The Great Princess of the Warlord

The Great Princess of the Warlord
bab 8



Hari semakin malam, suasana di dalam hutan semakin sepi. Angin saling berhembus dari berbagai arah, menggoyangkan pohon dan dedaunan. Di tengah hutan, banyak tenda berdiri untuk melindungi orang-orang yang berteduh di dalamnya.


Gong Sheng masih terus berkonsentrasi untuk mendengar suara yang memang sejak tadi sudah ditunggunya. Semakin ditunggu tiba-tiba saja terdengar bunyi derap kaki yang terdengar asing olehnya. Derap kaki orang dengan jumlah yang tidak sedikit. Sejenak Gong Sheng sadar bahwa yang sedang dia tunggu telah tiba.


nnngggguuuuuuuunnnngggggggg


Gong Sheng segera melangkah keluar dari tendanya. Musuh telah datang, para tim ketua pasukannya sedang bertarung dengan para musuh yang ternyata mengepung dari segala arah. Gong Sheng maju ke depan diikuti semua pasukan yang tadi bersiaga dalam tenda.


Pertempuran pun tak terelakan lagi, kedua pasukan terus saling mengasah senjata mereka masing-masing. Gong Sheng yang ikut bertarung pun berusaha mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk kelompok mana yang ingin membunuhnya.


" Dari mana mereka? Aku dan pasukan ku berangkat di malam hari lalu kenapa sekarang mereka bisa tahu tempat kami? Siapa yang memerintahkan mereka? " batin Gong Sheng.


Meski pasukan Gong Sheng dalam keadaan lelah, tapi tak menyurutkan semangat mereka untuk menghancurkan musuh yang berani menghalangi jalan mereka. Pasukan musuh pun juga tak kenal menyerah menggempur pasukan pangeran ke 5.Tujuan mereka adalah untuk menguras tenaga pasukan Ri Yue agar tak akan tepat waktu sampai ke perbatasan.


Kan Hoon yang merupakan wakil jendral terus menyerang musuh tanpa kenal ampun. Satu, dua, tiga hingga sepuluh musuh sudah tumbang ditangannya. Melihat pangeran ke 5 sedikit kewalahan, Kan Hoon segera datang membantu Gong Sheng. Mereka berdua sama-sama pernah menjadi murid dari Feng Ying sehingga memiliki ikatan batin dan solidaritas yang kuat.


" Panglima apa anda baik-baik saja? " tanya Kan Hoon.


" Aku baik-baik saja, memangnya siapa aku baru seperti ini sudah kalah. " jawab Gong Sheng.


" Pasukan ini adalah pasukan yang terlatih panglima, pasti orang-orang yang tidak menyukai ketenaran anda. " tutur Kan Hoon.


" Kenapa anda diam saja panglima? " tanya wakil Panglima itu saat melihat tuannya nampak terdiam setelah mendengarkan perkataannya.


" Tidak mungkin ini adalah perbuatannya kan? " Gong Sheng menduga-duga dalam batin.


" Panglima awas!!!! " Kan Hoon segera menarik lengan Panglima nya saat melihat ada pihak musuh yang datang hampir saja menusuk Gong Sheng.


" Panglima fokus. Kita bicarakan ini nanti. Tidak lucu jika Panglima kami terluka sedangkan pasukannya justru baik-baik saja. " suara Kan Hoon sedikit keras agar Gong Sheng mendengar apa yang dia ucapkan.


" Maaf, aku lengah. " Gong Sheng kembali mengayunkan tombaknya bersiap menyerang musuh.


" Benar aku harus fokus pada apa yang ada di depanku terlebih dahulu. Lihat saja kalian akan aku hancurkan. " batin Gong Sheng.


Tombak Long merupakan senjata milik pangeran ke 5 yang kehebatannya sudah diuji. Tombak yang dibuat dari tulang naga yang kuat, menambahkan efek serangan dari pangeran ke 5. Tombak yang merupakan senjata paling hebat di seluruh dataran yang ada di tiga dinasti.


Tombak Long adalah tombak yang dibuat oleh seorang pria yang dulunya begitu mencintai ibunya. Cinta yang tidak bisa terbalaskan karena ibu Gong Sheng harus masuk ke istana karena diangkat menjadi selir.


