
Gabungan dari pasukan rahasia milik ke empat pangeran yang menentang pangeran ke 5, bila dibandingkan dengan banyaknya pasukan Ri Yue, mungkin bisa dihitung setara. Meski begitu, jika pasukan Ri Yue yang memiliki daya tempur dua kali lipat dari pasukan lainnya terus di gempur berulang-ulang, jelas mereka akan kewalahan. Dan seperti inilah sekarang ini.
Pasukan Ri Yue yang berjaga di depan gerbang ketiga istana Xili, sudah mulai kehilangan daya tempur mereka. Belum lagi baru saja pasukan lawan telah dibantu oleh pasukan mereka yang baru saja maju ke garis pertempuran. Menunggu pasukan Ri Yue lainnya, entah mereka yang hanya berjumlah sepersepuluh pasukan lawan itu bisa bertahan ataupun tidak.
" Jendral... Jika terus seperti ini kita akan kalah... " teriak Muzi dari sisi sebelah kanan dari posisi Gong Sheng.
Bukan tidak ingin menjawab tapi Gong Sheng tidak tahu kapan pasukan bantuan mereka akan datang. Pasalnya yang memimpin pasukan itu adalah Mingye. Gong Sheng hanya menganggukkan kepalanya saja, kalau boleh jujur tenaganya pun sudah tidak banyak bersisa. Akibat pertempuran dengan pangeran ke 4 dan putra mahkota dua bulan lalu, masih belum sembuh betul.
Gong Sheng berhasil menumbangkan beberapa pasukan musuh secara bersamaan dalam waktu kurang dari satu menit. Serangan yang mematikan, dari satu-satunya spiritualis yang mencapai tingkat Dewa. Dimana di tingkatan itu, Gong Sheng memiliki elemen sendiri yang bisa dia ciptakan, yaitu besi.
Pada dasarnya jenis spiritual milik Gong Sheng adalah tanah, namun penyesuaian hingga bisa mencapai tahap dewa membuatnya bisa menciptakan elemen besi. Benar hebat, tapi tenaga dalamnya tidak sekuat dulu sehingga jika dibandingkan dengan tingkatan spiritual diatas 7,maka hasilnya juga tidak terlalu kentara.
" Gawat... kondisi jendral sudah tidak bisa bertahan lama lagi... Dimana pasukan Mingye? " Toru, salah satu ketua tim setingkat dengan Mingye bersandar di tubuh Muzi menginformasikan tentang kondisi pangeran ke 5.
" Kita bisa kalah jika seperti ini,,,, pinta salah seorang dari pasukan mu pergi ke tempat menteri Pertahanan.. Minta minta bantuan mereka sekarang juga! !! " ujar Muzi mendapatkan solusi.
" Baik... "
Toru berusaha untuk menahan pasukan yang hendak menyerang anak buahnya yang menyingkirkan dari pertarungan untuk mencari bantuan. Meski baru sedikit yang gugur dalam pertempuran ini, tapi jika mengingat mereka sudah mencapai batas, hanya butuh hitungan waktu pasukan Ri Yue akan kalah. Dan hal itu tidak boleh terjadi.
" Jendral... Anda tidak apa-apa? " Toru menghalau serangan yang hampir mengenai pangeran ke 5.
" Hm.. Maaf... " Gong Sheng berusaha bangkit berdiri.
" Jendral,, masuklah ke dalam dan tunggu kami. Masalah di sini serahkan pada kami!! " ujar Toru.
" Jangan gila!!! Kau meminta ku meninggalkan pasukan ku saat sedang bertarung. Aku tidak sepengecut itu.... Suruh pasukan kita mundur, ini satu-satunya jalan membuat pasukan lawan berkurang... " Gong Sheng mengambil kuda-kuda yang membuat Toru melotot tidak percaya.
" Tuan... Kondisi anda sudah seperti ini,, jika anda mengeluarkan jurus itu.... anda... anda... akan... " Toru berusaha mencegah.
" Ini perintah... " sentak Gong Sheng.
Toru termenung sebentar sebelum akhirnya benar-benar meminta pasukannya mundur ke garis akhir, dan membiarkan Gong Sheng mengurus mereka.
Gong Sheng mengumpulkan semua tenaganya yang tersisa, tidak banyak, tapi cukup untuk mengeluarkan jurus pamungkas yang selama ini tidak banyak yang tahu. Gong Sheng mengambil ancang-ancang, dan tiba-tiba saja langit yang tadinya cerah kemudian langsung menjadi gelap gulita.
