
✨Happy reading✨
Pengaruh obat perangsang yang Clara berikan semakin bereaksi.Dengan susah payah Albert menahan gairahnya agar tidak tergoda dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.
“Albert kau kenapa?..apa kau sakit?”tanya Clara berpura-pura khawatir
“Ayo kita duduk saja di sofa”Clara menggandeng tangan Albert lalu membawanya ke sofa.
“Apa badanmu terasa panas?..jika begitu aku akan membantumu untuk melepaskan baju yang kau pakai”tanya Clara dengan tangan yang mulai melepas kancing baju yang dikenakan Albert
“Tunggu..aku ingin pergi ke toilet sebentar”ucap Albert sembari berdiri.
“Ada apa?..tetaplah disini”pinta Clara sembari membuka kancing baju yang ia gunakan dan terlihat ada sesuatu yang memaksa untuk keluar.
Albert menelan ludahnya kasar,munafik baginya jika dalam keadaan seperti ini ia tidak tergoda.Namun demi cintanya kepada Emily,ia menahan semua itu dengan bersusah payah.
“Sebentar saja..aku ingin ke toilet”tolak Albert
Sesampainya di toilet dia merogoh saku celana dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Clifton.
“Wanita itu menaruh obat di minumanku..bawa masuk pria itu ketika aku menelponmu”perintah Albert kepada Clifton
Setelah selesai memberi perintah kepada Clifton,Albert keluar dari toilet dan langsung disambut oleh Clara.Albert sedikit terkejut melihat penampilan Clara yang sudah melepas baju yang ia gunakan.Yang tersisa hanyalah kain untuk menutupi bagian dada dan bagian bawahnya.
“Kemarilah Albert..apa kau tak ingin bersenang-senang denganku?”rayu Clara sembari berjalan ke arah Albert.
Albert semakin menelan ludahnya kasar,beberapa kali ia menggigit bibir bagian bawahnya agar tetap sadar.
“Tentu..tapi aku adalah tipe lelaki yang suka bermain dengan imajinasi..dan saat ini aku ingin menutup matamu dengan kain lalu mengikat tanganmu dengan sebuah dasi..itu akan jauh lebih menyenangkan”ucap Albert
Clara semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Albert.Dia begitu senang karena Albert menerima tawarannya.
“Sepertinya itu ide yang bagus...kemarilah ikat aku”ucap Clara menarik tangan Albert.
Tidak ingin membuang waktu,Albert mengambil 2 buah dasi dari dalam laci meja kerjanya.Ia mulai menutup mata Emily dan mengikat tangannya.
“Oh Albert sepertinya aku akan menyukai permainan ini”ucap Clara manja.
“Bersiaplah...satu lagi..selama bermain aku lebih suka diam jadi jangan pernah mencoba untuk mengajakku berbicara”ucap Clifton
“Seperti kemauanmu”
Merasa sudah aman,Albert mulai menelepon Clifton dan setelah itu masuklah seorang pria yang postur tubuhnya menyerupai dirinya.
“Lakukan tugasmu dengan benar...jangan pernah bersuara sedikit pun”bisik Albert di telinga sang pria.
Ketika sang pria sudah masuk,Albert keluar dari ruangan itu dan bergegas pergi ke dalam kamarnya untuk meredam sesuatu yang semakin bereaksi.
“Apakah anda bisa mengatasi semua ini tuan?”tanya Clifton yang khawatir melihat keadaan sang tuan.
“Aku akan mencoba nya..wanita itu menaruh obat sialan itu dengan dosis yang tinggi”gerutu Albert sembari terus berjalan ke arah kamar.
Ketika Albert sudah masuk,Clifton terlihat iba melihat perjuangan tuannya untuk menahan gairah yang sudah pasti sangat memuncak.Tapi dia mempunyai cara untuk mengatasi semua itu.
Tok..tok..tok..
Ia mengetuk salah satu kamar yang ada di mansion itu.
“Clifton...ada apa?”tanya Emily sembari mengusap matanya.
“Nona..maaf jika telah mengganggu anda..tapi saya ingin meminta bantuan anda”ucap Clifton ragu
“Katakan..mungkin aku bisa membantumu”
“Saat ini tuan sedang dalam masalah..nona Clara menjebak tuan dengan menaruh obat perangsang dengan dosis tinggi di minuman tuan..”jelas Clifton
“Apa!!..obat perangsang?”emily sedikit terkejut mendengar penjelasan dari Clifton
“Benar nona..dan saat ini tuan sedang berusaha menghilangkan efek obat tersebut tapi saya tidak yakin cara tuan akan berhasil dan hanya ada satu cara..”Clifton menggantung kalimat terakhirnya.
