
ryshaka yang baru selesai makan malam pamit untuk pulang terlebih dahulu kepada kliennya namun klien penting itu mengajak ryshaka untuk menemaninya ke sebuah club malam yang berada di jakarta ingin menolak ajakan dari klien itu pun rasanya ryshaka tak enak dengan terpaksa ryshaka mengikuti kliennya tanpa memberi tahu kepada alana karena audah di pastikan jika alana tahu ryshaka pergi ke sebuah club malam alana dengan terang-terangan akan melarangnya
"pak ry kenapa anda terlihat gelisah sekali" tanya pak hendro sang klien penting itu yang sudah sampai di sebuah club malam
"istri saya menunggu saya di rumah pak" sahut ryshaka tersenyum kikuk
"wah ternyata anda sudah menikah saya pikir anda masih bujang pak" ucap pak hendro sedikit berteriak karena suara dentuman musik yang sangat kencang
"baru delapan bulan saya menikah" sahut ryshaka
"pengantin baru rupanya masih hangat-hangatnya" seru pak hendro mengajak ryshaka masuk ke ruangan VIP
sedangkan alana yang baru saja terbangun dari tidurnya merasakan kepalanya sangat pusing dan perutnya yang keroncongan
dilema antara ingin makan namun rasa ousing di kepalanya seakan berputar-putar
alana melihat jam yang menempel di dinding kamarnya menunjukan pukul 11 namun ryshaka belum juga pulang
alana mencari ponselnya berharap ada pesan dari ryshaka namun sayang jangankan pesan bahkan pesan yang di kirim alana tadi sore pun belum sempat ryshaka baca
"kenapa belum pulang? apa sebegitu sibuknya sampai gak ngasih kabar kalau pulang terlambat"
alana mengirimkan pesan kepada ryshaka dengan perasaan dongkol
alana mencoba bangun dari tidurnya karena ingin pergi ke kamar mandi untuk cuci muka
alana keluar dari kamar mandi tiba-tiba alana membuang ponselnya karena belum ada balasan pesan dari ryshaka
dengan perasaan yang begitu kesal alana turun ke bawah untuk mencari apa saja yang bisa di makan
tiga puluh menit kemudian alana kembali ke kamarnya berharap ryshaka sudah membalas pesannya namun jangankan membalas di baca pun tidak
alana mencoba menghubungi ryshaka melalui sambungan video call tetap saja tidak di jawab
satu kali
dua kali
tiga kali
empat kali
lima kali
dan seterusnya sampai lebih dari sepuluh kali panggilan video call tak di jawab sama sekali oleh ryshaka
waktu menujukan sudah lebih dari tengah malam tetap saja ryshaka belum menunjukan batang hidungnya
rasa cemas dan kesal bercampur menjadi satu membuat alana menggerutu tidak karuan
alana mencoba menelpon ryshaka lagi namun masih tetap tidak ada jawaban
"tidak usah pulang sekalian"
alana mengirimkan pesan kembali kepada ryshaka dengan perasaan kesal setengah mati
ryshaka yang sedang cemas karena memikirkan alana di rumah yang pasti akan marah kepadanya karena pulang terlambat bahkan lebih dari kata terlambat berulang kali melihat jam di pergelangan tangannya apalagi ponsel ryshaka yang tertinggal di kantor sejak memulai meeting membuat dirinya semakin cemas alana akan salah paham kepadanya
"minumlah sedikit pak ry buat merayakan proyek kita" ucap pak hendro menyodorkan satu gelas vod ka ke arah ryshaka
"maaf pak istri saya tidak menyukai saya mabuk" tolak ryshaka halus
"hanya minum sedikit tidak akan membuat anda mabuk pak ry" pak hendro sedikit memaksa
karena tidak enak untuk menolak akhirnya ryshaka meminum vod ka yang di berikan pak hendro niat hati hanya meminum sedikit ternyata ryshaka meneguk beberapa gelas membuat jonathan yang sejak tadi diam saja tiba-tiba menegur ryshaka yang hendak meminum kembali minumannya
"sedikit saja jo alana pasti sudah tidur sekarang" sahut ryshaka yang mulai kehilangan kesadarannya
"jangan salahin gue kalau lu di usir malam ini sama bini lu" umpat jonathan
