
Flashback
Kediaman pangeran ke 5 mulai detik ini akan sangat ramai, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu sepi karena ditinggalkan pemiliknya untuk berperang. Namun, sungguh hari ini adalah hari yang membahagiakan karena pemilik kediaman ini ada melangsungkan pernikahan dengan wanita yang begitu dicintainya.
Banyak orang berdatangan ke tempat dimana pangeran ke 5, Gong Seng tinggal. Pejabat, teman, maupun beberapa dari anggota pasukan yang dipimpin oleh pangeran ke 5 juga datang.Yang pasti, hari ini pasti akan sangat ramai.
Begitu mempelai pria dan wanita datang, keduanya langsung disambut meriah oleh semua tamu yang datang. Tidak hanya mereka saja, tapi semua orang yang bekerja di kediaman pangeran ke 5 juga menyambut nyonya mereka dengan mereka.
" Selamat datang nyonya." sapa Yi Ye mewakili semua pekerja.
" Terima kasih paman. Senang bertemu dengan kalian semua. Dan mohon bimbingannya bila aku berbuat kesalahan." Feng Ai balik menyapa.
" Nyonya, kenapa anda memanggil saya paman? Panggil saja Yi Ye seperti biasanya." ujar kepala pelayan rumah ini yang merasa kurang nyaman saat dipanggil paman oleh nyonya nya. Hal ini tidak pernah terjadi selam ini. Apalagi Yi Ye mengenal Feng Ai sejak kecil.
" Tentu saja paman, anda lebih tua dari saya. Akan sangat tidak sopan bila memanggil orang yang lebih tua hanya memanggil namanya saja." terang Feng Ai tersenyum.
Flashback off
Sejak saat itulah Yi Ye mulai merasa bahwa Feng Ai bukanlah Feng Ai yang selama ini dia kenal. Lebih sopan dengan tutur kata yang sopan pula. Bukan berarti feng Ai yang dulu tidak sopan, hanya saja Feng Ai yang ditemui Yi Ye saat itu terasa sangat berbeda.
Yi Ye mulai mengawasi Feng Ai secara diam-diam, karena dia merasa ingin meyakinkan dirinya bahwa apa yang dia pikirkan hanyalah sebuah hal yang mustahil.
Seolah semesta membenarkan apa yang dipikirkan Yi Ye, nyonya kediaman pangeran ke 5 mulai belajar beladiri. Hal ini sangat aneh bagi Yi Ye, pasalnya Feng Ai adalah putri mantan jendral besar, dan juga guru dari pangeran ke5 dan Shihan. Tapi Feng Ai yang putrinya kenapa justru belajar dengan Shihan, bukankah jika memang ingin bisa saja sejak duu Feng Ai belajar ilmu beladiri.
" Sungguh maafkan saya nyonya, tapi bagi saya keselamatan pangeran ke 5 lebih penting dibandingkan apapun di dunia ini." gumam Yi Ye yang setelahnya langsung terlelap.
Malam yang penuh dengan banyak teka-teki akhirnya usai sudah. Pagi cerah dengan sinar matahari yang indah juga, membuat siapa saja menjadi bersemangat. Begitu pula dengan Yi Ye,dia sudah memantapkan hatinya untuk sekedar bertanya pada nyonya nya.
Ketika Yi Ye keluar dari kamar pribadinya' sudah banyak sekali pelayan dan dayang yang berwara-wiri menyiapkan semua keperluan dari pemilik kediaman ini. Mulai dari sarapan, air unuk mandi hingga pakaian pun disiapkan oleh para dayang dan pelayan.
" Apa nyonya sudah berada di ruang makan?" tanya Yi Ye pada salah seorang pelayan bagian dapur yang lewat di sampingnya.
" Belum kepala pelayan. Seorang dari kami sudah memanggil beliau untuk menikmati makan pagi." jawab pelayang itu, lalu dia berpamitan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
Yi Ye langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang makan. Benar apa yang dikatakan pelayan tadi, bahwa nyonya mereka belum keluar dari kamar pribadinya. Hal ini pun Yi Ye manfaatkan untuk mencicipi setiap hidangan yang ada di atas meja makan. Hanya sebuah kebiasaan saja yang memang selalu Yi Ye lakukan sejak pangeran ke 5 masih kecil.
