
Melahirkan seorang pangeran, bagi setiap wanita yang masih menjadi anggota keluarga kerajaan pasti akan dirayakan dan Kaisar akan memberikan hadiah pada wanita yang telah berjasa melahirkan generasi penerus Xili. Karena itu hari ini Feng Ai dan Gong Sheng diundang langsung oleh Kaisar untuk datang ke istana merayakan lahirnya pangeran Gong Jue.
Dalam pesta perayaan kali ini, dibuat semeriah mungkin oleh Kaisar karena para prajurit Xili juga ikut merayakan putra jendral besar mereka. Semua kalangan diundang masuk istana demi bisa merayakan pesta kelahiran pangeran Gong Jue. Tentu hal ini mengundang rasa senang dan iri secara bersamaan karena tidak semua mau menerima keturunan dari pangeran ke 5,contohnya adalah keluarga dari Permaisuri.
" Selamat Sheng.... Aku bangga pada mu... " Kaisar memeluk putra yang selama ini tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya.
" Terima kasih Yang Mulia.... " Gong Sheng tetap tidak membalas pelukan ayahnya. Bukan tidak mau, tapi karena merasa sudah tidak memiliki hubungan maka Gong Sheng tidak membalas pelukan Kaisar.
" Menantu ku.... Bagaimana kondisi mu? Selamat ya atas kelahiran putra kalian... " Kaisar mengucapkan selamat pada Feng Ai.
" Saya baik Yang Mulia. Suatu keberuntungan jika Yang Mulia memberikan perhatian pada saya dan anak saya... " Feng Ai memberi hormat.
" Jangan berkata seperti itu, kau adalah menantu ku, istri dari putra ku dan juga merupakan wanita yang berjasa bagi Xili. " Kaisar benar-benar merasakan bahagia hari ini setelah sekian lama tidak merasakan apa yang disebut bahagia.
Gong Jue, putra dari Gong Sheng dan Feng Ai memiliki paras yang sangat rupawan. Hidung yang mancung seperti ayahnya, mata indahnya seperti sang ibu dan terpenting wajahnya begitu tampan karena perpaduan dari wajah Gong Sheng dan juga Feng Ai.
Semua orang berebut ingin melihat pangeran kecil, karena penasaran dengan parasnya. Sehingga pengasuh dari Gong Jue pun tidak bisa meninggalkan tempatnya berada saat ini. Feng Ai beberapa kalo tertawa melihat wajah pengasuh Gong Jue yang kesal pada tamu undangan pesta ini.
" Lihatlah putra kita... Baru berumur beberapa hari saja sudah memiliki pengemar sebanyak itu. Apakah ketika dewasa nanti dia akan menjadi pujangga cinta... " ucap Feng Ai membayangkan ketika putra mereka telah dewasa.
" Jangan.... Aku saja yang ayahnya tidak pernah menjadi seperti itu karena hanya mencintai mu... Kalau sampai anak ku seperti yang kau katakan, lalu dia itu menurun dari siapa... " keduanya tergelak bersama.. Merasa lucu dengan pembicaraan mereka saat ini.
Ketika Gong Sheng dan Feng Ai merasa bahagia dengan kelahiran putra mereka. Lain dengan putri Mahkota yang benci melihat kebahagiaan yang diperoleh oleh Feng Ai. Rasanya tidak adil dia yang putri Mahkota tapi yang diagungkan oleh Kaisar adalah Feng Ai. Apalagi karena ramalan yang mengatakan bahwa anak Feng Ai akan menelan keberuntungan putra yang dikandungnya, itu benar-benar semakin memperdalam kebencian pitri Mahkota terhadap Feng Ai.
" Bersenang-senang lah selagi kau masih bisa bersenang-senang. " gumam Ming Yue..
Sesuatu akan terjadi hari ini, dan Ming Yue tahu akan hal tersebut. Dia akan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kehancuran dari Feng Ai dan Gong Sheng. Dan pada akhirnya, dia dan putranya lah yang akan menguasai semua yang ada di Xili. Ming Yue yakin itu.
Diluar istana, terlihat begitu sepi, seperti semuanya sedang bersembunyi daris sesuatu. Mereka seakan enggan keluar dari kediaman mereka. Dan hal itu terlihat tengah dimanfaatkan oleh seseorang. Lebih tepatnya beberapa orang yang sehari sebelumnya sudah mengumumkan sesuatu yang menggambarkan rakyat Xili.
