
Di istana saat ini tengah disibukkan dengan pernikahan yang akan digelar beberapa hari lagi, dan mempelainya adalah Pangeran ke 3, Gong Xie dengan putri menteri pertahanan, Cho Hain. Pernikahan ini digadang-gadang akan membuat posisi pangeran ke 3 lebih tinggi di bandingan pangeran ke 2 dan ke 4.
Pangeran ke 3 sendiri tidak dapat menolak apa yang sudah direncanakan oleh putra mahkota karena kelemahan yang dimiliki pangeran ke 3 sekarang ini masih berada di dalam genggaman putra mahkota. Meski begitu, pangeran ke 3 tetap menjalani ini semua demi meski hatinya terpaksa, yang terpenting baginya adalah wanita yang dia cintai akan aman dan damai menjalani hidupnya.
Selir Xi dengan perasaan yang gembira menyiapkan
pesta pernikahan putra pertamanya. Sudah sejak putranya ini masih berusia 20 tahun Selir Xi sudah menjodohkannya dengan banyak anak gadis keluarga bangsawan. Namun entah kenapa sang putra ini selalu menolak perjodohan yang dibuatnya, dengan alasan dia sudah memiliki gadis yang akan dia nikahi. Tapi apa yang bisa diharapkan, sudah lebih dari setahun lamanya namun sang putra masih saja belum membawa gadis yang dia cintai untuk menghadap Kaisar.
Dengan adanya perjodohan yang dicetuskan oleh putra mahkota, tentu saja Selir Xi menyambutnya dengan baik dan penuh syukur. Apalagi calon yang akan dinikahi oleh putranya itu adalah putri menteri pertahanan yang memiliki kecantikan luar biasa. Putri mahkota saja bahkan kalah cantik dan kalah anggun bila disandingkan dengan putri menteri pertahanan yang bernama Cho Hani.
" Selamat Selir Xi. Jika kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk memintanya pada ku. Aku pasti membantu dengan sepenuh hati.." permaisuri datang berkunjung ke tempat Selir Xi.
" Yang mulia, sungguh saya sangat bersyukur dengan segala kebaikan yang sudah yang mulia berikan pada kami selama ini. Tanpa yang mulia, maka kedua putra saya tidak akan pernah dilihat oleh Baginda kaisar." ujar Selir xi berusaha untuk menjilat permaisuri agar posisinya di harem aman.
" Kau lupa siapa kita? kau adalah anak paman ku, sudah jelas kita yang satu keluarga ini harus saling membantu. Jika tidak akan ada banyak wanita yang mengincar keistimewaan harem." permaisuri berucap.
Memang kedua wanita paling ditakuti di harem ini adalah masih saudara. Ayah dari selir Xi merupakan adik dari ibu permaisuri. Yang membedakan status mereka adalah saat itu ibunda dari permaisuri menikah dengan pangeran, paman dari kaisar yang sekarang. Dan karena alasan inilah, Kaisar yang sekarang begitu menghormati dan terkesan tidak mau tahu dengan semua perbuatan permaisuri yang merugikannya. Salah satunya adalah kematian Selir Xia.
" Saya ucapkan banyak terima kasih pada anda dan juga putra mahkota karena membantu saya untuk mencarikan jodoh untuk A Xie. Kalau bukan karena putra mahkota yang meminta sudah pasti putra saya tidak akan mau menerima perjodohan ini." Slir Xia merendahkan diri.
" Pangeran ke 3 banyak membantu putra ku. Jadi sudah sewajarnya putra ku memperhatikan putra mu. Harapan ku mereka akan saling membantu untuk menguatkan posisi putra ku. Bukan begitu.." ujar permaisuri berusaha mengintimidasi selir Xi.
" Tentu saja. Bagaimana bisa anak seorang wanita miskin bersaing dengan cucu pangeran. Benar-benar tidak tahu malu.." ucap selir Xi mendukung permaisuri.
Harem istana sejujurnya hanya berisikan wanita yang secara pribadi disiapkan oleh permaisuri. Jika ada perempuan yang masuk tanpa persetujuan permaisuri, maka perempuan itu akan dibuat diusir dari istana oleh kaisar sendiri.
