
#happyreading
Untuk pertama kali nya setelah kejadian itu,Jessi beraktivitas kembali seperti semula.Hari ini ia awali dengan pergi ke taman bunga yang berada di belakang mansion ditemani oleh sekretaris kakaknya yaitu Clifton.
Dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajahnya,ia menata setiap bunga yang ada ditaman itu.Sesekali ia memejamkan mata ketika Indra penciumannya menghirup wangi yang semerbak dari hamparan bunga di taman itu.
Clifton hanya memantau dari kejauhan kegiatan yang dilakukan oleh nona nya.Ia ikut merasa senang ketika melihat senyum di wajah sang nona.
Dddrrrtttt....
Ponsel milik Clifton bergetar dan dengan sigap ia merogoh saku jas nya.
“Ada apa uncle?”
“.......”
“Baik aku akan memberitahu tuan Albert dan nona Jessi”ucapnya
Setelah memutuskan sambungan telepon nya,ia berlari menghampiri Jessi untuk memberitahu sesuatu yang baru saja ia terima.
“Maaf nona saya ingin menginformasikan bahwa beberapa hari lagi nyonya besar akan datang ke mansion ini”ucap Clifton dengan kepala tertunduk.
“Bisakah kau tidak Memanggilku nona saat sedang berdua seperti ini?....apa kau lupa nama panggilan kita?”ucap Jessi dengan tangan yang masih sibuk menata bunga-bunga.
Clifton mengernyitkan dahi nya mendengar jawaban dari sang nona.
“Maksud nona?”tanya Clifton sembari menatap ke arah Jessi.
“Apa kau tidak rindu denganku baby?”jawab Jessi dengan tubuh menghadap Clifton.
Clifton masih bingung saat ini,ia berusaha keras mencerna perkataan dari wanita yang berada di depannya saat ini.Beberapa detik kemudian ia mengerti dengan semua ucapan dari gadis yang sudah sangat ia rindukan selama ini.
“Ka...kau su..dah..mengingat semua nya?”tanya Clifton dengan suara bergetar.
Jessi menganggukkan kepalanya dan saat itu juga Clifton menghamburkan pelukan ke arah Jessi.Tidak terasa air mata nya menetes begitu saja,terkejut,bahagia,haru bercampur menjadi satu.
“Hey..apa kau tidak takut jika dilihat oleh kakakku?”Jessi sedikit menggoda kekasihnya ketika menyadari jika saat ini pundaknya sudah basah.
Clifton hanya menggelengkan kepala dengan posisi masih memeluk Jessi.
“Kapan ingatanmu kembali?...kenapa kau tidak memberitahu ku?...kenapa kau menyembunyikannya dari ku?”semua pertanyaan yang ada di kepala nya ia ungkapkan begitu saja.
Jessi melerai pelukan Clifton dan memegang wajah tampan yang sudah basah oleh air mata dengan kedua tangannya.
“Kenapa pertanyaanmu sangat banyak sekali..tapi aku akan menjawabnya..pertama aku ingat semua kejadian itu ketika mendengar berada dalam Cengkraman justin...kedua aku ingin memberitahu mu tapi aku ingin memberi mu sedikit kejutan jadi aku mengurungkan niatku saat itu.”jelas Jessi dengan senyum tulus di wajah.
Tidak mampu berkata-kata,Clifton kembali memeluk erat wanita yang sudah sangat ia rindukan.
*****
Dokter Catherine sedang memeriksa luka pasca oprasi yang dilakukan beberapa hari yang lalu.Sebelum luka itu benar-benar kering,dokter Catherine tidak akan mengijinkan Emily untuk pulang.
Diluar ruangan Albert tengah duduk di kursi tunggu yang berada di lorong rumah sakit itu.Ia ingin melihat langsung dokter memeriksa kondisi Emily,namun keinginannya ditolak oleh Emily dengan alasan ia merasa malu.Tidak ingin berdebat ia menuruti perkataan gadis itu.
Ddrrrttt....
Ponsel yang ia simpan di saku jas nya bergetar.
“Ada apa Clifton?”
“............”
“Baiklah..kau siapkan kamar mereka.”
Albert menutup sambungan telepon.Ekspresinya berubah ketika mendapat kabar dari sekretarisnya.Bagaimana tidak ibu dan juga ayahnya akan tinggal di mansion dalam beberapa bulan kedepan.Bagi nya
hal itu sama sekali bukan masalah besar namun cerita nya akan berbeda karena orang tua nya belum mengetahui identitas Emily yang asli.Ia takut jika ibu nya memperlakukan Emily layaknya ia memperlakukan Emilia dulu.
Belum lagi sang ibu pasti akan membawa seorang gadis anak dari rekannya.Sungguh ia sedikit bingung memikirkan semua itu.
Ceklek...
Pintu ruangan sudah terbuka,dokter Catherine keluar dengan alat-alat yang ada di tangannya.
“Apakah dia sudah benar-benar pulih?”tanya Albert yang bergegas berdiri ketika pintu dibuka.
