
✨Happy reading✨
Di hari pertama ia bekerja di perusahaan Albert,Clara benar-benar di buat sibuk dengan pekerjaan yang dilimpahkan kedapanya.Berlembar-lembar kerja menumpuk di meja yang ia tempati saat ini.
Sebelumnya Albert telah memperkenalkan Clara kepada seluruh karyawan bahwa ia adalah seorang anak magang.Albert sengaja menempatkan Clara dibagian Administrasi dan pergudangan,karena hanya tempat itu yang cocok untuknya.
“Hhaahh...sabar Clara..ini demi tujuan utamamu..berkorban sedikit tidak apa”gumam Clara
Di tempat lain Emily juga terlihat begitu fokus menatap layar komputernya.Sesungguhnya Albert tidak mengijinkannya untuk mengambil pekerjaan namun sifat keras kepala Emily benar-benar tak bisa membuatnya berkutik.
“Honey..apa kau tidak ingin makan siang bersama kU?”tanya Albert lembut
“Apakah ini sudah waktu nya makan siang?”tanya Emily dengan mata yang masih fokus ke arah layar komputer.
“Tentu saja”Albert berdiri lalu menghampiri sang kekasih.
Cup...
Satu kecupan mendarat sempurna di pipi mulus Emily.
“Uuhhuukkk”Tiba-tiba Clifton tersedak ludahnya sendiri ketika mata nya tidak sengaja menangkap adegan yang ada di depannya.
Tentu saja mata tajam Albert menatap ke arah Clifton hingga saat ini Clifton merasa sedikit sesak di bagian dada nya.
“Maaf tuan..saya ada urusan dengan bagian keuangan..”Clifton memilih keluar dari ruangan itu untuk menghindari adegan-adegan selanjutnya.
“Pergilah...”usir Albert tanpa memikirkan perasaan Clifton
Clifton akhirnya meninggalkan ruangan itu dan pergi ke kantin untuk menyantap makan siangnya.Ditengah perjalanan ia tidak sengaja melihat Clara berbicara kepada seseorang.
“Kenapa mereka terlihat begitu akrab”gumam Clifton
Dia memilih untuk kembali melangkahkan kaki nya menuju kantin karena saat ini ia benar-benar merasa lapar.
Masih di ruangan Albert,kini dua sejoli itu tengah asik bermesraan,tidak..yang benar adalah Albert tengah mengganggu fokus Emily dengan memeluk Emily dari belakang sembari meniup pelan ke arah telinga Emily.
“AL..bisakah kau diam sebentar saja”pinta Emily
“Tidak bisa..jika kau masih mendiamkan aku..maka untuk selanjutnya kau dilarang bekerja diperusahaanku”ini adalah jurus terbaru dari Albert agar Emily mendengar ucapannya.
“Hhaaahhh...oke-oke..kita makan siang bersama”akhirnya Emily pasrah dan mengikuti kemauan Albert.
Makan siang sudah tertata rapi di meja yang terletak di ujung ruangan.Itu sudah menjadi kebiasaan Albert,ia tidak akan mau makan siang diluar karena ada beberapa hal yang harus ia pertimbangan an terutama keselamatannya.
“Hhhmm AL..bolehkan aku mengunjungi orang tuaku?”tanya Emily disela-sela kegiatan makannya.
“Kenapa tidak..kapan kau akan mengunjungi mereka?”tanya Albert menatap serius ke arah Emily.
“Mungkin 2 hari lagi ketika pulang kerja”ucap Emily
“Baiklah..tapi aku tidak bisa menemani mu karena selama seminggu kedepan aku harus menyelesaikan semua berkas ini.”jawab Albert
Mereka melanjutkan acara makan siang mereka,sesekali Albert berbuat manis dengan menyuapi Emily.
Di tempat lain,Clara tengah berbincang bersama seorang laki-laki yang tak lain adalah kekasihnya.
Secara kebetulan,kekasih Clara memang bekerja di perusahaan Albert sehingga Clara dengan lebih mudah berkomunikasi.
“Kapan rencana mu akan dimulai?”tanya sang lelaki.
“Ketika ada kesempatan maka kita bisa memulai rencana kita”ucap Clara.
“Tapi aku rasa ini akan sedikit sulit”sang laki-laki mulai terlihat ragu.
“Tenanglah..aku masih mencari cara saat ini..dan ketika ada kesempatan aku akan mengabari mu secepatnya.”Clara mencoba meyakinkan lawan bicara agar rencana tak gagal.
“Baiklah..sekarang cepat kembali ke ruanganmu agar tidak ada yang curiga nantinya..dan jangan lakukan sesuatu yang bisa membuat seseorang curiga karena di kantor ini ada banyak CCTV yang bertebaran”ucap sang laki-laki memberi peringatan.
Hari semakin sore dan kini sudah saatnya untuk pulang ke rumah masing-masing.Satu persatu karyawan mulai meninggalkan perusahaan,begitu juga dengan Albert,Emily dan Clifton mereka memutuskan untuk kembali ke mansion diikuti oleh Clara yang berada jauh di belakang mereka sembari berlari untuk mensejajarkan diri.
Kali ini Clara memilih duduk di depan karena ia kira Albert yang akan menyetir.
Namun siapa sangka,Albert membukakan pintu untuk Emily di bagian belakang dan ia pun ikut masuk di samping Emily.
“Kurang ajar..dia menghindariku rupanya”gumam Clara dalam hati.
Mobil melesat dengan cepat meninggalkan perusahaan yang mulai sepi.Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan yang terdengar diantara mereka.
Setelah menempuh 30 menit perjalanan,akhirnya mereka sampai di depan pintu mansion.Clara yang sudah merasa kesal sedari tadi memilih untuk keluar terlebih dahulu dan langsung berjalan menuju kamar.
“Aaarrrgggghhh...”teriak Clara
“Ada apa?”tanya Mora yang baru saja tiba.
“Albert benar-benar tidak perduli terhadapku Aunty”
“Sabar lah..bagaimana dengan rencana kita?”Mora mengambil kursi dan duduk disana.
“Aku akan menunggu moment yang pas Aunty..ketika rencana pertama berhasil,aku yakin Albert akan merasa kecewa dan pada saat itulah aku masuk kedalamnya lalu menjebaknya”ucap Clara.
“Aku harap rencana mu tidak akan gagal”ucap Mora mengingatkan.
“Tidak akan Aunty”
“Dan setelah Albert masuk ke dalam jebakanku..aku akan menyingkirkan mu juga nenek tua”gumam Clara
Tanpa mereka sadari seseorang telah mendengar obrolan mereka walaupun hanya setengah.Dan tentu saja orang itu akan melaporkan semua yang ia dengar kepada tuannya.
Bersambung,,,