Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 37



“Aku tidak tahu harus mengatakan apa padamu, tapi aku sungguh tidak ingin menceraikanmu. Ikutlah denganku, besok aku akan pindah ke rumah Aurel.” Kata Andrian membuat kaki Salsa rasanya lemah sekali.


Seolah tahu, Andrian pun mengangkat tubuh Salsa. Dia membawa Salsa ke arah kamar Yoga yang lebih besar dibanding milik Salsa. Lalu Andrian membaringkan Salsa yang nampak lelah menangis dan mata yang ngantuk berat karena harus menunggu Andrian hingga dini hari.


“Maafkan aku sudah menyakitimu, tapi aku…, aku sungguh sangat mencintaimu. Aku tidak bisa melepaskanmu” Ucap Andrian tak begitu terdengar di telinga Salsa karena Salsa sudah keburu terlelap dalam tidurnya. Dia sudah lelah, dia ingin istirahat setelah menghadapi kenyataan bahwa suaminya menikah lagi. Kini, Salsa harus tahu bahwa Andrian tidak akan menjadi miliknya seutuhnya untuk selama-selamanya.


…………………………………………


Salsa terbangun dari tidurnya. Dia memegang kepalanya yang sakit akibat menangis semalam. Lalu matanya terasa membengkak sehingga dia tak begitu bisa melihat dengan jelas ketika membuka matanya.


“Kau sudah bangun?” tanya Andrian membawakan susu dan juga roti berisikan selai strawberi kesukaan Salsa.


“Makanlah, hari ini kau ikut denganku,” kata Andrian seraya memberikan nampan yang dia bawa lalu beralih pada baskom berisikan air hangat dan juga handuk kecil untuk mengelap mata Salsa yang bengkak.


“Aku tidak bilang, aku akan ikut,” ucap Salsa. Andrian pun terkekeh. Dia tahu isi hati Salsa. Wanita ini jelas tidak mudah melepaskan Andrian pada wanita lain. Ketika Salsa menangis, sebenarnya Andrian tahu bahwa pada akhirnya Salsa pun tidak tahan jika tidak Andrian usik. Dia pasti merasa lelah juga dianggap seperti patung. Karena itu, ketika Salsa bilang dia tidak akan ikut maka di dalam hati Salsa sebenarnya ingin ikut.


Andrian mengusap mata Salsa dengan handuk kecil lalu sejenak dia menarik nafasnya perlahan untuk menggenggam tangan istrinya.


“Sebenarnya…,” Andrian tidak tahu ini harus dia sampaikan pada Salsa atau tidak, tapi sebelum hubungan mereka membuat Salsa salah paham. Dia ingin Salsa lebih dulu paham kenapa dia menikahi Aurel.


Salsa menatap suaminya dengan mata yang bengkak.”Maksudmu?” tanya Salsa.


“Aku belum tahu pasti apa benar dia yang membunuh orangtuaku, tapi sedikit mengambil kesimpulan dari buku itu. Kemungkinan itu pasti ada karena terakhir catatan Mama menceritakan tentang Aurel yang begitu Mama-Papa tidak sukai. Aku juga jadi tahu alasan Papa yang tidak menyetujuiku menikah dengan Aurel dari tulisan Mama dan Mama menyampaikan kalau dia lebih bahagia melihatku bersamamu.” Mendengar itu pipi Salsa bersemu merah.


“Lalu apa hubungannya Aurel yang Papa tidak sukai dengan pembunuhan itu?”


“Kau ingat waktu dia datang ke rumah untuk mengucapkan duka. Aku melihat mobil baru yang dia pakai. Seingatku mobil dia bewarna putih, tapi dia ternyata baru saja membeli mobil bewarna merah di mana malam kejadian itu sebelum aku masuk ke dalam komplek. Aku melihat mobil merah yang keluar. Awalnya aku tidak mencurigainya, tapi jika diingat-ingat, aku melihat pria yang mengemudi mobil itu. Dia bertubuh besar dengan sebuah tatto di tangannya.”


“Lalu hubungannya dengan Aurel?” tanya Salsa masih tidak mengerti.


 


..............................................


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^