
Gong Sheng saat ini tengah berada di dalam ruangan rahasia miliknya di barak pasukan Ri Yue. Di sinilah Gong Sheng memerintahkan pasukan pribadinya saat dia memiliki tudas untuk mereka yang tidak ada sangkut pautnya dengan tugas untuk pasukan Ri Yue. Hanya seluruh pasukan pribadi Gong Sheng yanng tahu mengenai ruangan rahasia ini, sedangkan pasukan Ri Yue yang sesungguhnya sama sekali tidak tahu mengenai ruangan itu.
Gong Sheng berada di ruangan itu untuk memantau mengenai rencana yang sekarang ini sedang dilaksanakan oleh Yi Ye. Rencana yang mereka sepakati untuk memberikan sedikit peringatan pada putri mahkota yang telah menyerang kediamannya dengan mengincar Feng Ai.
" Sepertinya kau sedang tidak bisa diganggu?" sapa seorang pria tua yang tiba-tiba masuk ke ruangan Gong Sheng.
" Apa yang membuat paman kemari? Tidak takut ketahuan oleh mereka yang mengawasi pergerakan anda?" sarkas Gong Sheng.
" Kau masih marah padaku? Sungguh aku tidak tahu tentang penyerangan di kediaman mu." ujar Cho Hain membela diri.
" Tidak tahu atau tidak mau tahu? " cibir Gong Sheng.
" Kau tahu sendiri ini bukan perbuatan putra mahkota. Dan aku hanya mengawasi putra mahkota, bukan putri Mahkota. Jadi jangan salahkan aku. " ujar Cho Hain menjelaskan.
" Mereka mengincar paman saat ini, jadi aku mohon paman harus berhati-hati. " Gong Sheng memperingati sang paman.
" Aku tahu. Sepertinya mereka sedang ingin agar aku masuk ke kelompok mereka. "
" Tadi pagi aku mendapatkan laporan bahwa semalam, putra mahkota menemui baginda Kaisar dan mengatakan ingin membuat pernikahan antara pangeran ke 3 dan juga putri ku, Hani. " terang Cho Hain.
" Mereka benar-benar menginginkan mu. Lalu bagaimana menurutmu? Paman akan menyetujui hal tersebut? " tanya Gong Sheng.
" Tentu saja, lagi pula mereka menaruh mata-mata di tempat kita jadi tidak ada salahnya jika kota membalasnya. Lagipula, pangeran ke 3 itu masih bisa kira tarik ke kelompok kita jika kita membereskan kelemahannya.. " jawab Cho Hain semakin mengusik rasa ingin tahu Gong Sheng. Tentang pangeran ke 3, Gong Xie.
" Kelemahan kakak ketiga? Maksud paman? " ujar Gong Sheng meminta agar pamannya ini mau menjelaskan masalah yang baru saja diucapkan pamannya.
" Alasan kenapa pangeran ke 3 tunduk pada Putra Mahkota adalah karena wanita yang dia cintai berada di bawah tekanan putra mahkota..... " Cho Hain pun menceritakan semua yang dia ketahui tentang pangeran ke 3.
Dulu sekali pangeran ke 3 pernah menjalin hubungan dengan anak bangsawan ibukota. Mereka saling mencintai, bahkan karena saking cintanya mereka sampai berkali-kali melakukan hubungan terlarang. Hingga awal kisah mereka yang hendak melaju ke pernikahan digagalkan oleh pinangan Kaisar pada wanita yang dicintai oleh pangeran ke 3.
Dan ketika malam pertama Kaisar dengan selir barunya itu. Pangeran ke 3 menjebak Kaisar dengan mencekoki Kaisar arak hingga mabuk dan membuat Kaisar seolah-olah telah melakukan malam pertama dengan selirnya. Padahal tidak ada yang terjadi malam itu. Lalu apa alasan pangeran ke 3 sampai melakukan hal itu.
" Karena saat itu Selir Wan sedang mengandung anak pangeran ke 3. Dan putra mahkota mengetahui perihal hal tersebut dan mengancam pangeran ke 3 untuk mau ikut kelompoknya atau dia akan membongkar semaunya. " Cho Hain menyelesaikan ceritanya.