Pangeran ke 4 terlihat hendak memasuki gerbang istana, namun kereta kuda yang membawa pangeran ke 4 dihadang di pintu istana oleh para penjaga. Sesuai perintah dari menteri Pertahanan bahwa setiap kereta kuda yang memasuki istana harus dijaga dengan ketat.
" Hei... Hei... ini aku.... Bukankan pintunya... " kepala Pangeran ke 4 menyembul keluar agar diizinkan melewati gerbang istana.
" Maafkan kami yang mulia.... Kalau begitu silahkan masuk..... Buka Gerbangnya.... " teriak penjaga yang memeriksa kereta kuda pangeran ke 4.
" Yah... ini hadiah untuk mu... " Gong Xie melemparkan beberapa koin emas pada penjaga tadi.
Tidak ada yang melihat bagaimana sekarang ini Pengeran ke 4 tengah menyeringai seperti merencanakan sesuai. Bahkan senyuman itu begitu menakutkan jika ada yang melihatnya.
" Permainan akan segera dimulai... " gumamnya...
" Persiapkan semuanya... " titahnya pada seseorang yang tengah mengendarai kereta kuda milik pangeran ke 4.
" Baik tuan.. "
Kedatangan pangeran ke 4 ke aula istana tempat diadakannya pesta untuk memberikan gelas pada putri Feng Ai dan pangeran kecil Gong Jue. Dengan penuh kebahagiaan, pangeran ke 4 mendekat ke keluarga kecil yang tengah bahagia itu. Pangeran ke 4 memberikan selamat dan hadiah pada Feng Ai dan Gong Sheng atas apa yang mereka dapatkan hari ini.
" Aku iri pada kalian.. Aku menikah sudah dua kali dan semua anak ku adalah perempuan... Ck... ck... sepertinya aku harus belajar dari adik kelima... " ujar pangeran ke 4 sok akrab.
" Kakak keempat bisa saja.. Apa anda tidak datang bersama dengan kakak ketiga? " tanya Gong Sheng berusaha baik.
" Aku tidak melihatnya tadi selama perjalanan ke istana. Apa kakak ketiga belum datang? " tanya Gong Xie..
" Aku juga belum melihatnya... Mungkin dia sedang berbincang dengan orang penting... "
" Yah mungkin saja... Sekali lagi selamat ya, aku pergi menyapa ayahanda dan permaisuri dulu..., Gong Xie pergi menuju ke tempat Kaisar dan Permaisuri duduk.
Sekilas tidak ada yang aneh dengan sikap pangeran ke 4, selain tidak biasanya dia akrab dengan Gong Sheng. Tapi sekali lagi tidak ada yang mencurigakan sehingga Gong Sheng punya tidak terlalu memperdulikan keakraban yang di suguhkan oleh kakak keempatnya tadi.
Feng Ai pun juga tidak terlalu memperhatikan karena dia sendiri tidak terlalu suka dengan keberadaan pangeran ke 4. Mimpi buruknya dulu, membuatnya selalu berhati-hati bila bertemu dengan pangeran ke 4 dimana pun dan kapan pun itu. Feng Ai memilih memperhatikan banyaknya tamu undangan yang hadir dalam pesta ini. Sungguh baginya dan Gong Sheng ini sangatlah berlebihan. Tapi jika mengingat siapa Gong Sheng dan siapa keluarganya, maka wajar saja jika tamu undangannya banyak.
Tanpa seluruh orang yang berada di istana ketahuilah,,, telah terjadi sesuatu diluar sana. Beberapa kelompok orang tampak mendekat ke arah gerbang istana. Mereka membawa banyak. sekali barang, tapi sekali lagi penjaga istana menghentikan mereka.
" Apa yang kalian bawa itu? Kami harus memeriksanya... " ujar penjaga yang diberi hadiah oleh pangeran ke 4 tadi.
Brrukkkk...
Beberapa penjaga tersungkur di tanah, dan beberapa kelompok orang tadi segera masuk ke istana diikuti oleh kelompok lainnya.
" Persiapkan diri kalian... Jangan sampai lengah... Mulai misi... " Semua orang yang telah masuk dari pintu istana tadi terlihat berlari berpencar ke seluruh penjuru istana. Mencari apapun yang bisa mereka cari.