
#Happyreading
Sepasang suami istri tengah bersantai menikmati teh di sore hari yang indah.Sudah 6 bulan lama nya mereka hidup berdua tanpa ditemani putri kesayangannya.Sejujurnya mereka sangat merindukan moment-moment indah ketika masih bersama.
“Aku sangat merindukan Emily saat ini”lirih jesica
“Aku pun merindukannya..tapi apa boleh buat..ini demi keselamatannya sendiri”jawab Wijaya menenangkan sang istri.
“Permisi tuan,nyonya..maaf jika saya mengganggu waktu bersantai anda”salah satu pelayan menghampiri mereka.
“Ada apa?”tanya jesica ramah
“Didepan sedang ada tamu tuan.”
“Siapa?”
“Maaf tuan saya tidak tahu..mereka bilang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya”
Wijaya dan jesica saling menatap dengan raut wajah bingung.
“Baiklah kami akan kedepan”
Mereka bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menuju ruang tamu yang ada di bagian depan.Dari kejauhan mereka belum bisa menebak siapa gerangan yang bertamu di sore hari ini.Seseorang itu tengah duduk sambil memainkan ponsel miliknya.
“Selamat sore tuan..”sapa Wijaya
“Selamat sore tuan Wijaya”kini seseorang itu mengangkat kepala nya dan menatap ke arah Wijaya.
Sontak saja Wijaya dan jesica dibuat terkejut oleh kehadirannya.
“Tu..tuan Albert..”ucap Wijaya terbata-bata
Mereka benar-benar tidak menyangka seorang Albert wheeler akan mengunjungi kediamannya.Ditambah dia adalah orang yang sedang bersama putrinya.
“Kenapa kalian menatapku seperti itu?”tanya Albert bingung.
“Ma..maaf tuan..”
Kini Wijaya dan Jesica duduk di sofa yang bersebelahan dengan Albert.Jujur mereka merasa sangat khawatir saat ini,hal pertama yang mereka pikirkan adalah keadaan Emily.
“Maaf tuan saya sedikit lancang..jika boleh tahu,apakah tujuan tuan berkunjung ke kediaman saya yang sederhana ini?”Wijaya mencoba berbicara dengan berhati-hati agar Albert tidak merasa tersinggung.
“Begini tuan Wijaya..tujuan dari tuan Albert kemari adalah untuk menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan putri anda Emily”jelas Clifton mewakili tuannya.
Deg...
Wijaya tertegun ketika mendengar nama anaknya,hati nya semakin merasa gelisah bercampur khawatir ketika membayangkan hal apa yang akan disampaikan Albert selanjutnya.Begitupun dengan jesica,ia menggenggam erat tangan sang suami ketika mendengar nama anaknya.
“Apakah telah terjadi sesuatu dengan putri saya?”tanya Wijaya dengan raut wajah khawatir.
“Tenang tuan...putri anda baik-baik saja..tuan saya ingin menanyakan tentang kejadian 5 tahun lalu”ucap Clifton
Wijaya dan Jesica semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Clifton.Clifton ingin menjelaskan lebih detail lagi,namun segera di hentikan oleh Albert dengan menaikkan salah satu tangannya.
“Kejadian apa yang telah Emily alami 5 tahun silam?”tanya Albert
“Kejadian?..5 tahun silam?”wijaya masih bingung dibuatnya,namun untuk beberapa detik kemudian ia mengerti dan raut muka nya semakin menunjukkan rasa ke khawatirkan.
“Apakah putri saya baik-baik saja tuan?”tanya Wijaya dengan nada sedikit khawatir.
Albert mengkerutkan dahinya ketika melihat raut wajah Wijaya yang begitu khawatir.
Wijaya dan Jesica saling menatap satu sama lain.Mereka takut sesuatu yang buruk akan terjadi kepada Emily,karena mereka sudah sekuat tenaga untuk menjaga Emily selama 5 tahun ini.
“Untuk apa tuan menanyakan tentang kejadian 5 tahun silam?”tanya Wijaya berusaha menutupi kegugupannya.
