Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 30



Beberapa yang hari lalu Oka sudah merencanakan semuanya termasuk merusak semua aliran listrik di rumah besar milik Wicaksono karena setelah diselidiki rumah mereka ada CCTV nya. Memang  tidak mudah untuk menerobos masuk rumah besar pengusaha seperti Andrian karena keamanannya tentu dijaga ketat.  Jelas, Oka butuh waktu lama untuk merencanakan ini semua.


Selain itu Oka butuh mengumpulkan keberanian demi menggapai keinginan kekasihnya ini. Dia memang sudah sangat buta sampai-sampai mau mengabulkan permintaan Aurel, tapi apa boleh buat karena cinta memang mengobarkan segalanya.


“Sayang, kau begitu tegang,” kata Aurel melihat wajah kekasihnya yang nampak cukup tegang. Mereka sedang berada di dalam mobil menunggu anak buah Oka merusak semua aliran listrik yang ada di rumah. Beruntung keadaan sangat sepi dan Aurel sangat yakin kalau Oka memang sudah merencanakan hari ini akan datang. Aurel pun sudah membayangkan masa depannya. Dia sungguh akan menjadi wanita yang kaya raya. Siapa pun akan tunduk di bawah kakinya.


Tiba-tiba suara HP Oka berbunyi. Oka pun mengeluarkannya dan menerima telepon dari seberang sana. “Halo, bagaimana?”


“Sudah siap, Bos.” Kata bawahannya. Oka pun segera menarik tengkuk Aurel. Dia memangut kekasihnya dan menepuk kepala Aurel pelan. “Aku akan kembali,” kata Oka segera pergi meninggalkan Aurel. Aurel pun hanya diam menunggu dengan santai seraya memperhatikan rumah gelap di depannya.


“Tunggu saja! Semuanya akan berubah setelah hari ini terlewatkan,” ucap Aurel pada dirinya sendiri.


……………………………………


Oka masuk mengendap-endap bersama dua bawahannya. Sementara yang dua lagi sedang mencari di mana kamar orangtua Andrian berada.


“Suttt kamarnya ke sebelah sini,” kata salah satu dari mereka yang mencari kamar. Oka mengikuti langkah menuju tangga. Namun tiba-tiba…,


BUG!!!!!


Seseorang memukul mereka dengan tongkat baseball. Satu di antara mereka langsung tumbang, tapi yang satu melawan.


“Kalian siapa?” suara Wicaksono, tapi tidak mereka jawab. Dua dari mereka melawan Wicaksono di dalam gelap sementara dua yang lain berlari ke arah kamar di mana Lina sedang tertidur.


BUG!! Wicaksono kembali berusaha melawan, tapi kekuatannya tidak seberapa dibanding Oka yang memiliki otot besar. Pria itu menarik tongkatnya lalu sebuah pisau tajam menusuk ke dalam perut Wicaksono membuat pria tua ini limbung seraya memegangi perutnya.


“Sampaikan pada orang yang menyuruhmu bahwa hidupnya tidak akan bahagia. Dia tidak akan mendapatkan apa yang dia mau,” ucap Wicaksono sebelum akhirnya dia mendengar jeritan suara dari dalam kamar.


“AAAAAAAAA, tolong!!!” teriak Lina dari dalam membuat semua orang terbangun.


“Maaaaa,” suara Nayla mulai terdengar membuat salah satu dari mereka segera menahan Nayla lalu tak sengaja sebuah pisau dihunuskan ke perut Nayla dan Nayla didorong keras hingga kepalanya membentur dinding karena orang yang menusuk Nayla terkejut dengan apa yang dia sendiri lakukan. Ini bukan termasuk planning mereka. Dia hanya ditugaskan membunuh orangtua Andrian saja dengan bos-nya.


“Nayla!!!” teriak Lina untuk terakhir kalinya dan sebuah pisau menghunus dadanya.


“Nayla? Nayla?” kini tergantikan oleh suara Yoga.


“Ayo cepat keluar,” komando Oka pada semua anak buahnya karena Yoga belum terlihat dan setelah mendengar sumber datangnya suara. Oka yakin suara itu dari lantai bawah. Itu tandanya dia masih kabur karena gelapnya rumah membuat orang itu berjalan lebih lambat menuju lantai atas.


“Lewat sini!” perintah mereka yang berhasil menusuk Lina.


 


…………………………


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^