
Dengan segala bujuk rayu dari Kim Yozu dan juga Xia Tian, pada akhirnya Xijian, pemimpin desa bukit menyetujui untuk membantu mereka kali ini. Namun tidak ada yang gratis di dunia ini sehingga Xijian meminta jika mereka nantinya bisa membantu putra mahkota Goryeo, maka selamanya desa bukit akan menjadi Sekutu Goryeo. Dengan begitu, baik Xili maupun negara lainnya tidak akan lagi menganggap rendah desa bukit.
" Tuan.... tuan.... di desa bawah.... tuan.... " seorang penduduk desa bukit berlari masuk ke ruangan Xijian.
" Hei... Kau itu kenapa? " tanya Xijian sedikit membentak.
" Tuan... Desa di bawah bukit, sepertinya sedang berperang. Api menyala dimana-mana... " ujar orang itu terburu-buru.
" Xijian, kita tidak punya waktu untuk berdebat lagi. Keponakan ku, membutuhkan bantuan kita sesegera mungkin... " Kim Yozu menginterupsi.
Xijian terdiam selama beberapa saat, memikirkan langkah yang tepat untuk membantu tanpa membuat pasukannya menjadi korban. Xijian pun akhirnya memilih pasukan milik Bei yang akan menemaninya turun bukit.
" Perintahkan Bei untuk bersiap, kita kan turun bukit dalam waktu tiga puluh menit!! " titah Xijian yang segera orangnya tindak kan..
" Kalian berdua juga ikut bersiap, kita akan turun menemui putra angkat ku... " Xijian langsung meninggalkan singgasananya menuju ke ruang pribadinya.
" Tunggu... Siapa yang dia sebut putra angkat? " Kim Yozu bertanya pada Xia Tian. Namun Xia Tian hanya mengedikkan bahunya tidak paham dengan maksud Xijian.
" Ya.... Gong Sheng itu adalah keponakan ku... Sejak kapan kau menjadi ayah angkatnya... Xijian.... Kemari kau... " teriak Kim Yozu emosi saat tahu siapa yang dimaksud dengan ' putra angkat ' oleh Xijian.
Pasukan Bei dari desa bukit adalah pasukan khusus penjaga pimpinan tertinggi mereka. Bisa dikatakn pasukan Bei adalah pasukan pribadi milik Xijian. Pasukan Bei memiliki daya tempur sekuat pasukan Ri Yue, bahkan lebih kuat dari itu. Mereka terdiri dari seratus lima puluh pria bertubuh besar dan kekar. Meski berjumlah hanya lima puluh orang saja, namun dapat dipastikan mereka bisa mengalahkan pasukan dengan jumlah sepuluh kali lipat dari jumlah mereka.
Kuda yang dimiliki oleh desa bukit adalah kuda-kuda besar mirip dengan kuda monster. Belum lagi jarak tempuh kuda ini yang lima kali lipat dari jarak tempuh kuda biasa. Jalanan terjal dan berbukit adalah keistimewaan mereka karena dapat melewatinya layaknya berada di jalanan datar. Karena hal ini tak butuh waktu lama, pasukan desa bukit sudah sampai di kaki bukit, tepat dibelakang desa dimana Gong Sheng berada.
Mata Kim Yozu berkilat marah saat melihat keponakannya terpojok, dikepung pasukan lawan. Kondisi Gong Sheng sudah sangat kacau dengan darah yang mengalir dari luka-lukanya. Kim Yozu memacu kudanya lebih cepat untuk bisa segera menolong keponakannya sebelum hal buruk terjadi dan tidak dapat dicegah. Melihat itu Xijian langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang...
" SERBUUUUUU...... " teriakan Xijian menjadi cambuk bagi pasukan Bei yang langsung melesat ke segala penjuru membantu pasukan desa dan pasukan Gong Sheng.
" Menyingkir kalian dari hadapan putra angkat ku.... " Xijian menerjang pasukan lawan yang mengepung Gong Sheng. Tentunya dibantu oleh beberapa anggota pasukan Bei.
