
✨Happy Reading✨
Saat ini kehamilan Emily genap berusia 2 bulan,bisa dibilang masih sangat muda.Sejak dinyatakan hamil hingga sekarang,Emily tidak merasakan mual di pagi layaknya ibu lain.Bahkan ia bisa memakan apapun yang ia inginkan tanpa harus takut akan mual.Namun di balik semua itu ada seorang suami yang merasakan semua penderitaan itu.Setiap pagi ia akan berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutnya dan setelah itu ia akan terduduk lemas di kamar mandi.
“Hoek..hoek...”
Alarm pagi Emily telah berbunyi.
Ya..saat ini suara Albert yang sedang mengalami morning sickness menjadi alarm tersendiri untuknya.Wanita yang tengah hamil muda itu beranjak dari ranjangnya dan membawa handuk kecil yang ia ambil dari atas meja.
“Honey..apakah sudah selesai?”tanya Emily lembut dan menghampiri sang suami.
“Sudah..hati-hati..perhatikan jalanmu”suara Albert terdengar lemah namun tetap mengkhawatirkan sang istri
“Kau ingin sesuatu?”tanya Emily yang sudah begitu hafal akan tingkah sang suami 2 bulan kebelakang.
“Aku ingin sarapan mie instan”pinta Albert sembari mengelap wajahnya dengan handuk pemberian Emily.
“Mie instan?...bukannya kau bilang itu tidak sehat dan dilarang keras untuk masuk ke mansion”tanya Emily yang bingung dengan kemauan sang suami.
“Mulai hari ini aku cabut larangan itu”ucapnya
“Baiklah tuan”Emily terkekeh pelan sambil membantu sang suami untuk berdiri.
Emily keluar dari kamar mandi karena Albert memutuskan untuk membersihkan dirinya sebelum turun untuk sarapan.
“Clifton..bisakah kau meminta koki mansion membuatkan mie instan untuk Albert”ucap Emily melalui sambungan telepon.
“Maaf nona..tapi mie instan di larang untuk ma..”
“Mulai hari ini tuan mencabut larangan itu dan segera siapkan apa yang dia mau sebelum gaji mu di pangkas habis”pinta Emily sembari tersenyum membayangkan wajah Clifton saat ini.
Gaji Clifton sudah dipotong hampir 50% karena beberapa kalo Clifton tidak bisa memenuhi keinginan sang tuan.
“Baiklah nona..sepuluh menit lagi mie instan itu akan siap”jawab Clifton
“Terima kasih..dan jangan sampai kau terlambat..jika itu terjadi maka gajimu tidak akan tersisa lagi”
Emily memutuskan sambungan telepon sembari tertawa kecil.
“Kenapa kau tertawa honey?...apakah ada yang lucu?”tanya Albert yang baru keluar dari kamar mandi.
“Tidak ada..aku hanya sedang membayangkan ekspresi Clifton ketika kau mengancam akan memotong gajinya”jelas Emily
“Kau tidak boleh membayangkan laki-laki lain selain aku...dan jika menurutmu itu sangat lucu aku akan memotong gaji Clifton setiap bulan agar kau bisa tersenyum seperti ini”mata Emily membulat sempurna mendengar penuturan sang suami
Bagaimana nasib Clifton jika gajinya dipotong setiap bulan.Emily yang merasa kasian segera menyanggah ucapan sang suami.
“Mmm honey kau tidak perlu melakukan itu..berada di sampingmu saja sudah membuatku bahagia dan tersenyum sepanjang hari jadi kau tak perlu memotong gaji Clifton hanya untuk membuatku tersenyum”pinta Emily sembari memeluk Albert dari belakang.
15 menit kemudian Albert telah selesai bersiap dengan jas warna navy yang dipilihkan langsung oleh sang istri.
Mereka berdua turun bersama-sama untuk menikmati sarapan mereka.
Jessi yang sudah sampai lebih dulu di meja makan merasa bingung dengan hidangan yang disiapkan oleh koki mansion.
“Kenapa ada mie instan?..apa koki dan maid sudah bosan bekerja hingga berani melanggar aturan kakak?”gumam Jessi
“Selamat pagi Jessi..selamat pagi sayang”sapa Emily kepada Jessi dan juga sang anak
“Pagi kakak ipar”
“Morning mommy”
Sahut mereka bersamaan.
