The Great Princess of the Warlord

The Great Princess of the Warlord
bab 31



Seluruh rakyat Xili berduka, selir kesayangan kaisar yang baru saja telah melahirkan seorang pangeran kini telah tiada. Desas desus beredar bahwa kematian selir Xia adalah ulah orang-orang yang tidak suka dengan posisi selir Xia di hati Kaisar. Salah satunya adalah permaisuri, ibu dari putra mahkota itu sudah sejak lama membenci kehadiran selir Xia di istana. Permaisuri tahu betul dengan siapa dia akan bersaing, apalagi anak yang dilahirkan selir Xia adalah pangeran.


Di dalam aula istana, kaisar tertunduk lemas di samping peti yang akan menjadi peristirahatan terakhir untuk wanita yang paling dicintainya. Kaisar sulit percaya bahwa selir kesayangannya telah tiada. Padahal rasanya baru kemarin dia membawa wanita yang merupakan cinta pertamanya ini untuk masuk ke istana dan menjadi selirnya.


Di telinga kaisar, terus terngiang kata-kata terakhir dari selir kesayangannya itu. Betapa hancur hatinya ketika disaat dia bahagia karena anaknya telah lahir, tapi justru ibu dari anaknya itu tiada di hari yang sama.


" Yang mulia, mohon maafkan saya karena mulai dari sekarang saya tidak akan bisa lagi mendampingi anda. Saya sangat kesakitan yang mulia, bersyukur anak kita dapat lahir dengan selamat. Mohon beri nama dia Sheng, nama yang sama dengan nama leluhurnya."


" Saya mohon lanjutkan tugas saya utuk melindungi putra kita. Banyak orang yang akan merasa terganggu dengan kehadiran putra kita, maka saya mohon yang mulia akan menjadikan nyawa saya sebagai persembahan untuk keselamatan anak saya."


Begitulah kiranya apa yang sempat selir Xia ucapkan sebelum nafas terakhirnya melayang. Selir Xia sungguh merasa menyesal karena harus sampai disini pengabdiannya pada sang suami dan juga anak mereka yang bahkan baru saja lahir. Meski begitu, satu yang membuat kematian selir Xia begitu terkenang, karena saat matanya terpejam, senyum indah merekah menghiasi wajahnya. Senyum yang dia persembahkan untuk terakhir kalinya untuk pria yang begitu dia cintai semasa hidupnya.


Flashback off


Kaisar nampak termenung sejenak, mengingat kembali senyum indah milik sang istri yang menurun kepada putra mereka. Dalam hatinya kini muncul keyakinan bahwa putranya tidak mungkin melakukan pengkhianatan. Putra dari anita yang begitu tulus dan penuh cinta, tidak akan mungkin bisa menyakiti orang lain.


Setelah mendapatkan jawaban dari keraguannya, kaisar kembali ke dalam kamar pribadi milikntya.Kamar yang dia larangkan siapapun masuk ke dalam kamar ini selain dia dan kasim Mo. Karena di kamar inilah kaisar menghabiskan malam yang penuh dengan keindahan bersama dengan selir kesayangannya.


Semua menteri sudah hadir di balai utama istana Xili untuk membicarakan masalah yang sedang terjadi di Xili. Diskusi yang memang menjadi acara setiap pagi bagi kaisar dan menterinya. Dan kali ini pembahasan mereka adalah tentang keberhasilan pasukan yanng dipimpin oleh pangeran ke 5 dalam menyelesaikan misinya.


Kaisar ingin mendengarkan pendapat para menteri tentang hadiah yang akan istana berikan ada pasukan pangeran ke 5 yang telah berhasil dimisi mereka kali ini.Kaisar tidak ingin dianggap pilih kasih jika dia sendiri yang memutuskan hadiah untuk pasukan yang dipimpin putranya.


" Kaisar telah tiba...." suara gong dan juga teriakan pengawal di depan baai utama menginstruksikan kedatangan kaisar.


