The Mafia And My Life

The Mafia And My Life
BAB 104



✨Happy Reading✨


Kedua jari tangan Albert saling bertautan,raut wajahnya memperlihatkan betapa khawatirnya ia saat ini.Sudah terhitung 15 menit yang lalu sang istri dibawa kedalam untuk diperiksa oleh dokter yang di rekomendasikan oleh sahabatnya sendiri.


“Kenapa lama sekali?”


Itu adalah kalimat yang kesekian kalinya ia ucapkan mulai dari sang istri di bawa masuk.Entah mengapa ia merasa sangat khawatir saat ini.


“Maaf tuan..mari ikut saya kedalam”ajak sang dokter


Albert bergegas mengikuti langkah sang dokter karena sedari tadi ia benar-benar penasaran dengan keadaan sang istri.


Tangan kekarnya menyibakkan sebuah tirai yang di dalamnya terdapat ranjang tempat sang istri membaringkan berdiri.


“Apa kau baik-baik saja?”tanya Albert sembari menggenggam tangan Emily


“Aku baik-baik saja”Emily tersenyum ke arah sang suami yang terlihat begitu mengkhawatirkannya.


“Selamat tuan”


Albert mengernyitkan dahinya karena sang dokter memberi ucapan selamat kepadanya.


“Selamat?...apa maksudmu?”


“Selamat karena sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah”ucap sang dokter tersenyum tulus.


Deg...


Jantung Albert terasa berhenti sejenak mendengar kalimat dari sang dokter.


“Ayah?”gumam Albert yang masih belum mengerti.


“Benar tuan...istri anda tengah mengandung dan usianya sudah 2 minggu”jelas sang dokter


Entah kenapa hatinya merasa hangat ketika mendengar penjelasan sang dokter.Meskipun ia sudah memiliki seorang putra yang lahir dari rahim yang sama,namun ini terasa berbeda karena saat ini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.


“Terima kasih”ucap Albert menatap lekat ke arah sang istri.


Albert mengelus perut Emily yang masih rata dengan lembut sembari mengecup kening sang istri singkat.


“Selanjutnya kita akan melakukan USG untuk mengetahui kesehatan dari janin yang tumbuh di rahim nona Emily”


Sang dokter mulai mengusapkan gel ke perut Emily dan setelah itu alat USG mulai ia tempelkan.Dilayar monitor terlihat ada sesuatu yang bergerak-gerak dan hal itu semakin membuat Albert terharu.


Ini adalah pertama kalinya ia menyaksikan semua ini karena meskipun dulu Emilia mengaku hamil,Albert sama sekali tidak perduli dan malah memerintahkan pelayannya untuk mengurus semua kebutuhan Emilia.


“Lihat tuan..mereka terlihat sehat di dalam sana”jelas sang dokter menunjuk ke arah layar monitor


“Mereka?”tanya Emily yang sedikit bingung dengan kalimat sang dokter


“Benar nona..anda sangat beruntung karena benih tuan Albert tumbuh lebih dari satu..di dalam sini ada 3 calon penerus anda tuan.”ucap sang dokter


Emily menutup mulutnya terkejut dengan penjelasan sang dokter.


“3..AL kau dengar”tanya Emily mendongak ke arah sang suami.


“Ya aku melihatnya”seru Albert begitu antusias


“Semua terlihat normal...tapi untuk jenis kelamin belum terlihat di usia kandungan saat ini...ketika kehamilan anda sudah menginjak usia 18-20 minggu barulah jenis kelaminnya akan terlihat”imbuh sang dokter


Emily hanya menganggukkan kepala mendengar penjelasan dari sang dokter dengan mata yang tak lepas dari layar monitor.


“Baiklah saya rasa sudah cukup..mari ikut saya”


Setelah selesai melakukan USG,sang dokter mengajak Albert dan Emily ke ruangannya untuk menjelaskan hal detail lainnya.


“Sejauh ini tidak ada yang perlu di khawatirkan”ucap sang dokter


“Hhmm dok saya ingin bertanya?”emily mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.


“Silakan nona..saya akan dengan senang hati untuk menjawabny”


“Mmm..apakah saya bisa melahirkan normal?..mengingat jika sebelumnya saya pernah melakukan oprasi Caesar”


“Bisa..asal nona memenuhi kriteria untuk proses melahirkan normal..namun sedikit beresiko mengingat di dalam sana tidak hanya ada satu nyawa melainkan tiga nyawa sekaligus..saran saya,lebih baik nona mengambil tindakan oprasi.”