“Tadi pagi putri mu berteriak seperti orang yang ketakutan ketika bersentuhan dengan ku..dokter mengatakan,sepertinya ia mengingat suatu kejadian yang kelam di masa lalu namun dia kehilangan ingatannya tentang hal itu,sehingga ketika ia mengingatnya kembali,ia menjadi takut dan tidak terkendali.”jelas Albert dengan mata yang mengintimidasi.
Apa yang dikhawatirkan oleh Wijaya benar-benar terjadi.Perlahan Emily mulai mengingat kejadian kelam yang ia alami.Raut wajahnya semakin terlihat khawatir saat ini.
“Apa yang telah terjadi dengannya 5 tahun silam?”tanya Albert dengan penuh penekanan.
“Maaf tuan..saya tidak bisa menceritakan hal itu kepada sembarang orang”tolak Wijaya
“Aku adalah seseorang yang akan melindunginya jadi kau tidak perlu khawatir akan hal itu”Albert berusaha meyakinkan Wijaya.
“Sekali lagi saya minta maaf tuan karena itu sangat privasi”kembali Wijaya menolak permintaan Albert.
Albert menghela nafasnya dan berdiri daro posisi duduknya diikuti oleh Clifton.
“Baiklah jika anda tidak ingin menceritakannya..maka jangan salahkan aku jika putri mu akan kU paksa untuk mengingat semua kejadian itu..permisi”ancam Albert sembari melangkahkan kaki keluar.
Wijaya terkejut mendengar hal itu,ia menjadi bingung antara menceritakan semuanya atau putrinya akan merasakan sakit.Akhirnya dia menyakinkan dirinya untuk percaya kepada laki-laki yang berjalan keluar menuju pintu.
“Tunggu tuan Albert..”teriak Wijaya.
“Saya akan menceritakan semuanya..”ucap Wijaya.
Albert menghentikan langkahnya dan memutar posisi tubuhnya.
“Pilihan yang bagus”ucapnya
“Trik yang sangat bagus”gumam Clifton dalam hati.
Mereka kembali ke posisi duduk seperti semula.Beberapa kali Wijaya menghela nafas panjang sebelum menceritakan semua yang telah terjadi pada putrinya 5 tahun silam.
“Kejadian ini berawal pada 5 tahun lalu di sebuah hotel terbaik di kota ini..”Wijaya mulai menceritakan kejadian itu.
“Hotel?”tanya Albert
“Ya...kejadian itu berawal dari Emily mendapat sebuah ticket menginap di sebuah hotel mewah hadiah dari sang kakak Emilia.Dia sangat senang dan berangkat pada sore hari setelah pulang kerja...”kalimat Wijaya tiba-tiba dipotong oleh Albert
“Tunggu..hotel terbaik dan mewah di kota ini?...apakah maksudmu hotel Stars?”tanya Albert
“Benar tuan..hotel itu adalah hotel Stars..”
Ddeeggg...
Jantung Albert berdetak lebih kencang,entah kenapa ia teringat dengan kejadian 5 tahun silam di hotel yang sama.
“Lanjutkan...”pintanya.
“Pagi harinya putri kami pun tiba di rumah..seperti biasa kami menjemputnya sampai di depan pintu masuk..ketika keluar dari mobil yang ia tumpangi,putri kami jatuh pingsan dan dengan segera kami bawa masuk kemudian meletakkannya di sofa..”
Albert dan Clifton mendengarkan dengan seksama cerita dari Wijaya.
“Setelah beberapa menit ia tersadar namun tanpa kami duga ia tiba-tiba menangis dan memeluk istri saya dengan erat..kami menjadi bingung dan mencoba menanyakan apa yang telah terjadi..kalimat pertama yang ia ucapkan adalah ‘aku sudah tidak suci’..kalimat itu semakin membuat kami bingung..kami mencoba menenangkannya dan mencoba bertanya secara perlahan hingga dia mau menceritakannya kepada kami...”Wijaya menjeda ceritanya dan mengusap buliran air mata yang mulai jatuh.
Bersambung...
#Bonus🤪