Seluruh menteri yang hadir dalam pembahasan pagi ini berlutut untuk memberikan penghormatan pada Kaisar dinasti Xili.Dengan gagahnya kaisar memasuki balai utama dengan kasim Mo dan pengawal yang berjalan di belakangnya. Kaisar langsung duduk di singgasananya dan kemudian mempersilahkan para menteri untuk kembali berdiri.


" Yang mulia, saya menyarankan sebagai hadiah untuk pasukan Ri Yue yang telah berhasil dalam misi kali ini adalah dengan memberikan mereka status yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasukan lainnya." ujar menteri pertahanan dan kemanan memberikan saran.


" Tidak bisa. Jika begitu, maka akan membuat pasukan ini besar kepala dan juga mengecilkan hati bagi pasukan lainnya." tolak pihak perdana menteri kiri.


Perdebatan pun terjadi di balai utama mengenai usulan dari menteri Pertahanan dan keamanan. Bagi pendukung perdana menteri kanan, tentu saja mendukung usulan dari menteri tersebut, namun lain dengan pendukung perdana menteri kiri yang jelas menolak hal tersebut.


Kaisar akhirnya menghentikan perdebatan itu dengan sekali bentak mengatakan mereka semua untuk diam. Setiap hari selalu seperti ini, di balai ini tidak pernah ada satu keputusan bersama. Pasti akan ada pihak lain yang menyuarakan keberatan mereka maupun rencana mereka yang bisa digunakan untuk menyaingi pihak lawan.


" Adakah pendapat lain sebelum kita menggunakan perhitungan paling banyak? " tanya kaisar setelah kondisi di balai mulai kondusif.


" Yang mulia, saya sarankan untuk memberikan mereka sama seperti sebelumnya, namun memberi mereka libur yang sedikit lebih panjang dari sebelumnya. " ujar perdana menteri kanan. Dia memilih untuk tidak mengubah hadiah seperti biasanya, namun memberikan libur yang cukup panjang, itu pun dia putuskan karena mengingat pemimpin dari pasukan yang tengah menjadi perbincangan ini adalah suami dari putrinya.


" Tuan... " cicit menteri Pertahanan dan kemanan pelan kalau mendengar keputusan dari tuannya.


" Adakah lagi yang ingin mengutarakan pendapatnya? " tanya Kaisar.


Ditunggu selama beberapa saat masih belum juga ada yang mengatakan usulan mereka, akhirnya Kaisar memutuskan untuk menghitung jumlah setuju dari kedua usulan itu. Masing-masing yang memilih usulan menteri Pertahanan diminta untuk berkumpul di sisi kiri balai utama, sedangkan untuk yang menyetujui usulan perdana menteri kanan, berkumpul di sudut kanan dari balai utama ini.


Kaisar meminta pada kasim Mo untuk menghitung jumlah dari para menteri yang sudah memberikan keputusannya. Kasim Mo kemudian berjalan ke sisi kiri, dan mulai menghitung jumlah menteri yang mendukung usulan dari menteri Pertahanan dan keamanan. Kemudian kasim Mo mulai bergerak ke sisi sebelah kanan.


Hasil akhir telah diputuskan bahwa usulan perdana menteri kanan yang disetujui bersama sebagai hadiah untuk seluruh pasukan Ri Yue yang telah berhasil melaksanakan misi mereka dengan baik.


" Tuan ku... " ujar Lou Zu yang merupakan menteri Pertahanan dan keamanan.


" Sudah lah Lou, jika kita memaksa maka hanya akan membuat Kaisar berada di posisi yang serba salah. Meski begini, aku yakin mereka semua akan senang dengan hadiah mereka. " ujar Feng Ying tersenyum penuh arti.


" Benar tuan ku... Mungkin ini yang dibutuhkan oleh mereka. " ujar Lou Zu yang tahu makna senyuman tuannya itu.


Sedangkan pasukan yang tengah diperbincangkan di balai utama tadi, kini sedang membuat kemah di dekat sungai yang cukup jauh di dalam hutan. Bagi pasukan pangeran ke 5 ini, lebih baik bertemu hewan buas daripada bertemu manusia dikala mereka bertugas. Jika bertemu manusia, kejadiannya akan sama seperti saat keberangkatan mereka.