The Great Princess of the Warlord

The Great Princess of the Warlord
bab 57



Sinar bulan menyinari malam indah ini ditemani tebaran bintang yang tek terhitung jumlahnya. Gong Lie, berjalan mengendap keluar dari istana. Putra mahkota ini terlihat beberapa kali bersembunyi demi menghindari para penjaga istana yang sedang berpatroli. Hingga kakinya menginjak ke sebuah bangunan yang dijadikan makam bagi para para nenek moyang yang berjasa besar membuat Xili menjadi negara besar.


Gong Lie terlihat menengok ke kanan dan kiri, melihat apakah keadaan aman untuknya masuk ke bangunan itu. Gong Lie masuk ke dalam bangunan itu stelah yakin tidak ada yang melihatnya berada di sana. Dia mendekat ke sebuah gantungan lampu, kemudian memutarnya.


Brak....drrrtt....drrrtttt


Tembok yang ada di dekat gantungan lampu itu terbuka dan menunjukan adanya sebuah lorong yang sangat gelap. Gong Lie masuk ke ruangan rahasia itu, menyalakan obor sebagai penerangan, kemudian mulai menyusuri lorong itu yang membawanya jauh dari kawasan istana.


Di ujung lorong, dapat Gong Lie cahaya yang begitu terang menyilaukan matanya. Terpejam sesaat untuk menyesuaikan perbedaan antara lorong setengah gelap itu dengan ruangan yang sangat terang. Ruangan yang terlihat seperti sebuah rumah, dengan adanya kamar tidur dan raung tamu serta bilik mandi.


" Selamat datang yang mulia..." sapa seorang pria yang menjaga tempat itu.


" Hem.. Siapkan pakaian ganti ku. Aku akan segera ke sana." titah Gong Lie.


Pria penjaga ruang rahasia itu terlihat menghampiri sebuah lemari dan mengambilkan pakaian ganti untuk Gong Lie. Pakaian yang terlihat sederhana namun dengan kualitas kain yang sangat tinggi.


" Dia sudah kembali." Gong Lie bertanya sambil mengganti pakaiannya dengan yang lebih nyaman.


" Sudah tuan. Ketua tiba sore tadi." jawab Sheng Han. Orang kepercayaan Gong Lie untuk mejadi tangan kananya yang berhubungan dengan pasukan rahasia miliknya.


" Bawa dia menemui ku di tempat biasa." titah Gong Lie sebelum meninggalkan kamar pribadinya di ruangan rahasia itu.


Gong Lie berjalan keluar dari lorong hingga dia bisa keluar dari ruang bawah tanah yang dia jadikan markas pasukan rahasianya. Karena hanya ketika berlatih saya pasukan milik Gong Lie beraktifitas di luar ruang bawah tanah itu. Selebihnya, mereka tinggal di bawah tanah dan menjalankan perintah putra mahkota kapan pun itu.


Seorang pria yang usianya diatas putra mahkota jauh, nampak menunggu kedatangan tuannya tepat di depan gua yang menyatu dengan ruangan rahasia kelompok mereka. Pria tua itu menunduk memberi hormat pada putra mahkota.


" Senang bisa bertemu dengan anda lagi tuan..." ujar Cheng Li.


" Aku juga paman Cheng. Apa semuanya berjalan lancar?" tanya Gong Lie.


" Nanti saya akan menjelaskan pada anda situasi saat ini. Namun pertama-tama, mari kita melihat pasukan anda yang telah mengungkap identitas mereka ketika dalam misi." usul Cheng Li.


" Paman benar, hampir saja aku melupakan hal itu." Gong Lie nampak bahagia sekali saat ini.


Sesungguhnya, bila saja Gong Lie sejak awal tidak mencari gara-gara dengan Gong Sheng, maka Gong Sheng akan memilih untuk tidak menanggapi perbuatan dari Gong Lie. Toh sejak awal sudah pernah Gong Sheng katakan bahwa dia tidak tertarik sama sekali dengan tahta. Tapi sepertinya Gong Lie tidak mengindahkan ucapan Gong Sheng dan memilih memusuhi adik kelimanya itu.


