Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 76



pagi ini seperti biasa alana pergi ke kampusnya di antar oleh ryshaka


pagi ini ryshaka kembali tidak ke kampus karena akan melakukan meeting sebelum pembanguan proyek itu berjalan


ryshaka mengantar alana hanya sampai parkiran saka karena di kampus belum ada yang mengetahui pernikahan alana dam ryshaka kecuali nadia , raka dan kedua sahabat ryshaka


"aku turun ya kamu hati-hati" ucap alana hendak membuka pintu mobil ryshaka


"gak salim dulu" seru ryshaka


"lupa yank" alana menyengir kuda


"kebiasaan jangan-jangan nanti kamu lupa kalau sudah bersuami" sindir ryshaka


"gak mungkin lah nanti kalau aku lupa keenakan kamu bisa gelendotan sana sini" cibir alana


"mana ada aku kayak gitu kamu tuh yang sering mancing-mancing" ucap ryshaka tak terima


"mancing yang bikin kamu merem melek" seru alana terkikik


"sayang pagi-pagi sudah mesum jangan sampai aku bawa kamu pulang lagi ke apartemen" ancam ryshaka dengan seringai liciknya


"baiklah, aku turun ya awas jangan nakal kamu ya"


cup


alana menyambar sekilas bibir ryshaka lalu mencium punggung tangan suaminya


"cari uang yang banyak ya buat aku sama calon anak-anak kita nanti, semangat hubby" alana kembali menciumi pipi ryshaka sebagai penyemangat pagi hari untuk suaminya


ryshaka membeku sejenak melihat perlakuan alana yang tiba-tiba sangat manis kepadanya pagi ini padahal jelas-jelas semalam alana merasa kesal padanya bahkan alana meninggalkan ryshaka tidur duluan tanpa ada pelukan hangat untuk ryshaka menjelang tidur


"benar-benar ajaib" gumam ryshaka tersenyum simpul


"kamu ngomong apa?" tanya alana yang maaih berada di samping di ryshaka


"tidak ada, ya sudah aku berangkat ya kamu jangan macam-macam dan jangan terlalu dekat dengan raka atau pria manapun" tega ryshaka


"posesif" umpat alana namun tetap menggoda ryshaka dengan kerlingan matanya


"bye sayang" ryshaka mengecup kening alana kedua pipi alana dan berakhir di bibir seksi alana


"bye hubby" alana turun dari mobil ryshaka dengan perasaan yang berbunga-bunga


ryshaka menjalankan mobilnya meninggalkan area kampus sepanjang perjalanan ryshaka terus menyunggingkan senyumnya karena tingkah manja alana


baru kali ini ryshaka mendapatkan perlakuan yang begitu manis sepanjang pernikahan mereka apalagi dengan nama panggilan baru alana untuk dirinya


"hubby, manis sekali gue suka" gumam ryshaka tersenyum bahagia


sebenarnya jadwal alana hari ini tidak terlalu padat karena alana hanya melakukan bimbingan jika ada mahasiswanya yang akan revisi selebihnya alana bisa bersantai dengan nadia


sedangkan raka sudah sangat susah di temui karena sekarang raka lebih fokus mengurus perusahaan milik orang tuanya


"doooorrrrr" nadia mengagetkan alana


"astaga nad untung aku tidak punya penyakit jantung" ucap alana mengelus dadanya karena kaget


"lebay, kamu kenapa kok senyum-senyum gak jelas gitu? semalem abis lembur ya main berapa ronde?" goda nadia membuat alana memukul lengannya


"mesum, aku lagi seneng aja pagi ini gak tahu kenapa" sahur alana sembari senyum-senyum mengerikan


"idih gak jelas, by the way sekarang doni makin capek ya al makin menggairahkan gitu" ucap nadia tertawa sembari membayangkan wajah doni


"nanya nya satu-satu kali bu, pusing aku jawabnya mau yang mana dulu" cebik nadia


