
“Salsa?!” teriak Gilang yang ternyata ditahan oleh beberapa orang bertubuh besar yang pasti anak buah Oka.
“Jangan lihat dia! Kau harus aku amankan. Nyawamu sedang Aurel incar,” kata Oka membuat Salsa terkejut. Dia bahkan baru bangun tidur, dia tidak tahu kalau hal ini akan datang padanya.
Oka dan Salsa pun ke teras rumah, tapi ternyata beberapa anak buah Aurel sudah datang akan menjalankan misi dari atasannya. Oka pun menyembunyikan Salsa ke balik tubuhnya. Sementara Salsa memegang punggung belakang Oka yang besar. Dia takut kalau mereka semua akan melukai dirinya.
Prok! Prok! “Kau sudah berubah menjadi ke pihak lawan, Sayang?” Tiba-tiba Salsa mendengar suara tepukan tangan membuat dirinya mengintip siapa yang menepuk tangannya seraya berbicara dengan nada angkuh.
Aurel? Sisi iblisnya ternyata mulai keluar.
“Kau yang sudah mengkhianatiku. Kau kira aku akan hancur di tanganmu? Kalaupun aku harus hancur, aku akan menghancurkan diriku sendiri dan kau tidak berhak menghancurkanku.” Kata Oka dan Aurel mengangkat sebelah bibirnya.
“Menghancurkan dirimu sendiri?”
“Ya, aku sudah menyerahkian diriku pada polisi. Aku sudah mengakui semua yang aku lakukan dan semua kebusukanmu yang sudah menjadi dalang kematian keluarga Andrian.”
Mata Aurel membulat. Dia tidak tahu kalau ternyata Oka akan melakukan itu. Aurel kira, Oka tidak akan bisa membuat dirinya sendiri masuk penjara ternyata pria ini sungguh tidak bisa ditebak.
“Sialan! Kau sialan!”
“Aku sudah bilang bukan? Jika kau mengkhianatiku, kau harus lihat apa yang akan aku lakukan untukmu. Kalau aku hancur maka kau pun harus hancur,” kata Oka pada Aurel membuat Oka ataupun Aurel tak sadar kalau Salsa sudah tidak ada di belakang tubuh Oka.
Salsa kembali masuk ke dalam dan meminta semua anak buah untuk melepaskan Gilang karena bos mereka (Oka) membutuhkan bantuan mereka. Awalnya mereka tidak percaya dan akhirnya salah satu dari mereka memeriksa apa yang terjadi lalu kembali mengabarkan bahwa Salsa benar.
Begitu Gilang dan Salsa sudah berhasil masuk ke dalam mobil, dia pun segera melajukan mobilnya entah harus kemana. Sebenarnya Gilang ingin sekali bertanya apa yang terjadi, tapi sepertinya waktunya tidak tepat.
“Kita ke kantor Mas Andrian saja,” pinta Salsa.
“Aku tidak tahu di mana.” Kata Gilang.
Salsa pikir-pikir meskipun dia tahu pun, sepertinya akan ketahuan sekali kalau dia melarikan diri ke sana. Aurel pasti akan cepat menemukannya atau bahkan bisa saja Aurel sudah membagi beberapa tempat agar anak buahnya mudah mendapatkan dirinya.
“Bawa aku kemana saja, kalau bisa sejauh mungkin agar dia tidak bisa menemukanku,” kata Salsa memohon pada Gilang karena dia harus menjaga buah hatinya dengan Andrian.
Gilang bingung, dia tidak tahu harus kemana, tapi satu-satunya tempat yang dia pikirkan hanyalah rumahnya yang berada di pelosok. Mungkin perjalanannya akan lama dan tempatnya sangat terpencil sehingga orang lain tidak mudah menemukan tempat ini, tapi Gilang yakin kalau rumahnya sangat cocok untuk tempat Salsa tinggal sementara. Apalagi sinyal apapun di rumahnya pun tidak akan mendukung. Jadi, dia rasa, siapa pun tidak mudah melacak keberadaan mereka.
“Baiklah, sementara kau aman denganku,” kata Gilang segera melanjukan mobilnya dengan cepat.
………………………………………………………
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^