" Jika terbongkar maka Selir Wan akan diberi hukuman pengasingan dan keluarganya akan diusir dari istana dan harus menjadi buruh. Pantas kakak ketiga tidak mau menikah, pasti karena rasa tanggung jawabnya. " Gong Sheng menambahkan.
" bukankah keputusan ku untuk menyetujui pernikahan ini adalah benar. Siapa tahu pangeran ke 3 mau ikut pada kelompok kita. Dia adalah pangeran yang nyaris tanpa ambisi, karena apa yang dia gemari adalah seni, bukan ilmu politik." Cho Hain kembali pada ingatannya yang telah lampau. Ingatan tenang sosok anak laki-laki yang sangat gemar sekali melukis dan memainkan alat musik. Indah dan merdu, adalah kata-kata yang bisa menggambarkan lukisan dan permainan alat musiknya.
" Kaisar akan kemari dalam waktu dekat.." Cho Hain teringat akan tujuannya menemui keponakannya ini.
" Apa tidak masalah jika paman kaisar kemari? Dia tidak takut ada yang berkhianat di istananya?" sarkas Gong Sheng.
" Tentu saja tidak. Karena kakak ku dan paman mu ini tidak selemah ayah kandung mu." balas Cho Hain.
Kaisar yang dimaksudkan oleh menteri pertahanan dan keamanan, Cho Hain adalah Kaisar Goryeo. Lalu alasan kenapa Kaisar Goryeo ingin menemui Gong Sheng. Jawabannya adalah identitas dari ibunda Gong Sheng yang tidak pernah ada yang mengetahui sebelumnya.
Selir Xia, yang memiliki nama Xia Nian, bukanlah seorang gadis desa di dekat ibukota seperti apa yang selama ini orang ketahui. Xia Nian memiliki nama asli Kim Hanian. Kim, adalah marga keluarga kerajaan Goryeo, kerajaan terbesar di daratan ini. Kerajaan yang ditakuti kerajaan lainnya.
Puluhan tahun yang lalu, di Goryeo sedang ada perebutan tahta antara anak permaisuri dengan keponakan raja. Demi melindungi adik bungsunya, Kim Yozu yang saat itu adalah putra mahkota, meminta pada dayang dan kasim yang selama ini menemani adik bungsunya untuk membawa putri Kim Hanian keluar dari Goryeo dan menuju ke Xili. Karena Xili merupakan dinasti yang kecil saat itu. Kim Yozu yakin bahwa adik bungsunya akan baik-baik saja di Xili.
Kim Hanian pun mengganti namanya menjadi Xia Nian, dan hidup sebagai gadis desa biasa. Namun segala dalam kehidupannya menjadi kacau saat dia melihat Gong Yuan, putra mahkota dinasti Xili. Gong Yuan jatuh cinta pada pandangan pertama padaXia Nian dan keduanya pada akhirnya menjalani sebuah kisah asmara.
Namun dua tahun kemudian, gong Yuan naik tahta dan harus menikah dengan Wang Haocun, yang merupakan putri dari perdana menteri yang memiliki kekuasaan melebihi seorang raja. Gong Yuan pun meninggalkan Xia Nian tanpa sepatah kata pun. Menghancurkan bunga yang hampir mekar itu hinga akhirnya menjadi busuk.
Dan cerita selanjutnya adalah seperti apa yang pernah diceritakan, Gong Yuan menikahi Xia Nian dan menjadikannya wanita yang paling dia sayangi di harem. Hingga pada akhirnya, Xia Nian meregang nyawa karena racun yang sudah dia konsumsi sejak awa kehamilannya. Racun itu membuat darahnya tidak dapat membeku sehingga pendarahan terus terjadi dan Xia Nian meninggal.
Tujuh tahun kemudian, Kim Yozu datang menyamar ke Xili untuk mencari adiknya. Namun yang dia dapatkan adaah kabar kematian dari sang adik tercintanya. Kim Yozu pun menyelidiki masalah kematian sang adik. Dari situlah dia tahu tentang Gong Sheng. Kemudian mulai menjaga dan dan melindungi Gong Sheng sebagaimana dia melindungi adiknya dulu.