
#Happyreading
Disebuah kamar hotel yang dilengkapi dengan fasilitas mewah khas bintang lima,sepasang laki-laki dan perempuan tengah berbaring di ranjang masing-masing.Albert sengaja memesan kamar dengan 2 bed yang terpisah agar Emily bisa beristirahat dengan nyaman.Ia sangat tahu jika saat ini,Emily pasti menolak untuk berada dalam satu ranjang bersamanya.
Albert mulai menutup mata nya setelah membersihkan diri.Ia melirik sekilas wanita yang tengah bersusah payah untuk memejamkan matanya.Semua itu karena luka tembak yang Emily dapat mulai terasa sakit lagi.
“Sssttt..”rintihan Emily terdengar oleh telinga tajam Albert.
Beberapa kali Emily mencoba mencari posisi yang pas agar kaki nya terasa lebih nyaman.
“Apakah kaki mu terasa sakit?”tanya Albert dengan mata yang masih tertutup.
“Bagaimana dia bisa tahu?”gumam Emily dalam hati.
Karena tidak mendapat jawaban dari Emily,Albert bangkit dari tidurnya dan menghampiri Emily dengan berbekal 2 bantal.
Dengan santai nya ia mengangkat kaki Emily yang sedang terluka dan menyelipkan bantal di bawahnya.
Emily sedikit terkejut namun tidak melawan,ia membiarkan laki-laki itu berbuat sesuka hatinya.
Setelah berhasil membuat Emily merasa nyaman dengan posisinya,Albert meletakkan sisa bantal di samping bantal Emily dan berbaring setelahnya.
“Aa..apa yang kau lakukan?”tanya Emily sedikit gugup
“Aku ingin beristirahat,apa lagi”jawab Albert dengan santai sembari memeluk Emily dari samping.
“Hey..siapa yang mengijinkan mu untuk tidur disini”protes Emily.
“Sssttt..diam dan pejamkan matamu..karena besok pagi kita harus bangun lebih awal”jawab Albert dengan tangan semakin memeluk erat Emily
Emily memilih mengalah dan menuruti kata-kata Albert.
Tidak terasa waktu begitu cepat berganti,jam telah menunjukkan pukul 6 pagi dan Albert memutuskan untuk membuka matanya.Ia ingin meregangkan badannya sejenak namun tiba-tiba ia merasakan tangan seseorang tengah memeluknya saat ini.
“Ternyata kau begitu nyaman dengan posisi seperti ini”gumam Albert sembari mengulum senyuman.
Tidak ingin berlama-lama ia melepas pelukan Emily dengan perlahan agar wanita itu tidak terganggu dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ditempat lain,Mora sangat terkejut pagi ini karena mobil yang dikendarai Emily terparkir rapi di depan pintu masuk mansion.
“Kenapa mobil ini bisa berada disini?”Gumam Mora
“Apakah wanita itu telah menipuku?”Mora masih berdialog dengan diri nya sendiri.
“Persiapkan diri anda nyonya karena tuan Albert telah berhasil menyusul nona”jawab Willy yang datang dari arah belakang.
“Kenapa aku harus mempersiapkan diri..aku sudah melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan sejak dulu”Mora mencoba menenangkan diri nya saat ini.
“Benarkah?...kita lihat saja nyonya..apakah tuan bisa menerima alasan nyonya..permisi”Willy membungkukkan badannya lalu berlalu meninggalkan Mora yang masih diam mematung.
“Albert tidak mungkin marah denganku”ucap Mora sembari pergi ke dalam kamarnya.
Albert dan juga Emily telah siap untuk pergi dari hotel tempatnya menginap.Tidak lupa Albert memesan sebuah kursi roda untuk ia pakai di mansion Damian nanti.
Ya..pagi ini mereka akan berkunjung ke mansion Damian.Albert sudah memutuskan untuk mempertemukan Emily dengan Emilia.
Mobil mewah Albert berhenti tepat di depan sebuah mansion yang tak kalah megah dari mansionnya.
“Wah..mansion ini tak kalah megah dengan mansion milik Albert”gumam Emily yang kagum dengan bangunan yang ada di depan matanya.
