Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 99



malam ini alana di ajak oleh ryshaka untuk menghadiri pesta perpisahan teman-teman seangkatannya di sebuah cafe awalnya alana menolak karena dia alana merasa lelah karena acara wisuda ryshaka yang baru selesai sore tadi namun karena ryshaka terus membujuknya dan memberikan sedikit ancaman barulah alana menyetujui untuk ikut meksipun tubuhnya sudah sangat lelah dan ingin segera istirahat tanpa alana tahu ternyata ryshaka sudah menyiapkan sebuah gaun untuk alana kenakan malam ini sebuah gaun malam berwarna hitam yang simple namun terlihat elegan dengan model off shoulder yang panjangnya sampai mata kaki begitupun ryshaka yang akan mengenakan kemeja model slimfit dengan warna yang senada dengan gaun yang di kenakan alana


"cuman party biasa kan kok pake gaun segala sih" sungut alana yang masih terlihat enggan untuk pergi


"pake aja sayang memang pesta nya pake dresscode kok, aku juga pake kemeja ini biar keliatan serasi" sahut ryshaka lembut


"ribet" lagi-lagi alana menggerutu namun tetap memakai gaun yang di berikan oleh ryshaka


"dandan yang cantik ya sayang, aku mandi di kamar mandi sebelah" ucap ryshaka sedikit berteriak karena alana sudah memasuki kamar mandi


"bodo amat"


ryshaka hanya menggelengkan kepala dan mengulum senyum sembari melangkah ke arah kamar mandi yang berada di kamar tamu


ryshaka sudah tidak sabar ingin melihat alana memakai gaun yang sudah ryshaka pilihkan oasti akan terlihat cantik dan.... seksi


bukan bermaksud untuk memamerkan keindahan tubuh alana meskipun hanya sebatas punggungnya saja namun ryshaka ingin memiliki moment terbaik saat kelulusannya begitupun dengan outfit yang dia kenakan beserta sang istri mumpung perut alana masih terlihat rata sehingga memakai dress yang sedikit menempel di tubuh seksi alana tidak akan menjadi masalah


ryshaka kembali ke kamarnya setelah selesai mandi dan berpakaian rapi


ryshaka terpesona saat melihat alana sudah tampil sangat cantik dengan gaun yang melekat sempurna di tubuh alana di tambah dengan make up flawsless dan rambut yang di cepol asal namun terlihat begitu menggoda


ryshaka sampai tak bisa memejamkan matanya dan mulutnya yang sedikit menganga terhipnotis dengan penampilan alana yanh begitu memukai di matanya


"kamu cantik banget sayang" ucap ryshaka mendekati alana dan merangkul pinggang alana posesif


"emang udah cantik dari dulu" ketus alana


"jangan ketus gitu dong, senyum dikit aja biar cantiknya nambah" goda ryshaka mencium ceruk leher alana


"mau jadi pergi apa mau tidur aja?" tanya alana kesal


"iya pergi sekarang tapi senyum dulu"


"hiiihhh" alana nyengir terpaksa namun membuat ryshaka tergelak


"gemes banget sih istri aku" ryshaka mencubit pipi alana yang sudah mulai terlihat cuby


ryshaka mengemudikan mobil sport berwarna hitam miliknya menuju cafe


selama perjalanan ponsel ryshaka terus saja berdering sampai membuat alana tidak nyaman dan membuat alana lebih kesal lagi adalah ryshaka tidak berniat sama sekali untuk menjawab panggilan itu meskipun sudah berbunyi berkali-kali sekilas alana melirik nomor siapa yang menghubungi ponsel ryshaka seketika mata alana melotot saat melihat nama seorang perempuan di layar ponsel suaminya tentu saja membuat alana semakin bertambah kesal


"berisik" gerutu alana


"kenapa yank?" tanya ryshaka


"ponsel kamu berisik, angkat kek bukan di diemin gitu" ketus alana


"oh itu... biarin aja gak penting nanti juga berhenti sendiri"