“Luka nya masih sedikit basah,namun itu tidak menjadi masalah..dia sudah boleh pulang namun tidak boleh melakukan aktivitas seperti biasa terlebih dahulu...dia harus bed rest sekitar 2 hari.”jelas dokter Catherine.
“Aku mengerti”jawab Albert singkat
“Jika tidak ada yang ingin anda tanyakan lagi saya permisi tuan”dokter Catherine pamit dari ruangan itu.
Pintu ruangan kembali dibuka oleh Albert.Terlihat seorang gadis tengah merapikan baju nya setelah melakukan pemeriksaan.Ia sedikit terkejut karena Albert tidak Mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Astaga tuan...”pekik Emily.
“Bisakah kau berhenti memanggilku tuan...sekarang kau adalah wanitaku jadi berhentilah memanggil aku dengan sebutan tuan”perintah Albert panjang lebar.
“Baik tu..eh Al..bert”ucap Emily sedikit gugup.
“Kau bisa memanggil ku AL..”
“Baik tuan..eh AL”
Cup..
Albert mencium Emily dengan tiba-tiba.
“Itu karena kau membantah ucapanku....jika aku mendengar kau Memanggilku tuan lagi maka kau akan mendapat hukuman seperti tadi”oceh Albert
Tidak berani menjawab Emily memilih tetap diam sembari menganggukkan kepala untuk menjawab perintah Albert.
Albert menarik kursi untuk duduk di sisi ranjang Emily.Dia ingin menyampaikan sesuatu hal penting kepada Emily mengenai kedatangan orang tuanya.
“Beberapa hari lagi orang tua kU akan datang ke mansion dan tinggal untuk beberapa bulan kedepan...aku harap kau menyiapkan dirimu untuk menghadapi mereka karena saat ini mereka berdua hanya tahu identitasmu sebagai Emilia..aku hanya ingin memberitahu mu bahwa ibuku membenci kakakmu jadi semoga kau tahu hal apa yang harus kau lakukan”Albert menatap lekat ke arah Emily yang terlihat tertunduk.
“Kau sudah mengambil keputusan jadi kau harus berani menerima konsekuensi nya..aku sudah menjelaskan padamu bahwa ketika kau memilih untuk bersama kU maka kau harus bersiap...”belum sempat melanjutkan perkataannya,Emily memotong penjelasan Albert.
“Saya sudah siap dengan segala sesuatu yang akan terjadi...bahkan semua rasa sakit sudah pernah saya rasakan..mungkin yang berbeda adalah seseorang yang memberikan rasa sakit itu..saya sudah terbiasa dengan semua itu”dengan mantap Emily menjawab semua keraguan Albert.
“Good girl...satu lagi jangan menggunakan bahasa formal denganku karena itu terdengar sangat tidak bagus”
“Sekarang bersiaplah karena Clifton akan segera tiba untuk menjemputmu”ucap Albert sembari beranjak dari duduknya tidak lupa ia mengecup bibir Emily.
“Kenapa bibir itu membuatku candu”gumam Albert dalam hati.
Tidak lama kemudian seseorang yang ditunggu sudah tiba dan menunggu di loby rumah sakit.Albert memerintahkan nya untuk menunggu disana karena mereka sudah siap sedari tadi.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang.Tidak ada obrolan yang tercipta di antara ketiga manusi yang berada di dalam satu mobil itu.Emily merasa mengantuk saat ini dan memilih untuk memejamkan mata sembari bersandar ke arah pintu.Melihat hal itu dengan sigap Albert mengangkat tangannya dan menyandarkan kepala Emily ke dalam dada bidangnya.
“Apakah mereka sudah sedekat itu?”gumam Clifton dalam hati sembari melirik dari kaca mobil.
“Perhatikan laju mobilmu Clifton”Albert sengaja menekankan setiap katanya.
30 menit perjalanan yang ditempuh akhirnya mereka sampai di mansion utama.Albert melihat Emily masih tidur dengan lelap merasa tidak tega jika membangunkannya,akhirnya ia memilih untuk menggendong Emily ala bridal style dan membawa nya kedalam kamar miliknya.
Dengan gerakan yang pelan ia menurunkan Emily dari gendongannya.Setelah merasa posisi Emily sudah nyaman,perlahan Albert menarik tangannya dari kepala Emily.Namun gerakannya tertahan karena Emily berbalik badan menghadap Albert dan dengan berani nya ia memeluk Albert layaknya memeluk bantal guling.
Jika sudah seperti ini Albert memilih mengalah dan ikut membaringkan tubuhnya di atas kasur karena jujur ia juga merasa lelah setelah berhari-hari ia menjaga Emily di rumah seorang diri.Tidak lupa ia mengecup pucuk kepala Emily sebelum mata nya benar-benar terlelap.
“Terima kasih tuan”gumam Emily dalam hati ketika menyadari bahwa tuannya perduli terhadapnya.
Bersambung.....
✨maaf jika Albert terlalu cepat bucin😁