The Great Princess of the Warlord

The Great Princess of the Warlord
bab 27



Hari-hari mulai berjalan dengan sangat cepat, tanpa terasa sudah tiga minggu ini Feng Ai menjadi nyonya di rumah kediaman pangeran ke 5 ini. Selamat itu pula, suami yang dia nantikan kepulangannya masih belum nampak ada kabarnya. Meski begitu, Feng Ai mengerti, bahwa menikahi Gong Sheng memiliki resiko dimana dia harus mau dimadu dengan rakyat Xili.


Selama ini pula, pembelajaran ilmu beladiri yang Feng Ai jalani berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Meski ada beberapa waktu dia mengalami kesulitan dalam mempraktekan apa yang Shihan ajarkan, tapi itu bukan halangan besar baginya.


Setelah melewati sesi keterbukaan dengan Yi Ye, kepala pelayan kediaman pangeran ke 5 itu selalu saja membantu Feng Ai dalam latihan maupun dalam keseharian. Hubungan mereka berjalan dengan baik dengan tujuan ingin pangeran ke 5 hidup dengan baik di bagian cerita yang Feng Ai bisa perjuangkan kehidupannya.


Pagi ini adalah waktu bagi Feng Ai untuk melakukan latihan dengan Shihan di luar rumah. Rencana, Shihan akan mengajak Feng Ai untuk pergi ke air terjun yang ada di hutan tak jauh dari kediaman pangeran ke 5.Di sana Feng Ai akan melatih jurus pengendalian air.


" Shihan..." Yi Ye memanggil pengawal dri nyonyanya itu.


" Ya?" Shihan menghentikan langkahnya saat mendengar suara kepala pelayan memanggil namanya.


" Jaga nyonya dengan bak dengan segenap nyawa mu!" Yi Ye mengingatkan.


" Tentu saja, anda jangan khawatir. Dengan nyawaku aku akan melindunginya dan membawanya pulang dengan selamat. lagipula kami hanya akan ke air terjun yang ada di dalam hutang yang ada di belakang kediaman ini." ujar Shihan yang paham dengan kekhawatiran dari kepala pelayan.


" Paman, anda jangan khawatir. Saya akan kembali dengan selamat. Sebentar lagi suami saya akan pulang, jadi saya wajib dalam keadaan baik-baik saja saat suami saya pulang." ujar Feng Ai ikut menyakinkan Yi Ye.


" Anda benar nyonya. Kalau begitu saya akan meminta pelayang dan tukang masak di kediaman ini untuk memasak makanan kesukaan anda untuk menyambut anda nanti." Yi Ye ikut mengantar Shihan dan nyonya kediaman ini sampai ke pintu gerbang kediaman Man Yue.


Shihan pun memimpin perjalanan menuju ke dalam hutan yang memiliki air terjun di tengahnya. Biasanya bagi spiritualis jenis air, mereka akan lebih mudah berlatih mengendalikan air jika berada di tempat yang dekat dengan sumber air. dan air terjun di dalam hutan adalah sumber air yang tepat untuk media latihan Feng Ai.


Karena jalanan yang jarang dilewati oleh manusia, membuat perjalanan menuju ke dalam hutan hanya bisa berjalan untuk bisa sampai ke sana. Kuda pun tak akan bisa melewati medan tersenut karena jalanannya ditumbuhi rerumputan berduri.


" apa anda masih kuat untuk berjalan yang mulia?" tanya Shihan ditengah-tengah perjalanan mereka menuju ke dalam hutan.


" Masih kuat. Jangan khawatirkan aku, kita lanjutkan saja perjalanannya." jawab Feng Ai yang memang masih kuat untuk berjalan. Hitung-hitung ini adalah pemanasan untuk latihannya nanti.


sekitar perjalanan yang ditempuh kurang dari satu jam, Feng Ai dapat mendengar suara berisik yang ditimbulkan oleh air terjun. Dirinya yakin, air terjun itu tidak jauh lagi dari tempatnya berdiri saat ini. Dan benar saja, setelah melewati pepohonan yang besar dan semak-semak, Feng Ai dan Shihan sampai di tempat tujuan mereka.