Raut wajah Emily berubah sedih ketika mendengar penjelasan dari sang dokter,namun apa boleh buat ia tidak boleh egois karena ada tiga nyawa yang akan bertaruh nantinya.


“Baiklah nona..saya akan memberikan resep vitamin untuk anda dan beberapa obat untuk berjaga-jaga ketika anda menghadapi trimester pertama kehamilan anda”


****


Sepanjang perjalanan menuju pulang,Albert terus tersenyum sembari menyandarkan kepala sang istri ke dada bidangnya.Hari ini ia sangat senang karena sebentar lagi mansion akan ramai dengan kehadiran anggota baru.


Ketika mobil berhenti tepat di depan pintu mansion,Albert bergegas turun dan membukakan pintu untuk sang istri.


HAP...


Belum sempat Emily menginjakkan kakinya di lantai mansion,Albert sudah membawanya ke dalam gendongan ala bridal style.


“AL..aku bisa berjalan sendiri..istrimu hamil bukan lumpuh”gerutu Emily karena lagi-lagi Albert tidak membiarkannya berjalan sendiri.


“Ssttt...aku hanya takut kau terpeleset”sanggah Albert.


“Clifton...berikan bonus untuk semua karyawan yang telah bekerja keras di dalam mansionku selama ini”perintahnya kepada sang sekretaris.


Mereka segera masuk kedalam mansion namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena seorang bocah laki-laki tengah merentangkan tangan menghalangi langkah Albert.


“Stop daddy”teriaknya.


“Apa yang kau lakukan?”tanya Albert


“Apa mommy sakit?”tanya Leon yang penasaran karena melihat Emily di gendong oleh sang ayah.


“Tidak sayang..mommy tidak sakit”jawab Emily mewakili Albert.


“Daddy ada kabar gembira untukmu”ucap Albert tersenyum


“Apa itu daddy”Leon sangat antusias dengan apa yang di ucapkan oleh Albert


“Sebentar lagi kau akan menjadi seorang kakak”ucap Albert


“Kakak?”


“Yes..kau akan mempunyai adik dan adikmu akan memanggilmu kakak”jelas Albert


Namun tanpa di duga ekspresi Leon diluar ekspetasi Albert.Anak laki-laki itu terlihat sedih dan menundukkan kepalanya.


“Aku tidak mau adik”ucap Leon menolak.


Albert dan Emily saling memandang,namun Emily mulai mengerti dengan apa yang ada dipikirkan sang anak.


“AL..turunkan aku..biar aku yang menjelaskan padanya”


Albert mengikuti ucapan sang istri dan menurunkannya.Emily mencoba mendekat ke arah Leon dan memegang wajah Leon sembari mengusap pipinya dengan lembut


“Kenapa Leon tidak mau memiliki adik?...bukankah itu akan menyenangkan karena kau akan mempunyai teman bermain?”tanya Emily


“Leon takut mommy...Leon takut jika mempunyai adik,mommy dan daddy akan melupakan Leon”ucap Leon polos


Emily tersenyum ketika apa yang ia tafsirkan benar adanya.


“Dengarkan mommy...kau dan adikmu sama-sama anak daddy and mommy..tidak ada hal yang membuat kami akan melupakanmu karena kami sangat menyayangi kalian..jadi jangan pernah berfikir bahwa kami hanya akan menyayangi adikmu dan melupakanmu karena semua itu tidak benar..paham”jelas Emily mencoba untuk tetap tenang agar sang anak mengerti.


“Janji?”leon mengacungkan jari kelingking


“Janji”


Setelah itu Leon memeluk erat sang ibu dan diikuti oleh Albert dari belakang.


“Sudah...ayo pergi ke kamar dan biarkan mommy mu istirahat”perintah Albert


“Daddy..aku ingin tidur bersama mommy dan adik”pinta Leon


“Ti..”


“Ayo”


Emily menjawab terlebih dahulu sebelum Albert menyelesaikan kalimatnya,tentu saja Albert mendengus kesal karena rencana nya untuk tidur berdua gagal sudah.


Bersambung...