The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 56



#happyreading


Senyum ceria tidak luntur sedikitpun dari wajah cantik Jessi,setelah mendapat ijin dari sang kakak mood nya benar-benar naik saat ini.Beberapa rencana sudah ia susun untuk kegiatannya hari ini,mulai dari berbelanja,berkunjung ke taman,makan di luar,semua terasa begitu menyenangkan.


Ia menyiapkan segala sesuatu untuk keperluannya ketika berada di luar mansion,tidak lupa ia meminta Emily untuk segera bersiap-siap karena hari ini akan menjadi hari yang panjang untuknya.


“Emilia apa kau sudah siap”teriaknya sambil berlari menuruni setiap anak tangga.


“Sudah nona”jawab Emily dengan senyum yang tak kalah ceria.


“Baiklah kalau begitu mari kita berangkat..karena aku sudah tidak sabar”Jessi benar-benar sangat antusias.


Mobil mewah sudah terparkir di depan pintu mansion,2 orang Pengawal juga sudah bersiap untuk mengawal mereka.Jessi mengajukan permintaan pada sang kakak agar para pengawal yang diperintahkan untuk menjaga mereka tidak berada terlalu dekat karena ia sungguh merasa risih.


Tanpa mereka sadari seseorang tengah mengawasi mereka dari kejauhan.


“Mereka sudah berangkat”


Begitulah isi pesan sang penghianat kepada tuannya.


Disisi lain Justin terlihat begitu serius menatap layar ponselnya ketika mendapat pesan dari sang penghianat.


“Chiko target sudah bergerak..segera kau selesaikan target pertama kita.”perintahnya melalui sambungan telepon.


“Jangan lupa kau hubungi wanita itu untuk membajak telepon milik adik iparku”imbuhnya.


Setelah memutuskan sambungan telepon dari chiko,Justin bersandar di kursi dan tersenyum penuh kemenangan.


“Tidak sia-sia aku menempatkan mu di mansion sialan itu”gumam Justin


#flashback on


“Mmm..kakak bolehkah aku keluar dari mansion hari ini?”tanya Jessi di sela-sela sarapan mereka.


“Apa kau sudah merasa lebih baik?”


“Sudah kak..bahkan aku sudah sangat merasa jauh lebih baik”


“Baiklah kau boleh keluar dari mansion ini tapi dengan syarat kau akan di temani oleh Pengawal dan juga dia”mata Albert menunjuk ke arah Emily


Sang penghianat terlihat tersenyum mendengar percakapan pagi ini,ia sungguh beruntung karena pagi ini mendapat tugas untuk menyiapkan hidangan sarapan.Ketika hendak beranjak munuju dapur,mata nya tidak sengaja menangkap sesuatu di tangan Emily.Tangan Emily tengah memegang sebuah telepon genggam.


“Sepertinya ini akan menjadi berita yang sangat bagus untuknya”gumam penghianat dalam hati.


Setelah mendapat kesempatan,segera ia pergi ke kamar kecil untuk mengetikkan sebuah pesan kepada tuannya.




“Hari ini nona Jessi dan juga Emily akan pergi keluar mansion..aku juga mempunyai sebuah informasi penting,tadi malam aku tidak sengaja melihat Emily memegang sebuah telepon genggam,sepertinya Albert telah memberikan ia kepercayaan untuknya.”*



Sang penghianat menuliskan pesan untuk tuannya.


#flashback off


“Hahahahaha..kau akan menghadapi kehancuranmu wheeler”gelak tawa Justin menggelar di seluruh penjuru ruangan.


Ia sudah sangat menantikan hari dimana ia akan membalas sakit hati nya terdahulu kepada sahabatnya lebih tepatnya mantan sahabatnya.


*****


“Apa kau mendapatkannya?”tanya chiko kepada seorang wanita yang tengah sibuk menatap layar komputernya.


“Jadi kemana perginya mereka saat ini?”


“Kau lihat ke arah komputer”


Chiko mengikuti arah penglihatan dari wanita itu,dilayar komputer terlihat jelas sebuah titik merah tengah berjalan.Chiko menganggukkan kepala pertanda ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.


“Sambungkan ke layar ponselku..pakailah ini sebagai alat komunikasi kita”perintahnya.


“Baiklah aku akan mulai bergerak..kau tetaplah pantau dia dari sini dan jangan lupa hapus bagian-bagian rekaman CCTV yang menurutmu dapat menimbulkan kecurigaan musuh.”chiko berdiri dan mulai beranjak untuk mengikuti pergerakan dari titik merah itu.


*****


2 orang gadis cantik tengah sibuk mengelilingi pusat perbelanjaan dengan riangnya.Mereka seakan tidak kenal lelah setelah berkeliling selama 30 menit.Setiap toko mereka masuki satu persatu tanpa terlewatkan sedikitpun.


Dari kejauhan musuh terlihat sedang memantau pergerakan mereka.Para musuh terlihat begitu berhati-hati karena mereka tidak ingin gagal dalam misi ini.


“Bersiaplah..buat seolah-olah kejadian itu senatural mungkin”perintah chiko kepada anak buahnya.


Anak buahnya mulai bergerak mendekati Jessi dan juga Emily,2 pengawal yang ditugaskan pun tidak menyadari akan hal itu sehingga musuh dengan mudah melancarkan aksi mereka.


Dduugg...


Bbyyurrrr...


Seorang wanita tiba-tiba menabrak Emily dan menumpahkan minuman ke baju Emily.


“Aawww..”pekik Emily tersungkur dengan baju yang basah.


“Heeyy..”Jessi pun ikut terkejut dengan kejadian itu.


“Maaf nona saya benar-benar tidak sengaja”wanita itu membantu Emily berdiri.


“Tidak apa-apa..”


“Tapi baju anda basah nona..sebagai tanda permintamaafan saya ijin kan saya mengganti baju nona dengan baju yang baru saja saya beli”ucap wanita itu.


“Tidak apa aku akan membeli baju baru..kau tidak perlu menggantinya”sanggah Emily merasa sungkan.


“Aku mohon nona..jika nona menolak aku benar-benar merasa sangat bersalah”ucapnya memelas.


“Terima saja Emilia...kasian dia”timpal Jessi.


Dengan berat hati Emily menerima baju itu dan meminta ijin untuk pergi ke toilet.


“Baiklah..nona Jessi diamlah disini..aku akan pergi ke toilet sebentar untuk mengganti pakaianku”


Setelah meminta ijin dari jessi,dia bergegas pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya.


Beberapa menit berlalu,akhirnya Emily datang dengan langkah yang terlihat terburu-buru.


“Nona kita harus segera pergi dari sini”ucapnya dengan nafas yang tersengal-sengal.


“Ada apa Emilia?”jessi sedikit bingung dengan sikap Emily.


“Sepertinya kita tengah diikuti oleh seseorang”ucapnya menoleh ke arah kanan dan kiri.


Tanpa menunggu jawaban dari Jessi,Emily menarik tangan Jessi untuk membawanya pergi dan meninggalkan wanita yang telah menabraknya barusan.


Mereka sedikit berlari kecil,sesekali Emily menoleh ke belakang untuk memastikan sesuatu.


Bersambung....