"ceritain semuanya dari awal aku mau denger" titah alana bersidekap dada


nadia menceritakan dimana dia bertemu lagi dengan doni sampai akhirnya nadia merasa tertarik dan ingin menjalin hubungan yang lebih dekat lagi dengan doni entah itu hanya sebuah rasa nyaman atau ada rasa yang lain nadia sendiri belum tahu tapi yang jelas berada dekat dengan doni mampu memporak-porandakan hatinya yang selama empat bulan ini hatinya merasa hampa setelah hubungannya jandas dengan riko dan namun beruntung nadia tidak mengalami trauma atas kekerasan yang sudah riko lakukan padanya nadia bukan tipe wanita yang suka larut terlalu dalam di setiap masalah yang sedang dia hadapi begitupun dengan perasaannya yang mudah membuka hati kembali untuk cinta yang baru


"kamu suka sama doni nad atau lebih dari itu?" tanya alana


"aku gak tahu perasaan apa ini tapi aku merasa nyaman dan senang ketika berdekatan dengan doni" sahut nadia mesam mesem sendiri


"semudah itu kamu membuka hati untuk doni bahkan hubungan kamu dan riko pun berakhir belum cukup lama nad, apa kamu gak takut untuk kembali membangun hubungan yang baru?" tanya alana lagi


"aku bukan kamu al yang terus meratapi cinta yang sudah pergi kamu tahu sendiri aku tipe wanita yang mudah jatuh cinta" sahut nadia terkikik


"lalu bagaimana dengan raka?"


"maksud kamu?"


"jangan pura-pura lagi nad aku sudah tahu"


"itu hanya perasaan di masa lalu al semuanya sudah berlalu lagipula raka gak mungkin mau menerima perasaan aku, lupakan saja"


"yakin?"


"yakin kan udah ada doni sekarang"


"ya terserah kamu saja nad" alana menghela nafas tidak mengerti dengan jalan pikiran nadia


"tapi al seandainya doni mempunyai perasaan sama seperti aku apa mungkin doni mau menerima aku apa adanya, kami tahu sendiri aku bukan lagi wanita yang sempurna aku sudah tidak punya sesuatu yang bisa di banggakan lagi sebagai seorang wanita" ucap nadia sendu


"jika doni mencintai kamu dengan tulus pasti doni akan menerima kamu apa adanya nad, menerima apapun kekurangan dalam diri kamu percayalah jika doni memang jodoh kamu pasti akan ada jalannya" alana menepuk pundak nadia seolah memberi kekuatan


alana dan nadia terus berbincang sampai tak terasa waktu jam makan siang sudah tiba


alana mengajak nadia untuk makan siang di kantin kampus untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan


seperti biasa alana memesan satu porsi bakso di temani es teh manis sebagai minumannya sedangkan nadia dia hanya memesan minuman saja karena setelah dari kampus nadia sudah janji untuk bertemu dengan doni untuk makan bersama


"sayang nanti sore aku gak bisa jemput kamu, kamu pulang sendiri gak apa-apa kan? klien ku mengajak makan malam sebelum dia pulang ke lombok"


ryshaka mengirimkan pesan kepada alana membuat wajah alana berubah murung


alana .menyimpan lagi ponselnya ke dalam tas tanpa berniat membalas pesan dari ryshaka


"wajah kamu kenapa cemberut gitu al?" tanya nadia heran


"ryshaka gak bisa jemput" jawab alana ketus


"ya Tuhan cuman gara-gara gak bisa jemput jadi manyun gitu, pulang bareng aku aja" ajak alana


"ya" sahut alana singkat


setelah menyelesaikan makan siangnya nadia langsung mengantar alana pulang ke apartemen


alana merasa kesal dengan ryshak karena mengabaikannya biasanya jika alana tidak membalas pesan darinya ryshaka akan segera menelponnya tapi nyatanya saat ini ryshaka malah mendiamkannya


alana menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan melempar ponselnya sembarangan


saking kesalnya dengan ryshaka sampai tak sadar alana malah tertidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu