
Di dalam aula istana tengah diadakan pesta untuk memperingati kelahiran anggota baru dari keluarga istana. Lain dengan di bagian luar istana yang tengah di gemparkan oleh orang-orang yang tiba-tiba saja menyerang istana.
Prajurit penjaga istana langsung mengambil posisi bertahan agar bisa menghalau musuh ini untuk masuk lebih ke dalam lagi hingga mencapai istana utama tempat Kaisar dan Permaisuri tinggal. Namun sungguh ini diluar dugaan, karena musuh secara bertahap semakin bertambah dan bertambah hingga membuat prajurit penjaga istana harus terpaksa mundur untuk meminta bantuan.
" Cepat informasikan hal ini pada Yang Mulia... Istana diserang.... " titah pimpinan prajurit istana meminta salah seorang pasukannya untuk memberikan informasi pada pihak istana.
" Baik kapten... " pria ini langsung mengambil kuda dan memacu kudanya kencang agar bisa segera sampai ke bagian terdalam istana.
Di dalam aula istana ini semua nampak begitu senang bisa berkumpul bersama. Ada yang memanfaatkan momen ini untuk saling menjilat orang-orang yang memiliki kedudukan diatas mereka. Ada juga yang berusaha untuk membatasi diri agar tidak terlalu dekat dengan semua yang ada di istana karena melihat orang-orang disini terlalu banyak yang munafik.
Segala macam euforia yang terjadi di istana langsung berhenti ketika dari luar terdengar derap langkah kuda dan teriakan dari seseorang yang mengatakan bahwa ini kondisi darurat.
" Siaga.... Siaga.... Istana di serang.... " teriak prajurit yang tadi diperintahkan untuk memberikan informasi pada istana.
" Apa.... Hei... Ada apa ini? " salah seorang tamu undangan terlihat kebingungan bercampur panik.
Hal tersebut memicu tamu undangan lain menjadi panik dan suasana aula istana langsung kacau. Gong Sheng segera menemui menteri Pertahanan, Cho Hain untuk segera mengirim pasukan mereka ke istana untuk melakukan perlawanan.
" Semuanya tenang.... " suara Cho Hain menggelegar di aula istana ini.
" Ikuti anak buah ku untuk keluar dari istana menuju ke tempat yang aman. Jangan panik, atau kita akan terjebak di situasi yang tidak kita inginkan... " semuanya langsung terdiam,,, situasi menjadi sedikit tenang karena semuanya mulai sedikit demi sedikit tidak lagi panik.
" Ikuti orang-orang ku untuk keluar dari istana... Mereka akan melindungi kalian semua.. " Gong Sheng menambahkan.
Semuanya dihimbau untuk berjajar rapi agar bisa keluar dari istana melalui jalan rahasia yang hanya Kaisar yang tahu selama ini. Dan beberapa hari yang lalu, Gong Sheng dan Cho Hain baru mengetahuinya. Hal semacam ini sudah mereka prediksi jauh sebelum terjadi, karena itu mereka sengaja mengadakan pestanya di aula paling terdalam dari bagian istana. Dan pastinya dekat dengan jalan rahasia itu.
" Suami ku... Aku akan ikut dengan mu... " Feng Ai menggeleng ketika diajak pergi oleh Shihan.
" Ai... Pergilah,,, putra kita membutuhkan ibunya.. Aku janji akan segera kembali. Pergilah dengan Shihan dan yang lainnya!! " kali ini Gong Sheng sedikit tegas saat berbicara dengan istrinya.
" Tapi... "
" Ai kali ini menurut lah... Ada Gong Jue yang harus kau jaga dan rawat.. Jangan berbuat nekat atau kita akan semakin terpuruk dan tidak akan bisa segera keluar... " Gong Sheng menatap tajam mata sangat istri. Berharap Feng Ai bisa membaca apa yang tersirat di dalam matanya.
" Baik... Saya akan pergi... Tapi berjanjilah anda akan kembali... " Setelah mengatakan itu Feng Ai langsung berbalik dan tidak lagi melihat ke belakang. Dalam hati dia berjanji akan membantu kala di waktu yang tepat.
Merasa bahwa bebannya sudah terangkat, Gong Sheng segera keluar dari istana menuju ke tempat dimana pasukannya berada. Gong Sheng sudah mempersiapkan ini semua sesaat sesudah anak buahnya datang ketika Gong Jue lahir. Dan Gong Sheng kini hanya bisa berharap bahwa rencananya bisa mengalahkan rencana yang sudah dibuat oleh pasukan pemberontak ini.
Satu persatu dari pasukan Gong Sheng yang menyamar telah keluar dari persembunyian nya. Ada yang menyamar sebagai bangsawan yang diundang hadir, ada yang menjadi prajurit, ada yang menjadi tukang kebun dan masih banyak lagi penyamaran mereka.
Putra Mahkota yang telah bersembunyi sambil menunggu pasukannya masuk begitu terkejut bahwa di dalam istana sudah dipenuhi pasukan Ri Yue yang menyamar.
" Sial... Bagaimana bisa Sheng membuat siasat seperti ini? Apa mereka sudah tahu mengenai penyerangan yang akan aku lakukan? " gumam Gong Lie kesal sekaligus cemas.
" Tidak bisa dibiarkan,,, jika seperti ini pasukan ku bahkan tidak akan bisa sampai ke tengah istana. " Gong Lie langsung berlari keluar dari persembunyiannya. Dia harus segera memberitahu anggota pasukannya untuk memperbanyak pasukan yang masuk ke istana.
Gerbang ketiga istana Xili menjadi tempat dimana semua kekuatan bertempur untuk mempertahankan apa yang mereka percayai. Mereka sama-sama berjuang untuk bisa meraih apa yang telah tuan mereka katakan pada mereka.
Pasukan Gong Sheng sedikit kewalahan karena pasukan lawan berjumlah cukup banyak. Bagaimana pun lawan mereka adalah gabungan dari kekuatan empat pangeran yang lain. Meski begitu, pertahanan Ri Yue tidak bisa ditembus dengan mudah oleh lawan.
Satu pesan yang Gong Sheng katakan sebelum mereka menghadapi hari ini. Musuh harus tetap. berada di luar gerbang ketiga istana Xili. Jika pasukan musuh bisa masuk maka sudah dipastikan mereka akan kewalahan dan bisa saja mereka akan kalah. Karena itu pasukan Ri Yue berjuang mati-matian mempertahankan gerbang ketiga istana Xili.
" Serang.... kita harus masuk ke dalam!!! " teriak lawan..
" Kami kewalahan tuan... Pasukan Ri Yue bukan pasukan sembarangan yang bisa ditembus... "
" Kau benar... Mereka bahkan pernah bertahan dari Goryeo hingga satupun pasukan Goryeo tidak bisa melewati perbatasan... " anggota pasukan musuh masih terus berupaya agar mereka bisa menembus gerbang ketiga..
" Pertahankan Gerbang.... Jangan sampai mereka masuk ke wilayah kita!!! "
" Kita kalah jumlah... Ini semakin berat.... "
Gong Sheng yang sudah tiba di tempat peperangan langsung ikut bergabung. Kedatangannya membawakan angin segar untuk pasukan Ri Yue. Mereka mulai bisa menguasai situasi yang tadi sempat terpojok. Memang patut diakui, Gong Sheng adalah jendral dengan banyak prestasi yang tidak bisa disepelekan oleh lawan.
" Semoga saja pasukan bantuan lekas tiba.. Jika tidak, semau usaha sejak awal akan berakhir disini. Semuanya akan berakhir bahkan ketika belum dimulai.... " ujar jendral dari pasukan lawan.
Semuanya tetap berusaha menjatuhkan lawan dengan tenaga dan senjata yang tersisa. Pasukan Ri Yue sedikit unggul karena mereka memiliki stamina yang bisa dikatakan melebihi pasukan mana pun di Xili. Lawan yang dua kali atau tiga kali lipat lebih banyak dari mereka pun, itu tidak akan menjadi soal..
Terdengar suara ribut-ribut dari arah pintu masuk istana. Kedua pasukan yang tengah bertempur itu sama-sama berharap bahwa pasukan. bala bantuan yang datang adalah pasukan mereka. Dengan begitu,, mereka akan bisa menenangkan pertarungan...
" Semua pasukan,,, bantu pasukan kita..... "