
Istana gempar saat mengetahui bahwa pasukan gabungan dari pangeran ke 4 dan putra mahkota menyerang desa tempat dimana pangeran ke 5 berada. Putra Mahkota melaporkan bahwa di desa itu terdapat mata-mata dari negara Goryeo yang menginginkan informasi tentang Xili saat ini. Karena alasan inilah Kaisar menolak mengirim sisa pasukan milik pangeran ke 5 ke desa tersebut.
Satu yang tidak Kaisar ketahui adalah niatan dari kedua putranya yang sebenarnya. Kedua putranya itu ingin membunuh putranya yang lain. Tentunya hal ini tidak akan pernah diungkapkan oleh pihak putra mahkota karena pasti Kaisar akan murka padanya. Kaisar terlalu tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh putranya sehingga para putranya memulai peperangan dalam diam mereka.
Menteri Pertahanan mendapatkan kabar dari orang yang dikirimkan oleh Gong Sheng tentang kondisi mereka saat ini. Dia juga mendapatkan kabar dari sang kakak yang mengatakan meminta bantuan desa bukit untuk menyelamatkan keponakan mereka. Kim Young mengatakan membutuhkan kehadiran sekarang di desa itu untuk menyamarkan pertolongan dari desa bukit.
" Kita berangkat ke sana nanti malam, tentunya dengan sembunyi-sembunyi karena tidak ada yang boleh tahu keberangkatan kita. Kalian mengerti? " Cho Hain sedang berkoordinasi dengan pasukannya.
" Kami mengerti tuan.... " jawab pasukan Cho Hain serempak.
Sama seperti Cho Hain, Kaisar juga memerintahkan beberapa orang kepercayaannya untuk ikut dengannya menuju ke desa dimana putranya berada. Kabar simpang siur mengatakan bahwa pangeran ke 5 adalah kaki tangan dari orang suruhan Goryeo. Ada juga yang mengatakan bahwa pangeran ke 5 adalah antek orang Goryeo yang sengaja berada di Xili untuk memata-matai Xili.
Kaisar ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri sebelum memutuskan apa yang akan dia lakukan.l berikutnya. Masalahnya disini, ketiga putranya terlibat dalam masalah ini. Itu artinya Kaisar tidak bisa bertindak gegabah. Salah langkah sedikit saja maka Kaisar akan terjebak dalam sebuah lingkaran setan yang nanti akan mematikannya.
" Persiapkan keberangkatan ku secepatnya. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, atau ketiga putra ku akan menjadi korban, salah satunya.. " titah Kaisar yang langsung kasim Mo tindak lanjuti.
" Kasim Mo.... Menurut mu apakah isu yang beredar itu benar adanya? " tanya Kaisar.
" Saya yakin ada sesuatu di dalam kejadian ini yang pastinya melibatkan orang dalam istana, Yang Mulia. Karena bagaimana pun Anda tahu pasti apa hubungan pangeran ke 5 dengan Goryeo. Jika benar pangeran 5 ingin berkhianat, maka pertarungan di perbatasan lima tahun yang lalu, tidak akan dimenangkan oleh pangeran ke 5. Ini menurut pemikiran saya, Yang Mulia. " ujar Kasim Mo.
" Yah,, kau benar.... Hubungan Gong Sheng dengan Goryeo tidak akan bisa dihapuskan begitu saja... " ujar Kaisar...
Gong Yuan baru menyadari jati diri dari Xia Nian sebenarnya ketika Kim Yozu datang tujuh tahun setelah meninggalnya Xia Nian. Dan disitulah awal peperangan antara Goryeo dan Xili karena bagi Goryeo Xili telah membunuh putri mereka. Gong Yuan tidak bisa mengelak ataupun menolak, bodohnya dia yang tidak mencari tahu latar belakang Xia Nian dengan benar.
Di desa tempat dimana Gong Sheng berada, terlihat mulai bisa diatur. Bekas-bekas kekacauan sudah dibereskan dengan baik dan menyisakan beberapa bangunan yang roboh. Mereka nantinya kan bekerja sama agar desa bisa kembali ke kondisi semula. Memang benar jika bagian korban yang tidak selamat tidak bisa kembali, namun semangat mereka akan tetap tertanam di dalam hati semua orang yang masih tinggal di desa ini.