Selamat pagi paman?" sapa Feng Ai yang sedang berjalan menuju ke meja makan.
" Selamat pagi nyonya. Silahkan duduk di sini!" Yi Ye mempersilahkan.
" Semuanya adalah apa yang nyonya sukai." jawab Yi Ye.
" Benarkah? Wah ini sangat hebat." seru Feng Ai terlampau bahagia.
Namun ekspetasi tidak selalu harus sama dengan kenyataan, dan Feng Ai akhirnya sedikit kecewa karena karena apa yang Feng Aisli sukai sama sekali bukan apa yang Feng Ai yang sekarang ini sukai. Untuk menghormati pelayan yang sudah memasak dan mempersiapkan semuanya untuknya, Feng Ai pun menyantap dengan lahap hidangan sarapan pagi ini.
Meski bukan makanan favoritnya, tapi ini termasuk makanan yang biasa dia makan saat dia masih berada di rumahnya yang sebenarnya. Rupanya apa yang tengah dilakukan oleh Feng Ai tidak luput dari pengawasan Yi Ye yang berdiri sedikit agak jauh, namun tepat di hadapannya. Sehingga Yi Ye bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan oleh nyonya nya.
" Apa ada yang tidak berkenan untuk anda nyonya? " tanya Yi Ye.
" Tidak paman. Aku hanya sedang berpikir tentang sesuatu sehingga tidak fokus saat makan. " jawab Feng Ai yang sama sekali tidak menyadari sedang diawasi oleh kepala pelayan dari kediaman pangeran ke 5.
" Jika anda ingin sesuatu, anda bisa menyampaikannya pada saya. Maka nanti saya akan mengatakan apa yang nyonya inginkan pada bagian dapur sehingga makan siang nanti bisa mereka hidangkan. " Yi Ye berkata seperti ini karena ingin menguji sejauh mana perbedaan antara yang dulu dengan yang sekarang.
" Terima kasih paman. Bisakah untuk makan malam nanti aku makan bubur ayam? " tanya Feng Ai takut-takut. Entah lah mengapa dia sangat menginginkan makanan itu.
" Baik nyonya, saya nanti akan menyampaikan hal ini pada bagian dapur. " Yi Ye tersenyum. Tidak ada yang mencurigakan untuk saat ini.
Setelah selesai menyantap makanan pagi miliknya, Feng Ai mengajak Hui Li untuk berjalan-jalan, agar makanan ya g baru saja dia makan bisa tercerna dengan baik oleh perutnya. Feng Ai mengajak Hui Li untuk ke kebun bunga anggrek yang sengaja ditanam oleh Gong Sheng agar bisa membuat Feng Ai merasa senang.
Di taman kebun bunga khusus anggrek itu, ada beberapa tempat duduk yang memang ada di sana agar mempermudah yang merawat tanaman anggrek ini. Feng Ai duduk di salah satu tempat duduk yang ada di sana. Di tempat duduk yang paling dekat dengan bunga anggrek yang paling disukainya.
Asyik dengan lamunannya, Feng Ai sampai tidak menyadari saat Yi Ye datang dan meminta Hui Li pergi dari sana. Ada hal penting yang ingin Yi Ye sampaikan pada nyonya di kediaman pangeran ke 5 ini.
" Nyonya... " Yi ye memanggil Feng Ai.
" Eh... Paman... Sejak kapan anda berada di sini? Anda mengejutkan saya paman. " ujar Feng Ai terdengar begitu manja. Manja seorang anak pada ayahnya.
" Sejak anda sibuk melamun. " jawab Yi Ye tersenyum. Meski dirinya diliputi kecurigaan, tapi bisa dia akui bahwa dia lebih menyukai Feng Ai dengan versi yang sekarang.
" Nyonya, bolehkah saya bertanya sesuatu yang sangat penting? " tanya Yi Ye.
" Tentu paman. " jawab Feng Ai singkat.
" Apa anda merasa bahwa anda berbeda dengan anda yang dulu nyonya? "