Albert turun terlebih dahulu dan mengeluarkan kursi roda dari bagasi belakang.Ia mengangkat tubuh Emily lalu meletakkannya di kursi roda.
“Aku ingin bertemu dengan Damian”ucap Albert kepada salah satu pengawal.
“Baik tuan..silakan menunggu di dalam”ucap sang pengawal.
“Selamat datang tuan Albert”sapa Louis sembari menundukkan kepala nya.
“Aku ingin bertemu dengan Damian”
“Baik tuan..saya akan memanggilkan tuan Damian..silakan duduk tuan”Louis mempersilakan Albert untuk duduk lalu pergi menuju ke lantai atas.
Setelah beberapa menit menunggu,tuan rumah pun turun dengan baju tidur yang masih melekat di tubuhnya.
“Apakah berkunjung ke mansion ku sudah menjadi kebiasaan baru mu saat ini?”sindir Damian dari arah tangga.
Albert memilih diam tidak menanggapi sindiran dari sahabatnya.
“Apakah ada sesuatu yang mendesak hingga kau datang sepagi ini ke mansionku?”tanya Damian sembari duduk di sofa.
“Ada yang ingin bertemu dengan mainanmu”ucap Albert sembari menatap Emily.
Damian melirik sekilas ke arah Emily dan setelah itu ia mengerti maksud dari ucapan Albert.
“Louis antarkan gadis ini ke lantai atas”perintah Damian.
Emily melihat Albert sekilas karena tidak mengerti dengan semua yang dikatakan Albert dan juga Damian.
“Aku akan ikut bersama nya”ucap Albert lalu berdiri di belakang kursi roda Emily.
“Silakan tuan..”Louis mengarahkan Albert dan Emily menuju lift yang ada di mansion itu.
Kini mereka bertiga sudah memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai atas.Hingga tak beberapa lama setelah itu mereka sudah sampai di depan pintu kamar Emilia.
“Masuklah..dan jika terjadi sesuatu kau bisa berteriak”ucap Albert sembari membuka pintu untuknya.
Emily mengangguk dan mulai masuk kedalam kamar itu.Ia menjalankan kursi roda itu dengan kedua tangannya.
Sesampainya di dalam,ia melihat seorang wanita tengah menyisir rambutnya menghadap ke arah cermin.Emily merasa tidak asing dengan sosok yang ada Dihadapannya saat ini hingga ia berinisiatif untuk memanggilnya.
“Kakak..”ucap Emily lirih.
Mendengar suara yang tidak asing baginya,Emilia menoleh ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya dia ketika seseorang yang sangat ingin dia temui berada di hadapannya.
“Eee..Emily”ucap Emilia terbata-bata.
“Ya ini aku kak..”tidak terasa air mata Emily luruh begitu saja.
Emily mencoba mendekat ke arah saudari kembarnya.Ia begitu terkejut ketika melihat keadaan kakaknya saat ini.Wajah pucat dengan mata yang bengkak,tubuh yang mulai kurus dan beberapa bekas luka sangat menonjol di kulit mulusnya.
“Apa yang terjadi kak?”tanya Emily lirih.
“Seperti yang kau lihat”jawab Emilia santai sambil menahan cairan bening yang sudah membendung di pelupuk matanya.
Bersambung....
Maaf jika aku meminta boom like dari kalian..semua itu aku jadikan mood boster untukku dalam menulis setiap Bab dari cerita ku💕
Banyak dari kalian yang ingin aku crazy up setiap harinya🙄sehingga aku memutuskan untuk memberikan kalian challenge sebagai imbalannya aku akan Up 3 Bab sekaligus dalam 1 hari😁
Jadi ketika kalian mengikuti challenge yang aku berikan dan kalian berhasil memenangkan challenge itu,aku merasa sangat tertantang sekaligus merasa senang karena kalian begitu antusias😊
Terima kasih juga untuk kalian semua yang sudah mendukung aku dari awal novel ini terbentuk💕
Salam
Author pemula dari Bali😘
BTW aku ini seorang perempuan ya gaes bukan laki-laki🤭