia menyadari adanya kejanggalan pada 2 mobil yang berada di belakangnya.


Sedari tadi 2 mobil itu selalu berada tepat di belakang mobil mereka,hingga untuk yang kesekian kali nya ia meilirik ke arah spion,2 mobil itu masih berada di belakang mereka.


“Tuan sepertinya ada yang mengikuti kita”ucapnya sambil tetep fokus ke melirik ke arah spion.


Mendengar hal itu Albert mencoba mengikuti arah penglihatan Emily,dan benar saja tidak lama kemudian 2 mobil itu menyalip ketika merasa jalanan sudah mulai sepi.Albert menginjak rem nya dengan cepat ketika 2 mobil itu berhenti tepat di depan mobil Albert.


Orang-orang dengan pakaian serba hitam keluar secara bergantian.Dengan gerakan cepat Albert mengambil pistol yang berada di saku jacket nya.


“Pakai ini di saat kau merasa terdesak”ucapnya meletakkan sebuah pisau lipat di atas pangkuan Emily.


Lagi-lagi Emily harus bersiap untuk menghadapi hal yang seperti ini,tidak bisa dipungkiri bahwa kini dirinya sedikit terbiasa dengan adegan seperti ini.Suara tembakan,darah,teriakan bahkan terdengar sudah tidak asing di telinganya.


Dengan tekad yang kuat Emily menganggukkan kepala nya.Orang-orang itu mulai mendekat ke arah mobil mereka dengan menodongkan senjata tajam.


“Keluar...!!!”bentak salah satu dari mereka.


Ddoorr...!!!


Tembakan pertama melesat ke arah mobil Albert namun tidak berhasil melubangi kaca mobil itu.Seperti mendapat sebuah tantangan Albert tersenyum sinis dan melajukan mobilnya ke arah orang-orang itu.


“Tu..tu..tuan apa yang kau lakukan”Emily mulai merasa gugup karena kali ini tuannya benar-benar gila.


“Apakah malaikat mautku benar-benar sudah bosan bermain denganku?...dan ini astaga mobil mewah tuan akan hancur begitu saja?”gumam Emily dalam hati ketika mobil Albert benar-benar melaju ke arah orang-orang dan mobil yang berada di depan mereka.


Bersambung..


*Hallo readers jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen**💕💕*


Semakin banyak masukan


*semakin semangat untuk menulis**❣️❣️*