The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 86



#Happyreading


Suara derap langkah terdengar nyaring di telinga Mora saat ini.Sejak tadi pagi hati nya tidak tenang memikirkan sesuatu yang akan terjadi pada dirinya.


Tok...tok...tok...


Ketika pintu kamarnya membuat ia terlonjak kaget begitu pun dengan Clara.


Dengan langkah gontai,Mora beranjak membukakan pintu untuk seseorang yang berada di luar sana.


Ceklek...


“Selamat siang nyonya..”sapa Clifton sembari membungkukkan badannya untuk memberi hormat.


“Siang..ada apa?”tanya Mora


“Saya ingin menyampaikan pesan dari tuan Albert untuk nyonya dan juga nona Clara”ucap Albert


“Masuklah”Mora membukakan pintu dan berjalan mendahului Clifton.


“Katakan”ucap Mora sembari duduk di atas sofa.


“Nyonya pasti sudah paham kesalahan apa yang sudah nyonya lakukan..saat ini tuan sedang berbaik hati tidak menghukum kalian dengan berat..namun tuan memberikan sebuah peringatan pertama untuk anda..untuk 1 minggu kedepan,semua fasilitas anda akan dicabut,mulai dari ATM hingga kendaraan anda...tidak hanya itu,akses keluar masuk nyonya akan dibatasi..anda hanya boleh berada didalam mansion dan anda dilarang keras untuk meninggalkan mansion selama 1 minggu kedepan..”jelas Clifton


Mata Mora terbelalak mendengar semua penuturan Clifton.Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keseharian ya selama 1 minggu kedepan.Tanpa ATM dan tanpa pergi berbelanja untuk melepas penat.


“Tidak..ini tidak adil”protes Mora


“Maaf nyonya saya hanya menyampaikan pesan dari tuan Albert..dan satu hal lagi pesan khusus dari saya untuk nyonya..jangan pernah mencoba untuk berbuat lebih jauh lagi,karena jika itu terjadi,tuan Albert tidak akan mengampuni anda meskipun anda adalah ibu dari tuan Albert..”imbuh Clifton


“Albert begitu tega terhadap ibunya sendiri”gumam Mora kesal


“Saya rasa semua sudah jelas..jika tidak ada yang ingin nyonya tanyakan..tolong serahkan ATM anda”pinta Clifton sopan.


Dengan raut wajah yang kesal,Mora berdiri dan mengambil dompet yang berada di atas nakas,sedangkan Clara hanya bisa diam mendengarkan semua penjelasan Clifton.


“Ambil ini”ucap Mora memberikan beberapa kartu ATM miliknya kepada Clifton.


“Terima kasih nyonya..saya akan menyimpan ini dengan baik dan minggu depan saya akan kembalikan semua ini...saya permisi”Clifton pamit dari kamar Mora dengan kartu ATM di tangannya.


“Tenanglah Aunty..bagaimana kalau kita mulai jalankan rencana kita?”hibur Clara


“Benar..kita harus segera menendang wanita itu dari mansion ini dan juga dari sisi Albert.


Sedangkan disisi lain,sepasang sejoli tengah bermesraan setelah kedua nya saling menyatakan perasaannya masing-masing.


“Haah..hah...hah”terdengar deru nafas dari keduanya setelah mengakhiri ciuman panas mereka.


“AL..jangan sampai kau menindih kaki ku”ucap Emily yang mengingatkan Albert dengan kondisi nya saat ini.


“Aakkhhh..sial”gerutu Albert dalam hati.


“Jangan khawatir honey...aku tidak akan menyakiti mu walaupun seujung kuku pun”jawab Albert dengan mengecup singkat pipi mulus Emily.


“Baiklah nyonya wheeler..apakah saat ini anda sudah merasa lapar?”tanya Albert


“Oohh tentu saja..aku sudah sangat lapar”jawab Emily


“Apakah kau ingin aku membawakan makananmu ke dalam kamar?”tanya Albert sembari memainkan rambut panjang Emily.


“Tidak perlu..aku ingin memakan makan siang di meja makan”jawab Emily


“Apakah tidak apa?..kaki mu...”ucapan Albert langsung di potong dengan cepat oleh Emily.


“Aku hanya akan makan siang tidak berlari kesana kemari jadi aku rasa tidak ada masalah”jawab Emily cepat


“As wish you honey”Albert berdiri dari posisi duduknya dan mulai mengangkat tubuh Emily


Emily mencoba menggoda Albert dengan mengalungkan tangannya ke leher Albert dengan manja dan memberi kecupan mesra ke pipi Albert meskipun saat ini jantungnya tengah berdetak kencang.


“Oh astaga..kenapa aku menjadi liar seperti ini”gerutu Emily dalam hati


“Jangan coba-coba membangunkan singa yang tengah tertidur pulas honey”tegur Albert


“Uuppss sorry AL..aku tidak bermaksud”jawab Emily dengan sedikit tawa yang keluar dari bibirnya.


Bersambung.....