“Kakak kenapa ada mie instan di dalam mansion?”Bisik Jessi
Tanpa pikir panjang,Albert menyantap mie instan itu dengan lahapnya hingga lupa untuk mengajak mereka bertiga memulai sarapan.
“Apakah seenak itu?”tanya Emily yang dibuat ngiler
“Ini enak sekali..tapi aku melarang mu untuk memakan ini dan juga melarang Leon”perintah Albert ketika sang juga ingin memakan hidangan yang sama.
Emily berdecak kesal begitu juga dengan Leon.Mie instan itu terlihat begitu nikmat masuk ke dalam mulut Albert hingga membuat air liur mereka menetes.
Semua orang memutuskan untuk memakan sarapan mereka sembari melihat Albert makan dengan lahapnya.
****
Di Dalam kantor Albert terlihat bekerja seperti hari-hari sebelumnya.Jika di saat seperti ini ia akan kembali menjadi seseorang yang tegas dan juga dingin.Namun akan berbeda cerita ketika jam makan siang tiba,ngidam yang alami mulai muncul lagi dan itu membuat sang sekretaris kewalahan.
“Hhmmm...Clifton aku ingin makan siang dengan makanan pedas..beberapa hari yang lalu aku melihat Emily dan Jessi menonton sebuah drama Korea dan aku lihat pemainnya memakan sebuah hidangan berwarna merah dengan kue yang berbentuk lilin yang di potong-potong..ya aku ingin memakan hidangan itu”jelas Albert santai tanpa melihat ekspresi sang sekretaris saat ini.
“Astaga apa lagi ini..hidangan apa yang berbentuk lilin di potong-potong”gumam Clifton dalam hati sembari berpikir keras.
“Baik tuan saya akan mencarikannya untuk anda”
Clifton beranjak dari meja kerja nya lalu keluar dari ruangan itu dengan otak yang terus berpikir keras.
“Baby..aku butuh bantuanmu”ucap Clifton menghubungi seseorang melalui sambungan telepon.
“Ada apa katakan”
“Tuan Albert meminta makanan yang berbentuk lilin dipotong potong dengan saus pedas di atasnya..tuan bilang ia melihat makanan itu di drama yang nona Emily tonton beberapa yang lalu bersama mu..apakah kau tahu itu makanan apa?”jelas Clifton frustasi.
“Lilin yang dipotong-potong..tunggu aku akan mengingatnya terlebih dahulu...”
Beberapa menit berlalu akhirnya Jessi mengerti.
“Aku tahu apa yang dimaksud oleh kakak..tak perlu khawatir aku akan memesankannya untukmu..aku tahu restaurant yang menjual makanan itu dan aku akan mengirimkan nya ke kantor”
Clifton bisa bernafas dengan lega karena kali ini ia terselamatkan.
Tak berselang lama,makanan yang dipesan oleh Jessi pun sampai di kantor Albert.Dengan cepat Clifton membawa makanan itu untuk tuannya agar Albert tak memotong gajinya lagi.
“Ini tuan makanan yang anda inginkan”
Clifton membuka makanan itu yang membuat mata Albert berbinar.
“Wah..kau memang selalu bisa diandalkan Clifton..karena kau berhasil..bulan depan aku akan memberi bonus”ucap Albert yang langsung melahap makanan yang ada di depannya.
Clifton tersenyum senang karena untuk saat ini gajinya terselamatkan.
“Tapi kenapa dia tak sepedas yang aku bayangkan”ucap Albert di sela-sela kegiatan makanannya
Clifton kembali dibuat terkejut dan sedikit deg-degan dengan ucapan sang tuan.
“Mmm tapi tak masalah ini lumayan enak”ucapnya lagi.
“Hhuuffttt”Clifton menghela nafas seakan selamat dari sebuah bencana besar.
Bersambung....
Mungkin beberapa bab lagi novel ini akan selesai karena aku akan mulai menulis cerita Damian dan juga Emilia.
Aku ingin tahu seberapa antusias kalian dengan cerita mereka...tulis di kolom komentar ya...
*Tencu**😘*