"sayang kenapa sih jutek banget aku punya salah apa sama kamu hmm?" ryshaka berniat mengelus kepala alana namun secepat kilat alana menepis tangan ryshaka agar menjauh darinya


"sayang kenapa?" ryshaka mengernyitkan keningnya


"tau akh"


karena terlalu fokus dengan sikap alana yang tiba-tiba berubah ryshaka sampai tak menyadari kalau sudah sampai di depan cafe bahkan nyaris terlewat


"tuh kan hampir aja kelewat, ayok turun" ajak ryshaka


alana mengernyitkan keningnya merasa aneh dengan sikap ryshaka yang tak seperti biasanya bahkan ryshaka tak membuka kan pintu mobil untuk alana ryshaka turun begitu saja dan menunggu alana di depan cafe, sungguh hal itu membuat alana semakin naik darah


tanpa melihat ke arah rsyhaka alana langsung masuk ke dalam cafe yang ternyata masih terlihat sepi belum ada yang datang satupun


"kenapa kok diem? ayok masuk" ryshaka menarik tangan alana untuk masuk ke dalam cafe dan duduk di kursi yang sudah di sediakan


"kok masih sepi acaranya mulai jam berapa?" tanya alana dengan wajah datarnya


"bentar lagi paling mulainya, kamu duduk dulu aja ya"


tepat di saat alana hendak duduk ponsel ryshaka kembali berdering, ryshaka melihat layar ponselnya dan sedikit menyunggingkan senyumnya membuat alana curiga


"sayang aku ke toilet dulu bentar ya" ijin ryshaka kepada alana


"ngapain ke toilet bawa ponsel segala"


"lagi pengen aja, kamu tunggu bentar jangan kemana-mana" titah ryshaka membuat alana semakin curiga


"aku sumpahin ponsel kamu kecebur ke dalam kloset" umpat alana saat melihat ryshaka pergi menjauh dan menjawab panggilan telfonnya membuat alana melotot tak percaya


"berani kamu macam-macam ry, aku minta talak tiga sekalian" gumam alana yang semakin emosi


sudah tiga puluh menit berlalu tapi ryshaka belum kembali juga dari toilet alana semakin di liputi rasa curiga dan perasaannya benar-benar merasa tidak enak, bayangan ryshaka sedang mengobrol mesra di balik telfon dengan perempuan lain menari-nari di kepala alana, alana mencoba menepis perasaan itu namun tetap saja tidak bisa bahkan hatinya merasa semakin resah dan gelisah


"gimana kalau perempuan itu ngajak ketemuan ry di toilet, aaarrgghhhh brengsek" umpat alana berdiri dari tempat duduk ya dan berniat menyusul ryshaka ke toilet


"aahhh kok mati sih" kaget alana saat hendak berjalan tiba-tiba semua lampu di cafe itu mendadak mati


alana mencoba menghubungi ryshaka namun nomor ponsel ryshaka sedang berada dalam panggilan lain, alana menunggu sejenak dan mencoba menghubungi ryshaka kembali berharap ryshaka menjawab panggilan telfon darinya kali ini namun nihil ryshaka tetap masih sibuk di balik panggilan telefonnya membuat alana semakin merasa sangat kesal bercampur rasa takut bagaimana tidak di cafe itu cuman hanya ada dirinya saja bahkan tidak ada satu pelayan pun yang terlihat


tiba-tiba bulu kuduk alana pun meremang membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi, jangan di tanya bagaimana perasaannya saat ini sungguh alana sangat marah dan ingin sekali menghajar ryshaka karena sudah berani meninggalkannya dalam keadaan gelap seperti ini


"RYSHAKA BENAR-BENAR MINTA DI HAJAR KAMU YA" geram alana mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jari tangannya sampai terlihat


"PRANKKKK..........."