The Great Princess of the Warlord

The Great Princess of the Warlord
bab 60



Hari yang paling ditunggu Gong Sheng akhirnya tiba. Keinginannya untuk mengenalkan seorang Feng Ai yang begitu berharga untuknya, kepada semua keluarganya. Karena bagi Gong Sheng, keluarga dari sang ibu adaah keluarga yang sesungguhnya. Karena dia tidak perlu menghadapi saudara yang mengenakan topeng kebaikan namun dengan hati penuh dengki.


Gong Sheng masih memiliki satu kediaman lagi, namun letaknya berada di luar ibukota. Disanalah dia akan menjamu pamannya yang datang dari Goryeo. Disana juga nantinya Gong Sheng akan memperkenalkan keluarganya pada sang istri tercinta.


" Ini rumah siapa?" gumam Feng Ai kala kakinya menginjak di halaman sebuah rumah yang begitu besar. Bahkan lebih besar dari kediaman Feng dan kediaman pangeran ke 5.


" Ini adalah kediaman milik ku. Kita akan menginap disini selama beberapa hari karen aku ingin mengenalkan mu pada keluarga ku." ujar Gong Sheng menjawab gumaman dari Feng Ai.


" Keluarga? Apa masih ada keluarga anda yang belum saya kenal? Rasanya tidak ada." Feng Ai nampak kebingungan.


" Nanti Ai juga akan tahu siapa keluarga yang ingin aku kenalkan pada mu." Gong Sheng sengaja untu membuat sang istri penasaran.


" Baik suami ku." ucap Feng Ai dengan senyum manis yang selalu berhasil menenangkan hati dari Gong Sheng.


Para pelayan di kediaman ini sudah mulai menyiapkan hidangan yang akan disajikan ketika tamu kehormatan dari tuan mereka tiba. Feng Ai yang pada dasarnya tidak bisa memasak, dan dilarang oleh Gong Sheng untuk tidak terlalu lelah menyiapkan kedatangan tahu kehormatan suaminya itu, sehingga membuat Feng Ai hanya duduk di samping sebuah kolam ikan.


" Sebenarnya siapa yang suami ku sebut sebagai keluarganya itu? Sungguh aku tidak bisa memikirkan kemungkinan siapa orang itu." gumam Feng Ai terlihat sedikit frustasi.


" Semoga saja tidak akan ada hubungannya dengan mimpi ku semalam. Aku sungguh tidak ingin hal itu terjadi.


Namun harapan tinggal harapan. Ketika mata Feng Ai bertemu dengan seorang pria paruh baya yanng mungkin seusia ayahnya dan yang membuatnya semakin terkejut adalah wajah pria ini ada dalam mimpinya. Seseorang yang mengenakan pakaian yang seperti pakaian Kaisar. Lalu benarkan apa yang dia mimpikan semalam.


Selama penyambutan Feng Ai jelas sekali terus terdiam dengan sejuta masalah yang dia pikirkan.Salah satunya adalah tentang masalah pria paruh baya dalam mimpinya ini dipanggil paman oleh suaminya. Ingin bertanya namun Feng Ai memilih untuk diam saja karena tidak ingin merusak suasana.


" Kau memilih istri yang tepat Sheng. Karena sang ayah tidak akan pernah membiarkan kau dan istri mu berada dalam masalah. Aku mengenal dengan baik Feng Ying." ujar Kim Yuzo. Kaisar Goryeo dan juga paman dari Gong Sheng.


" bagaimana paman bisa mengenal ayah dari istri ku?" tanya Gong Sheng cukup penasaran.


" karena Jia Li adalah orag Goryeo. Feng Ying menyelamatkan Jia Li dalam peperangan antara Goryeo dan juga Xili. Kemudian dia membuatkan identitas baru untuknya dan kemudian menikahinya." jawab Kim Yuzo yang masih mengingat semua kejadian yang terjadi di masa lalunya.


Feng ai dengan ditemani oleh beberapa pelayan mengantarkan minuman dan cemilan untuk menemani pembicaraan antara Gong Sheng dan juga pamannya.


" Kemarilah nak!" pinta Kim Yuzo memanggil Feng Ai untuk mendekat padanya.


" Nama mu Feng Ai, benar?" tanya Kim Yozu. Dalam hatinya Kim Yozu memuji Feng Ai cantik karena banyak menurun dari sang ibu.