"jangan bawel lu mending ikut minum" bisik ryshaka menyodorkan gelas berisi minuman
"kalau gue ikutan mabuk siapa yang bakalan anterin lu pulang hah?" geram jonathan
karena tidak berhasil menghubungi ryshaka akhirnya alana menghubungi jonathan namun karena takut dengan amukan alana akhirnya jonathan mengabaikan panggilan telfon dari alana yang menelfonnya sampai beberapa kali
"kalian sedang dimana? kenapa tengah malam begini belum pulang? tidak ada pekerjaan yang sampai tengah malam begini bukan? cepat pulang atau aku akan pergi ke kantor sekarang juga"
alana mengirimkan pesan kepada jonathan dan tentu saja membuat jonathan kesal dengan ryshaka yang meninggalkan ponselnya di kantor
"sial... bikin repot saja" umpat jo
"ry ayok pulang alana nelponin gue mulu" ajak jo
"serius? kenapa alana belum tidur jam segini dan kenapa gak nelfon gue malah nelfon elu"
"ya nungguin lu be go, lu lupa kalau ponsel lu ketinggalan di kantor"
"astaga gue lupa"
setelah pamit kepada pak hendro jonathan memapah tubuh ryshaka yang sedikit sempoyongan, livy yang kebetulan ada di club malam yang sama melihat ryshaka yang sedang berjalan dengan jo
tiba-tiba livy memanggil seorang wanita yang memakai baju kurang bahan dan membisikan sesuatu di telinga wanita itu dan memberikannya sejumlah uang
livy tersenyum licik kala melihat wanita mulai berjalan ke arah ryshaka dan jonathan
brugh
tiba-tiba wanita itu jatuh tepat di hadapan dan dengan sengaja memeluk ryshaka dan hampir saja membuat ryshaka terjungkal
ryshaka yang memang sudah setengah sadar tidak peduli dengan wanita yang menabraknya
jonathan langsung memapah kembali tubuh ryshaka keluar dari club malam itu dan kembali ke kantor untuk mengambil ponsel ryshaka terlebih dahulu sebelum mengantarkan ryshaka pulang ke apartemen
sudah pukul 02:00 dini hari ryshaka belum juga pulang alana semakin gelisah matanya pun tak bisa terpejam meskipun waktu menunjukan tengah malam dan hampir pagi
alana terus menggenggam ponselnya berharap ada pesan masuk dari ryshaka tapi ternyata semuanya hanya angan-angan saja
tak lama terdengar suara bel alana langsung beringsut membuka pintu beraharap ryshaka yang akan pulang
dan ternyata memang benar ryshaka tengah pulang di antar oleh jonathan dengan keadaan yang sangat berantakan dan tercium bau alkohol yang sangat menyengat
alana mengepalkan tangannya melihat wajah ryshaka yang sedang te *** ingin rasanya alana meninju wajah ryshaka yang terlihat sangat menyebalkan saar ini
"jadi ini alasan kalian tidak menjawab telfon dariku hah?" sentak alana seraya menatap tajam ke arah ryshaka dan jonathan
"sayang jangan marah-marah" lirih ryshaka di tengah kesadarannya yang hampir hilang
"diam kamu menjijikan sekali ry, bawa dia ke kamar tamu jo" titah alana melengos pergi menuju kamarnya tanpa mempedulikan ryshaka yang sudah tidar sadarkan diri
"al jangan marah ryshaka tidak salah disini dia hanya menghormati kliennya saja tidak lebih" teriak jonathan karena alana sudah berada menaiki anak tangga untuk ke kamarnya
"apa harus dengan mabuk seperti ini? sudah bersistri tapi kelakuan sama saja seperti pria lajang" umpat alana merasa sangat kesal dengan ryshaka
"al please ry sangat membutuhkan kamu sekarang jangan egois, apa kamu lupa ryshaka seperti ini jua demi kamu dan anak kalian nanti" sahut jonathan
akhirnya alana turun ke bawah untuk membantu jonathan membawa ryshaka ke dalam kamar
mata alana membulat darahnya membeku ketika melihat noda lipstik di kemeja ryshaka rasa sesak menyeruak di dada alana matanya sudah berembun ingin sekali rasanya alana menumpahkan airmatanya saat itu juga