Aksi saling serang dan saling hantam pun tak terelakan. Namun sudah bisa dipastikan bahwa pasukan bantuan ini sangat lah lebih kuat dari pasukan pangeran ke 5 dan putra mahkota. Dalam sekejap mata, banyak tubuh manusia tumbang, tergeletak di tanah dengan kondisi tidak bernyawa. Gong Sheng dibuat tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
" Jendral... Anda tidak apa-apa? " tanya Mingye yang tadi belum jadi pergi meninggalkan Gong Sheng.
Melihat itu Gong Sheng hanya bisa menghela nafas. Untuk bisa bertahan sampai bantuan datang itu saja sudah sangat luar biasa bagi mereka. Lalu yang gugur di medan perang ini, Gong Sheng berjanji dalam hati pasti akan membuat nama orang-orang ini dicatat dalam sejarah.
" Sheng.... Kau baik-baik saja? " Kim Yozu turun dari kuda dan langsung mendatangi keponakannya.
" Baik paman. Terima kasih datang tepat waktu. Tapi.... siapa yang datang bersama paman? " tanya Gong Sheng. Belum juga Kim Yozu menjawab suara seseorang menggelegar menginterupsi pembicaraan mereka.
" Pasukan musuh sudah mundur. Kami akan berjaga di sini selama beberapa hari untuk mengantisipasi serangan susulan dari lawan. " ujar Xijian ikut berkumpul dengan Gong Sheng dan pamannya.
" Terima kasih tuan, atas bantuan dari anda. " Gong Sheng membungkuk memberi ucapan Terima kasih.
" Kau adalah putra angkat ku.. Tentu saja mulai sekarang aku akan membantu mu... "
Semuanya terdiam sejenak..... Rasanya mereka sedikit bingung dengan ucapan dari pria yang seusia paman Gong Sheng mengenai putra angkat. Gong Sheng sendiri merasa tidak pernah diangkat anak oleh orang di depannya ini, tapi bagaimana bisa dia sekarang adalah anak angkat dari pria bernama Xijian itu.
" Sebelum ibu mu bersama dengan ayah mu. Pria ini adalah kekasih ibu mu. Mereka hampir menikah, tapi ayah mu datang dan menghamili ibu mu sehingga dia pun kembali naik ke asalnya dan menutup diri... " terang Xia Tian yang memang merupakan saksi kisah Xia Nian dengan Xijian.
" Apa maksud mu dengan kembali ke asal? Memang asal ku dari mana? " Xia Tian menjawab protes dari Xijian ini dengan menunjuk atas. Maksudnya, asal Xijian kan dari atas bukit.
" Ck... Kalian ini tadi saja merayu ku mengatakan aku harus membantu. Giliran musuh sudah kabur kalian malah mengusir ku... " protes Xijian yang langsung berlalu dari sana. Nasib membawanya harus menjadi orang yang ternistakan.
Gong Sheng segera mengobati luka-lukanya agar bisa secepat mungkin menemui sangat istri yang masih berada di celah. Sesuai kesepakatan tadi, mereka akan membersihkan desa dari kekacauan ini terlebih dahulu barulah para wanita dan anak-anak serta para orang tua dijemput. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika serangan susulan datang.
" Beruntung luka anda segera diobati tuan, karena bila tidak bisa mengakibatkan luka ini semakin parah dan berakhir membusuk... " ujar seorang tabib setelah mengobati luka Gong Sheng.
" Terima kasih atas pengobatannya... " Gong Sheng kemudian pergi dari ruangan pengobatan dan menuju ke tempat dimana para petinggi duduk untuk membicarakan langkah selanjutnya.
Di sana ada Kim Yozu, Xia Tian, Xijian dan beberapa anak buah Gong Sheng ditambah dengan para petinggi desa. Mereka sedang membicarakan mengenai masalah korban dari pihak mereka yang bisa dikatakan sedikit. Mereka ingin menganugerahkan pada korban itu gelar pahlawan. Jasa mereka membuat desa dan Gong Sheng selamat.
" Jendral.... Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.... "