" Benar paman." jawab Feng Ai dengan suara lembut dan sopan.


" Aku turut berduka atas kepergian ibu mu. Maaf aku baru mengetahui berita itu setelah aku masuk ke Xili." ucap Kim Yozu dengan memperlihatkan kesedihan yang mendalam dalam setiap kata yang di ucapkan.


" Apa anda mengenal ibu saya?" ganti sekarang Feng Ai yang bertanya.


" Tentu saja. Siapa yang tidak mengenal gadis cantik dengan lesung pipi yang begitu manis. Kami teman saat kami masih kecil." Kim Yozu kembali mengenang masa kecil yng penuh kebahagiaan bersama dengan saudara dan temannya.


" Apa anda juga mengenal ayah saya?" Feng Ai hanya ingin memastikan saja tentang sesuatu yang tiba-tiba melintas dipikirannya. Tentang kenangan saat dia masih kecil bersama ibunya.


"Siapa yang tidak kenal dengan jendral besar yang selalu mendapatkan kemenangan? Aku akan malu jika sampai tidak mengenal ayah mu. Andai aku tahu kau putri mereka, aku ingin sekali kau mengajak ayah mu kemari.'Kim Yozu tersenyum.


" Maafkan saya, tapi apakah mungkin anda Paman Yozu?" tanya feng Ai sedikit takut. Kedua tangannya meremas pakaian yang dia kenakan saat ini.


" Darimana kau tahu?" Kim Yozu cukup terkejut karena istri dari keponakannya ini mengetahui namanya. Mungkinkah seperti yang sedang Kim Yozu pikirkan. Dan kemudian Feng ai pun mulai menceritakan tentang apa yang dulu sering diceritakan oleh sang ibu.


Jia Li ibu dari Feng Ai, harus berpisah dengan keluarga dan juga teman-temannya karena bertemu dengan ayah Feng Ai kemudian jatuh cinta. Kedua dinasti yang sedang berperang tak memadamkan cinta terlarang antara jendral besar Xili dengan putri dari perdana menteri Goryeo.


Jia Li selalu bercerita pada Feng Ai kecil tentang kerinduannya pada kampung halaman dan juga orang-orang yang berperan dalam tumbuh kembangnya. Jia Li menyebutkan nama Yozu sebagai pria yang selalu mengayomi mereka karena dia yang paling tua. Jia Li juga menceritakan tentang Hanian yang saat itu Feng Ai tidak ketahui adalah ibunda dari pangeran ke 5


" Rupanya dia juga merindukan kami." gumam Kim Yozu dengan linangan air mata yang memenuhi wajahnya. Dia begitu merasa tidak adil ketika gadis yang dlu dia lindungi kini keduanya sama-sama telah meninggalkannya. Kim Yozu merasa teramat bersalah karena tidak dapat melindungi kedua gadis yang paling berarti dalam hidupnya. Cinta pertamanya dan juga adik tercintanya.


" Semoga saja segala hal yang terjadi saat ini bisa segera kami selesaikan agar kau dan Sheng bisa segera tinggal di tempat ku. Kau akan senang disana, karena tempat ku memiliki keindahan alam yang lebih indah dari seluruh dinasti yang ada di daratan ini." meski tidak mengatakan apa hubungan sang ibu dengan paman dari suaminya ini. Melihat tutur kata yang lembut dan tangisan pria paruh baya itu, Feng Ai yakin bahwa pria ini dan ibunya memiliki hubungan yang lebih intim. Dan sesuai firasat Feng Ai, karena Kim Yozu dan Jia li terikat pertunangan sejak mereka bahkan masih dalam kandungan.


Kim Yozu kelelahan akrena perjalanan dan hatinya yang harus menerima kabar yan menyakitkan, akhirnya tertidur di bangku taman tempat Feng Ai dan suaminya menjamu sang paman.


Setelah Gong Sheng mengantar pamannya ke dalam kamar yang telah disiapkan untuk sang paman. Feng Ai terus menatap suaminya ini dengan penuh kecurigaan. Gong Sheng yang menyadari hal itu meringis karena tatapan mengerikan dari sang istri.


" aku akan ceritakan semuanya pada mu. Tapi harus menunggu waktu yang tepat. Aku janji Ai..."