Beberapa penduduk desa yang bersembunyi di celah bukit sudah kembali ke desa. Feng Ai begitu terkejut melihat luka suaminya yang bukannya berkurang malah semakin bertambah. Beruntung suaminya selamat. Mendengar beberapa orang telah menolong suaminya, Feng Ai berinisiatif untuk menemui orang-orang tersebut dan mengucapkan terimakasih. Tidak terbayangkan bagaimana jika para penolong itu datang terlambat. Maka tidak akan ada lagi suaminya hidup di dunia yang sama dengannya .
" Apa sakit? " tanya Feng Ai terdengar lucu ditelinga Gong Sheng karena luka-lukanya jelas sakit.
" Tidak apa-apa.. Tabib sudah mengobatinya.. " tangan Gong Sheng meraih tangan Feng Ai untuk menenangkan istrinya ini.
" Tenang saja, nanti dari pihak desa bukit akan mengirimkan persediaan makanan pada kita. Goryeo juga akan mengirimkan makanan untuk kita sampai nanti ada tindakan dari Kaisar. " terang Gong Sheng.
Mendengar suaminya menyebut ' Kaisar ' , Feng Ai langsung menyadari tentang penyebab dari serangan yang dilakukan putra mahkota dan pangeran ke 4.Tanpa adanya persetujuan dari istana, maka penyerangan ini tidak mungkin terjadi. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa penyerangan ini, Kaisar tahu akan hal tersebut. Feng Ai langsung memikirkan perasaan dari sang suami karena masalah ini.
" Saya yakin ini pasti hanya salah paham. Anda jangan langsung menyalahkan pihak istana akan hal ini.. " ujar Feng Ai.
" Aku tahu.... Ini juga bisa menjadi sarana kita untuk membalik keadaan. Jadi kau tenang saja, aku pastikan semuanya akan baik-baik saja... Pikirkan saja tentang kandungan mu Ai... Perut mu sudah sangat besar... " Gong Sheng tersenyum ketika mengusap perut besar milik sang istri.
" Usia kandungan saya sudah tujuh bulan, kita hanya perlu menunggu dua bulan lagi maka kita akan bisa melihat anak ini. " Feng Ai juga ikut mengusap perut miliknya..
" Iya... Maka kita akan selalu bersama... "
Ucapan Gong Sheng langsung diamini oleh Feng Ai. Karena harapannya memang bisa bersama dengan sang suami juga anak-anak mereka nantinya. Feng Ai berharap, jika memang ini takdirnya maka biarlah dia meninggalkan kenangan indah bersama Gong Sheng dan anak mereka nantinya. Tapi Feng Ai tidak dapat menjamin apakah nanti diakhir cerita ini, dia tinggal atau tidak.
Tak lama seorang anak buah Gong Sheng datang menyampaikan laporan yang dia Terima dari anak buah Gong Sheng lainnya yang ada di ibukota. Kabar yang harus segera Gong Sheng dengarkan agar dapat segera membuat keputusan.
" Jendral.... Saya mendapatkan kabar dari pasukan kita di ibukota. Saat ini menteri Pertahanan tuan Cho dan juga Kaisar sedang dalam perjalanan menuju kemari. " lapor anak buah Gong Sheng.
" Mereka berangkat bersama? " tanya Gong Sheng.
" Tidak Jendral.. Tuan Cho sudah berangkat lebih dulu dari Kaisar. Kemungkinan nanti malam Tuan Cho sudah datang bersama dengan beberapa pasukannya. Dan Kaisar sendiri akan sampai besok sore. " terang anak buah Gong Sheng.
" Katakan pada semuanya untuk segera berkumpul. Beritahu paman ku dan juga pimpinan desa bukit.. !! " titah Gong Sheng.
Dia sedikit bisa menebak maksud kedatangan dari pamannya yang adalah menteri Pertahanan. Tapi untuk kedatangan Kaisar sendiri dia sungguh tidak tahu maksudnya. Bagaimana pun sejak dulu Kaisar memang menarik diri dari permasalahan seluruh putranya. Karena itulah tidak kaget jika sesama pangeran saling membenci dan bersaing dengan cara tidak sehat..
" Apa yang ingin anda buktikan dengan datang kemari, Kaisar.... ? "