“Baiklah aku mengerti tanpa perlu kau jelaskan lagi cara itu.”ucap Emily dan langsung berlari menuju kamar Albert
Sesampainya di kamar Albert,Emily mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang ia cintai,hingga pandangannya tertuju pada ruangan yang berada di pojok kamar.Ia bergegas berlari kesana karena dia yakin Albert berada di dalam sana
“Honey...”jawab Albert dengan tubuh yang masih berada di dalam bathup
“AL..apa yang kau lakukan?”tanya Emily sembari menghampiri Albert
“Aku harus menghilangkan efek obat ini”jawab Albert
“Hey..ada aku..kau tak perlu melakukan ini”ujar Emily memegang wajah Albert dengan kedua tangannya.
Ia merasa kasian dengan keadaan Albert saat ini.Terlihat jelas obat itu begitu menyiksanya.
“Tidak..aku tidak ingin menyakitimu”jawab Albert menatap lekat wajah cantik Emily.
“Itu tidak benar..kau sama sekali tidak menyakitiku..aku yang memintanya kepada mu”Emily berusaha meyakinkan Albert
“Apa kau serius?”tanya Albert yang masih ragu
Emily menganggukkan kepala dan berhasil menbuat Albert percaya.
Albert bangun dari bathup dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya.Dan ketika ia berbalik,Emily mencium bibirnya,tentu saja Albert membalas ciuman itu dengan senang hati.
(UNTUK YANG DIBAWAH UMUR SKIP AJA)
Ciuman mereka semakin panas dengan lidah yang saling bertautan.Albert menggendong tubuh Emily dan membawanya ke atas ranjang dengan bibir yang masih menyatu.
Nafas keduanya semakin berat karena nafsu.Albert membaringkan tubuh Emily lalu ia ikut naik ke atas ranjang.
Albert melepas ciumannya dari bibir Emily lalu beralih mencium leher jenjang Emily.Dengan gerakan perlahan ia melepas semua benang yang melekat pada tubuh indah Emily.
Emily mengerang ketika tangan Albert mulai naik dan mer*mas dada nya.Bibir Albert semakin liar,tidak hanya di leher dia mulai menjelajahi tubuh Albert dengan bibirnya.
“Aahhh...AL..eennghhh” Emily semakin mengerang karena Albert tengah memenuhi mulutnya dengan dada Emily sembari mengh*sapnya kuat tak lupa tagan yang satu nya ia gunakan untuk memainkan ujung dada satunya.
Beberapa saat kemudian tangan Albert berpindah untuk menyentuh perut rata Emily dan semakin turun ke bawah untuk mengusap sesuatu di bawah sana.
“Aaalll..”Emily benar-benar merasa terbang dibuatnya.
Tak cukup sampai disana,Albert menurunkan ciumannya menuju sesuatu dibawah sembari menj*lat perut Emily.
Kedua kaki Emily dibuka oleh Albert dan Albert mulai menunduk untuk mencicipi tubuh Emily.Erangan Emily terus terdengar karena Albert memainkan lidahnya di sana.
“AL..sekarang”Emily sudah tidak menahannya lagi,tubuhnya terasa panas dan bergetar hebat dengan jantung yang berdegup cepat.
“As wish you honey”Albert mencium bibir Emily sebelum ia memulai aksinya
Perlahan Albert mulai memasukkan ular berbisanya kedalam Goa milik Emily.
“Aakkhh..”pekik Emily ketika merasakan nyeri pada bagian bawahnya.
“Mungkin akan sedikit terasa sakit tapi itu hanya sebentar”kata Albert menenangkan Emily
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya ular berbisa milik Albert berhasil menerobos masuk.
Emily meremas kuat sprei dengan mata yang terpejam menahan sakit pada bagian bawahnya.Namun itu tak berlangsung lama ketika rasa nikmat mulai menghampiri.
Suara denyitan ranjang terdengar seirama dengan gerakan Albert dan Emily.
“AL..aku ingin...lebih cepat”pinta Emily di sela-sela kegiatannya.
“As wish you honey”Albert mempercepat gerakannya lalu beberapa saat kemudian mereka mengerang bersama-sama.
“I Love you honey”bisik Albert dan ikut berbaring di samping Emily yang terlihat kelelahan.
“Me too”jawab Emily lemah
“Tidurlah..ini pasti melelahkan”ucap Albert sembari mencium puncak kepala Emily.
Tapi nyata nya Albert tak cukup hanya dengan sekali saja,ketika beberapa jam selanjutnya ia melakukan hal itu lagi hingga Emily memohon ampun padanya.
Bersambung...