Sampai saat ini, sudah ada beberapa selir yang tinggal di pengasingan karena akal licik dari permaisuri yang dibantu oleh Selir Xi. Salah satunya adalah ibunda dari pangeran ke 5, Xia Nian.
Dia pun mulai berbuat licik pada selir Xia bahkan sejak kandungan selir Xia ini baru berusia tiga bulan. Ini semua karena desas desus yanng beredar di kawasan istana, bahwa selir Xia adalah wanita yang paling dicintai oleh kaisar. Permaisuri tidak terima akan hal itu, dan dia ingi menyingkirkan selir Xia.
Selir Xia dipaksa meminum racun yang dicampurkan di tonik yang biasa diminum ketika seorang perempuan sedang mengandung. Sebuah racun yang memiliki efek jangka panjang, dan biasanya akan dipicu dengan adanya kondisi pendarahan pada ibu hamil. Maka racun ini akan menimbulkan efek dimana tubuh manusia kehilangan kemampuan untuk membekukan darah merah. Hingga akhirnya pendarahan tidak akan bisa dihentikan dan orang itu akan meregang nyawa.
Itulah yang terjadi pada selir Xia saat dia melahirkan pangeran ke 5. Selir Xia tidak dapat tertolong karena pendarahan yang hebat, yang secara medis belum ada tindakan yang bisa digunakan untuk menolong ataupun mengantisipasi hal itu.
Kaisar sebenarnya tahu apa yang sudah permaisurinya lakukan kepada wanita yang sangat dia cintai itu. Namun mengingat latar belakang permaisuri lebih tinggi darinya, maka dari itu dia diam dan tidak menindak perbuatan permaisuri. Alasan yang digunakan oleh kaisar saat itu adaah untuk melindungi putranya dengan wanita yang paling dicintainya.
Permaisuri berpamitan pada selir Xi karena dia masih memiliki kepentingan di luar istana. Permaisuri mengatakan ingin bertemu dengan ayahandanya. Permaisuri ingin mengadu pada sang ayah tentang sepak terjang pangeran ke 5 yang dianggap sudah mulai membahayakan posisi putra mahkota.
Rakyat yang mendukung, serta Goryeo yang begitu menghormati pangeran ke 5 dan memiliki hubungan baik dengan tetangga Xili itu. Ini saja sudah bisa membuat rakyat dan para menteri melengserkan posisi Gong Lie sebagai putra mahkota. Karena pengesahan dari Goryeo juga menjadi syarat penting seorang putra mahkota bosa naik tahta.
" Silahkan masuk yang mulia, tuan besar sudah menunggu kedatangan anda." seorang kepala pelayan menyambut kedatangan permaisuri di kediaman pangeran ke delapan.
" Baiklah..' permaisuri memasuki kediaman tempat dia tumbuh dan berkembang dengan segala aturan dari orang tuanya yang juga melimpahinya dengan segala bentuk kasih sayang dari orang tua.
" Putri ayah sudah pulang..." Wang Erhan, ayahanda Wang Haocun langsung memeluk tubuh putrinya, lalu berganti Ling Haer, ibunda Wang Haocun yang memeluk putri mereka.
" Saya selalu berharap ayahanda dan ibunda sehat dan selalu berlimpah banyak rejeki dari dewa." salam dari permaisuri pada kedua orang tuanya.
" Begitu juga dengan putri kesayangan ayah ini." ucap Wang Erhan.
Wang Erhan adalah pangeran ke delapan yang seharusnya naik tahta sebelum ayah dari Kaisar yang sekarang naik tahta. Namun karena kelicikan pangeran ke sepuluh Gong Yan, alhasil membuat Wang Erhan harus lengser dari posisi putra mahkota. Sejak saat itu, Wang Erhan meninggalkan istana dan baru kembali lagi ketika kaisar yang sekarang naik tahta. Wang Erhan yang bernama asli Gong Erhan, memaksa kaisar menikahi putrinya atau dirinya akan mengungkap kelicikan kaisar terdahulu yang mencuri tahtanya. Dan karena keterpaksaan itulah kaisar sekarang ini menikahi permaisuri dan meninggalkan wanita yang dia cintai.