Gong Sheng maju, menebas dan menusuk setiap musuh yang ad di hadapannya. Jumlah musuh yang datang tenyata lebih banyak dari apa yang diperkirakan oleh Gong Sheng meskipun jauh dibawah jumlah pasukan dari Gong Shneg.


Gong Sheng sendiri tidak dapat mengatakan siapa yang bisa dia curigai, karena terlalu banyaknya orang-orang di istana yang membencinya. Seluruh pangeran pun juga terang-terangan mengatakan bahwa mereka membenci Gong Sheng.


" Kan Hoon katakan pada seluruh pasukan kita untuk membuat lingkaran yang besar dan desk musuh di satu titik yang ada di dalam lingkaran itu." titah Gong Sheng pada wakilnya.


" Baik panglima." seru Kan hoon mula mengarahkan pasukannya untuk membuat lingkaran yang besar.


" Semuanya bentuk formasi bulan." teriak kan Hoon memberikan petunjuk.


Dengan cepat seluruh pasukan Gong Sheng membuat sebuah lingkaran besar tanpa menghentikan penyerangan mereka. Pasukan musuh yang memang tidak mengetahui hal itu dibuat kebingungan. Mereka bergerombol di tengah sedangkan pasukan Ri Yue mulai menggempur mereka tampa ampun.


Gong Sheng berjalan dengan kecepatan tinggi lalu menghilang di balik pohon besar tak jauh dari tempat pertempuran. Gong Sheng muncul kembali tepat di belakang seseorang yang sejak tadi menonton semua kejadian itu dari jarak yang tak terlalu jauh.


" Kau pikir aku tak akan tahu kau bersembunyi di sini?" ujar Gong Shen tepat di belakang seorag pria di balik pohon. Gong Sheng mengarahkan mata pedangnya pada leher pria tersebut.


" Sudah pasti pangeran ke 5 kerajaan Xili memang tak pernah mengecewakan." ujar pria yang sekarang ini ada di tangan Gong Sheng.


" Apakah kau mau dengan suka rela untuk datang ke tempatku?'


" Suatu kehormatan mendapatkan undangan dari yang mulia pangeran ke 5, tapi maaf saat ini saya sedang sibuk." Setelah mengatakan hal itu pria yang berada di dalam genggaman Gong Sheng itu berbaik lalu berusaha untuk menendang Gong Sheng.


Latihan yang rutin dan juga kemampuan yang memang sudah ada sejak kecil memudahkan Gong Sheng untuk menghindar. Dengan gerakan cepat hingga terlihat seperti menghilang , Gong Sheng menghindari serangan dari pria yang dipercaya Gong Sheng adalah ketua dari pasukan yang menyerangnya.


" Perlu latihan sepuluh tahun jika kau ingin mengimbangi kekuatanku." ujar Gong Sheng terlihat percaya diri.


" Meski tak bila membunuh anda, tapi aku masih bisa melukai anda sehingga sulit untuk anda bergerak. Dengan begitu, titah paduka kaisar tidak akan bisa anda selesaikan." ujar pria itu.


" Sudah ku duga kalian semua adalah pasukan rahasia penghuni istana. Pangeran Gong Xie, Pangeran Gong Xin, pangeran Gong Chen, atau kau adalah pesuruh dari putra mahkota? " cibir Gong Sheng.


" Kau tidak perlu tahu. Cukup kau tahu bahwa nyawamu akan segera meninggalkan raga mu. " sentak pria itu yang tidak Terima tuannya dihina oleh pangeran ke 5.


" Baik.. Sekarang kota buktikan siapa yang hidup dan siapa yang mati. " Gong Sheng langsung maju menyerang pimpinan pasukan musuh.


Saling beradu pedang dan ilmu bela diri tak bisa dihindarkan. Tapi satu hal yang pasti bahwa Gong Sheng masih jauh di atas pria itu. Gong Sheng yang merupakan spiritual tingkat 9 harus melawan spiritual tingkat 6.Bisa ditebak bagaimana jarak di antara mereka berdua.


Gong Sheng tira menggempur pria itu. Hari yang sudah akan berganti pagi itu harus bisa segera menghancurkan nusuk agar dapat segera menyelesaikan perjalanan mereka. Dengan kekuatan yang dahsyat pria itu berhasil bertekuk lutut di depan Gong Sheng.


" Sudah aku katakan kau harus berlatih selama sepuluh tahun jika ingin menghadapi ku. "