" Aku berharap di usaha terakhir ku ini... Buat musuh kalah... " batin Gong Sheng langsung mengeluarkan jurus pamungkas nya.
Langit yang gelap tadi, tiba-tiba turun hujan yang sangat deras, namun anehnya, air hujan yang turun dari langit itu membuat pasukan lawan berjatuhan dengan mengeluarkan banyak sekali darah..
Bukan air hujan yang jatuh dari langit, melainkan besi-besi kecil yang tajam dan ketika mengenai manusia atau benda hidup lainnya, maka akan langsung membunuhnya. Kekuatan spiritualis tingkat Dewa memang tidak bisa diremehkan oleh orang-orang yang belum bisa mencapai tahapan itu.
Pasukan lawan sudah berkurang hampir tiga perempatnya. Dengan begini, lawan mereka jika dibandingkan dengan Ri Yue akan masih lebih unggul pasukan pangeran ke 5.Tapi lihat apa yang terjadi pada pangeran ke 5 setelah mengeluarkan jurus yang hanya bisa diaktifkan oleh spiritualis tingkat dewa. Pangeran ke 5 langsung memuntahkan banyak sekali darah.
Muzi dan Toru berlari langsung menyelamatkan jendral mereka sebelum pasukan lawan yang tersisa berhasil mengenai tubuh jendral mereka yang sudah tidak bertenaga itu. Gerbang istana ketiga pun ditutup dari dalam, sehingga sementara waktu hanya sementara, pasukan Ri Yue bisa beristirahat sebentar.
" Jendral apa anda masih bisa bertahan? " tanya Muzi.
" Hm... Kalian bersiaplah.. Pasukan mereka belum semuanya yang datang menyerang!. " nafas Gong Sheng ngos-ngosan.
" Dimana bala bantuan kita jendral? " tanya Toru yang sudah tidak memiliki banyak tenaga dalam lagi.
" Sepertinya pasukan lawan berhasil menahan mereka untuk segera datang kemari... Kalian persiapkan diri saja, semoga mereka segera tiba.. "
Ingin berputus asa, tapi jika pasukan terhebat saja menyerah lalu bagaimana dengan semuanya. Berada di posisi pasukan Ri Yue sebenarnya juga memiliki beban yang berat karena mereka pasukan terkuat. Tapi jika seperti ini terus maka mereka hanya bisa pasrah, semoga dewi Fortuna berada di pihak mereka.
Pasukan bantuan dari pihak lawan telah berdatangan, bahkan putra mahkota dan ketiga pangeran lainnya juga sudah ikut bergabung dengan pasukan yang sekarang berada di luar gerbang ketiga istana Xili. Putra mahkota sangat terkejut melihat sisa prajuritnya. Sungguh hebat kah pasukan Ri Yue sampai bisa mengalahkan pasukannya yang jelas-jelas jumlah lebih banyak.
" Sial... Kita tidak bisa meremehkan mereka... " ujar Gong Lie pada ketiga saudaranya.
" Sepertinya benar kabar yang sempat pernah aku dengar dulu, adik kelima telah mencapai tahap spiritualis tingkat dewa... Luar biasa benar... " ucap Gong Xie mengagetkan semua yang ada disana.
" Mustahil... Bagaimana bisa? " Gong Chen tidak percaya.
" Mustahil atau tidak tapi dengan kondisi adik kelima sekarang, seharusnya dia tidak akan bisa bertahan jika kita gempur terus-terusan. Persiapkan pasukan, kita akan mendobrak gerbang istana!! " titah Gong Lie langsung disahuti oleh semua pasukan mereka.
Pasukan Gong Lie membawa beberapa barang pohon sangat besar untuk digunakan mendobrak gerbang yang masih dijaga dari dalam oleh pasukan pangeran ke 5. Empat baris pasukan gabungan empat pangeran berbaris rapi membawa barang besar mendobrak gerbang..
Duang.... Duang.... Duang...
Pasukan pangeran ke 5 sangat panik ketika gerbang ketiga istana sudah didobrak oleh lawan. Mereka masih belum memulihkan tenaga mereka, bantuan pun juga belum datang. Benarkah mereka akan berakhir di sini?
" Jika kita berakhir disini maka kita akan mati membawa kebanggaan bahwa kita telah menjadi pasukan terhebat sepanjang masa di Xili... SEMUANYA BERSIAP..... DEMI XILI.... DEMI XILI.... " Gong Sheng berteriak memberi semangat pasukannya..
" DEMI XILI.... DEMI XILI..... "