' Hem... kau benar Shihan, ini sangat segar sekali. jarang bisa mendapatkan air sejernih ini di kota kan." ujar Feng Ai membenarkan ucapan Shihan.


" Benar yang mulia. Dan air mata dari air terjun dan sungai inilah yang lewat di belakang kediaman pangeran ke 5." terang SHihan,


" Eh benarkah? Pantas saja air minum dikediaman kita sangat segar." Feng Ai tersenyum begitu manis sekali di depan Shihan.


" Aduh senyuman yang mulia putri benar-benar sangat manis sekali. Inikah yang membuat pangeran ke 5 lebih memilih putri Feng Ai dibandingkan dengan putri dari kediaman Ming." batin Shihan.


Shihan adalah orang yan termasuk tahu tentang bagaimana putri dari keluarga ming yang merupakan teman masa kecil dari tuannya itu begitu tertarik dengan tuannya. Shihan pikir dulu yang akan menjadi nyonya di kediaman Man Yue adalah putri dari keluarga Ming. Namun ketika pangeran ke 5 mengatakan bahwa dia jatuh hati pada putri dari guru mereka pun sempat terkejut.


Siapa yang tidak melihat betapa tergila-gilanya putri dari keluarga Ming itu pada pangeran ke 5. Bahkan menurut apa yang didengar oleh rakyat sekalipun, putri keluarga Ming sengaa masuk ke istana demi bisa bersama dengan pangeran ke 5, namun takdir justru menjodohkan putri dari keluarga Ming itu dengan putra mahkota.


" Apa yang kau lamunkan Shihan?" tanya Feng Ai. Sebelah tangan Feng Ai berada di depan wajah Shihan dan digerak-gerakkan melambai.


" Ah... maafkan saya yang mulia. Saya tiba-tiba ingat kejadian yang sudah lama sekali." Shihan terkejut saat ketahuan melamun.


" Aku pikir ada apa, ngomong-ngomong apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Feng Ai yang sekedar ingin mengisi waktu istirahat mereka dengan percakapan.


" Tentang anda dan juga yang mulia pangeran ke 5, yang mulia." jawab Shihan nampak malu. Pengawal pribadi Feng Ai itu nampak menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


" Kalau boleh tahu itu tentang cerita yang mana ya? Aku ingin dengar dari sudut pandangmu. Selama ini aku hanya melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana sikap kak Sheng pada ku. Aku ingin dengar dengan pandangan dari mu." pinta Feng Ai. Saat mengatakan itu nampak ada sedikit kesedihan yang nampak dari cara bicaranya dan juga wajahnya.


Shihan pun menceritakan tentang apa yang dia pikirkan tadi. Tentang nona dari keluarga Ming yang dulunya sempat mengejar pangeran ke 5 sebelum akhirnya menikah dengan putra mahkota. Shihan juga mengatakan bahwa Gong Sheng dengan Ming Ye adalah teman dari semasa dia kecil.Banyak waktu yang mereka berdua ciptakan untuk membuat kenangan tentang masa kecil mereka hingga menginjak usia remaja.


" Saya sempat terkejut kala mendengar bahwa yang akan dinikahi oleh yang mulia pangeran ke 5 adalah anda. Beliau tidak pernah mengatakan apapun dan pada siapapun tentang anda yang mulia. Eh..... Tolong jangan marah pada yang mulia pangeran ke 5, saya yakin beliau memiliki alasan tersendiri mengenai hal itu." ujar Shihan cepat-cepat menjelaskan agar tidak ada pertengkaran diantara kedua tuannya itu.


" Jika aku mengatakan alasan kak Sheng tidak pernah mengatakan apapun tentang dia dan aku, apa kau akan percaya? Dia tidak mengatakan apapun karena tidak ingin aku ditargetkan oleh putra mahkota. Kak Sheng selalu tahu bahwa yang mulia putra mahkota iri padanya, dan selalu mengambil dan memiliki apapun yang kak Sheng sayangi. Terbukti, dengan pemikiran semua orang yang mengarah pada nona dari keluarga Ming, yang mulia putra mahkota langsung mempersunting beliau."