Akan lain cerita jika sebenarnya, putra mahkota mau menggandeng jendral besar untuk mejadi kelompoknya. Sudah pasti rakyat akan memuji dan membela Gong Lie untuk tetap mendapatkan tahta sebagai pewaris kerajaan Xili. Alih-alih melakukannya, Gong Lie memilih memusuhi pangeran ke 5. Padahal jika dilihat, seharusnya Gong Sheng lah yang iri pada Gong Lie, karena semua kasih sayang dari kaisar diberikan untuk putra mahkota.


Lamunan Gong Lie berhenti ketika mendengar salah satu anak buahnya menggebrak meja. Sepertinya karen melamun membuat Gong Lie ketinggalan berita menarik.


" Apa yang akan anda lakukan Yang Mulia?" tanya anak buah Gong Lie yang menggebrak meja.


" Tentang?" tanya Gong Lie yang memang tidak paham ke arah mana pertanyaan dari anak buahnya ini.


" Maafkan kami Yang Mulia, tapi kami mendapatkan informasi bahwa pangeran ke 5 telah memasukkan pasukan pribadi miliknya ke dalam pasukan Ri Yue. Dengan kata lain, sebagian besar anggota pasukan Ri Yue adalah bagian dari pasukan pribadi pangeran ke 5."


" Sial..." geram Gong Lie yang kembali kalah satu langkah dari Gong Sheng, bahkan mungkin dia tertinggal beberapa langkah.


" Apa yang bisa membuat pasukan pribadi dari adik kelima ku ini bisa terungkap jati diri mereka?" tanya Gong Lie dengan hati yang masih kesal.


" Saya rasa ini akan sulit Yang Mulia. Karena bergabungnya dua pasukan ini sudah sejak pangeran kelima menjadi anggota dari pasukan dari menteri pertahanan." ujar Cheng Li merasa tidak berdaya. Rupanya kelompok mereka sudah sejak awal kalah langkah.


' Apa Cho Hain tahu mengenai hal itu?" tanya Gong Lie.


" Kami sudah menyelidiki beliau sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi tidak ada bukti yang mengarahkan dia bekerja sama dengan pangeran ke 5. Bahkan menurut kabar yang beredar, menteri pertahanan sedang mengincar posisi pangeran ke 5 untuk digantikan oleh putranya, Cho Hayu." lapor Cheng Li.


" Apakah ada kemungkinan kita bisa membawanya menjadi untuk menjadi bagian kita?" Gong Lie mengutarakan keinginannya untuk mengajak menteri pertahan menjadi orangnya. Dengan begitu dirinya kan memiliki pengaruh di menteri bagian kanan.


" Kami akan segera melemparkan uman padanya tuan. Dia memiliki putri bernama Cho Hari, bukankah pangeran ke 3 masih sendiri. Kita bisa mengikat keduanya dalam pernikahan." ujar Cheng Li memberikan idenya.


" Ide bagus. Persiapkan itu semua, dan aku akan mengatakan ini pada kaisar." Gong Lie tersenyum puas saat ini. Dia akan membuat Gong Sheng bertekuk pada dirinya. Membayangkan saja, Gong Lie begitu senang.


Gong Lie pun memilih pergi dari sana untuk segera menemui pangeran ke 3 dan juga Kaisar untuk melakukan bagiannya dalam rencananya. Setahunya, pangeran ke 3 merupakan pria yang telah dalam diam mencintai selir Wan. Selir Kaisar yanng paling baru diangkat. Dulunya pangeran ke 3 dan Wan Inha adalah sepasang kekasih. Dan karena Inha mendapatkan lamaran dari kaisar, maka dngan terpaksa dia menuruti karena diancam oleh kedua orang tuanya.


Kini Inha sendiri sedang mengandung, namun anak dalam kandungannya itu bukanlah anak Kaisar, melainkan anak Gong Xie. Putra mahkota yang mengetahui hal tesebut pun mengancam Gong Xie agar dia mau menjadi bagian dari kelompoknya atau Gong Lie akan mengatakan perihal kehamilan dari selir Wan pada Kaisar.