Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 31



“Lewat sini!” perintah mereka yang berhasil menusuk Lina.


“Haiii!! Siapa kalian?!” Oka salah tebak karena ternyata Yoga menggunakan flash HP-nya untuk menerangi sekitar. Namun Oka berhasil kabur bersama anak buahnya.


Yoga memperhatikan sekitar dengan flash di HP-nya. Betapa kagetnya dia melihat Nayla, Wicaksono dan Lina berlumuran darah. “Apa yang terjadi,” ucap Yoga mencoba menggerakkan tubuh Nayla.


“Tolong aku,” Nayla setengah sadar memegangi perutnya yang terasa sangat sakit dan berlumuran darah.


Yoga segera menghubungi nomer ambulans agar segera datang ke alamat yang dia sebutkan dan tak lama setelah dia menghubungi  ambulans. Sebuah suara mobil masuk ke halaman rumah membuatnya segera berlari ke bawah menuju teras.


“Kenapa semua lampu mati?” tanya Andrian yang baru saja turun dari mobilnya.


“Nayla, Bapak sama Ibu ditusuk dengan seseorang. Ada yang mencoba membunuh mereka.”


“Apa?” Andrian yang mendengarnya langsung lemas. Memang sebelumnya dia melihat sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari rumahnya berjalan meninggalkan komplek, tapi dia sungguh tidak asing dengan mobil itu.


Andrian segera berlari menuju ke dalam dan menuju ke lantai atas. Sungguh mengenaskan dia melihat adik tersayangnya berbalut dengan darah. Begitu pula Ayah dan Ibunya yang tak kuasa membuat air matanya berjatuhan.


“Tolong hubungi ambulans,” ucap Andrian pada Yoga.


“Sudah saya hubungi beberapa menit yang lalu,” kata Yoga. Dirinya pun tak kuasa meneteskan air matanya karena melihat Nayla, wanita yang sedikit demi sedikit dia cinta harus mengalami kejadian mengenaskan seperti ini.


“Kumohon bertahanlah,” ucap Yoga mengangkat kepala Nayla ke atas pangkuannya lalu mencium bibirnya sekilas. Yoga melihat air mata Nayla keluar dari sudut matanya membuat dada Yoga terasa sesak.


Tiba-tiba Yoga mengangkat tubuh Nayla. Akhirnya Yoga memutuskan untuk membawa Nayla lebih cepat ke rumah sakit. Dia takut ambulans datang terlambat untuk menolong Nayla-nya.


Salsa mendengar berita dari Yoga tentang keluarga Andrian. Dia tahu seharusnya tidak muncul kembali di hadapan Andrian, tapi bukan itu niat kedatangannya karena yang jelas meskipun Salsa sudah tidak ingin bertemu dengan Andrian. Wicaksono, Lina ataupun Nayla sudah dia anggap keluarga sendiri. Dia tumbuh besar di keluarga yang sangat baik padanya.


“Bagaimana?” tanya Salsa kepada Yoga yang habis mendapatkan penjelasan dari Dokter tentang Nayla.


“Tusukannya tidak terlalu dalam. Ada benturan keras di kepalanya dan…, Nayla koma.” Ucap Yoga dengan wajah sedihnya. Salsa yang seolah tahu perasaan Yoga sudah mulai melunak pun memberikan pelukan pada sepupunya.


“Berdo’alah semoga semua baik-baik saja.” Ucap Salsa dan Yoga membalas pelukan Salsa dengan sangat erat.


“Aku tidak tahu sejak kapan aku menyukainya, tapi aku sungguh menyesal tidak bisa mengutarakan perasaanku sebelum kejadian ini. Jika aku tahu semua ini akan terjadi padanya. Aku sungguh tidak akan mengabaikannya sejak awal.”


Salsa tersenyum. “Apapun itu, penyesalan tidak pernah di awal, tapi semua kejadian jelas tidak bisa kita tebak akhirnya bagaimana hingga kau bisa menentukan apa yang akan kau jalani sejak awal.”


Yoga setuju, tapi dia sungguh ingin Nayla tahu bahwa saat ini Yoga mengkhawatirkannya. Dia ingin Nayla cepat-cepat siuman.


“Dok, pasien kritis!” teriak seorang suster begitu melihat sang Dokter baru datang menuju ruangan yang Salsa tidak tahu itu ruangan siapa.


“Papa,” suara Andrian terdengar oleh Salsa. Salsa pun melepas pelukan Yoga dan melihat Andrian yang berlari menuju kamar Papanya. Lalu Salsa mengikuti Andrian dari belakang dengan langkah lebarnya. Salsa melihat beberapa orang mencegah untuk Andrian masuk ke dalam membuat Andrian langsung terjatuh ke atas lantai dengan air mata yang tidak bisa dia tahan.


..................................


Masih ada yang komen, enggak masuk akal karena rumah pengusaha enggak ada sistem keamanannya? FIX, bacanya nge scroll doang :( wkwkwkwk


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^