
pukul 21:00
acara resepsi masih berlangsung dan semakin meriah saja kala kedua sahabat ryshaka, alex dan rendi mempersembahkan lagu untuk alana dan ryshaka bukan lagu romantis melainkan lagu dangdut yang sedang hits saat ini
alex dan rendi tampak begitu menikmati setiap alunan lagu yang mereka nyanyikan bahkan semua keluarga besar alana dan ryshaka ikut berjoged
ryshaka pun rasanya sudah gatal ingin ikut berjoged namun ryshaka takut alana tidak memberi ijin
"apa?" tanya alana saat ryshaka menatapnya nyengir
"ikut gabung alex sama rendi boleh? sekali ini aja yank please" ryshaka mengatupkan kedua tangannya di hadapan alana
"ya udah ayo ajak yang lain juga biar makin seru" ajak alana menggandeng lengan ryshaka
"kamu serius?" tanya ryshaka tak percaya
"ini kan hari bahagia kita aku bebasin kamu mau ngapain aja asal gak aneh-aneh"
"aahhh thankyou sayang, kamu yang terbaik"
akhirnya ryshaka dan alana pun ikut berjoged untuk memeriahkan acara mereka sendiri mereka juga mengajak nadia dan jonathan serta raka dan cindy untuk ikut bergabung, alana dan ryshaka bahkan naik ke atas panggung menyanyikan sebuah lagu dangdut dan untuk yang pertama kalinya alana duet bersama ryshaka semakin bertambah meriah saja acara malam itu saat alana melemparkan buket bunga untuk para tamu dan tanpa di sangka ternyata nadia yang mendapatkan buket bunga itu konon katanya jika seseorang mendapatkan bunga yang di lempar oleh pengantin wanota itu tandanya orang itu akan segeea menyusul ke pelaminan nadia bersorak gembira melirik jonathan yangbjuga tersenyum di sampingnya, alana dan ryshaka langsung meminta nadia untuk naik ke atas panggung di temani juga oleh jonathan sebagai calon suami
karena sejak awal acara alana dan ryshaka terlalu sibuk dengan para tamu akhirnya di sebelum penghujung acara sang photografer meminta kepada kedua mempelai untuk melakukan foto bersama keluarga terlebih dahulu sebelum mengakhiri acara puncak resepsi itu
bukan hanya dengan keluarga para sahabat alana dan ryshaka juga mengabadikan momen bersejarah dalam hidup mereka bersama para sahabat mereka yang terakhir ryshaka meminta sang photografer untuk mengambil foto dirinya bersama alana dengan berbagai macam gaya, ryshaka sengaja meminta banyak foto berdua karena saat akad nikah waktu itu mereka tidak banyak mengambil foto karena waktu akad alana masih terpaksa menikah dengan ryshsaka berbeda dengan sekarang
tiba di puncak acara alana dan ryshaka berdansa di iringi musik yang begitu romantis lampu-lampu yang tadinya menyala kini di buat redup
ryshaka menatap lekat wajah alana tak henti-henti mengucapkan rasa syukur di dalam hatinya karena memiliki wanita sempurna seperti alana, ryshaka berjanji kepada dirinya sendiri dia tidak akan meninggalkan alana apapun yang terjadi hanya maut yang kelak akan memisahkan mereka berdua
"i love you my beloved wife" bisik ryshaka di tengah-tengah gerakan dansa mereka
"me too my lovely hubby" jawab alana tersipu malu
tanpa di duga ryshaka mengecup bibir alana tak peduli dengan semua tamu yang sedang memperhatikan mereka
seakan di beri lampu hijau ryshaka melanjutkan aksinya yang awalnya hanya memberi sebuah kecupan kini berubah menjadi sebuah luma tan, menye sap dan membe lit satu sama lain seakan saling berlomba untuk mencari kepuasan masing-masing
suara riuh tepuk tangan dan teriakan para tamu tidak membuat ryshaka melepaskan
pagutannya
"sabar woyy main nyosor aja, hargai kami para kaum jomblo" teriak alex
"malam masih panjang ry, tahan... tahan" teriak rendi
"ryshaka jangan buat papi malu, dasar bocah sableng" timpal papi arya
alana yang sudah malu melepaskan pagutan ryshaka yang semakin liar dan menuntut, ada semburat kekecewaan di wajah ryshaka saat alana menghentikan aksinya namun mengingat kembali mereka masih berada di antara para tamu ryshaka bisa memakluminya
ryshaka memeluk tubuh alana erat mengecup lama kening alana mencurahkan semua rasa kasih sayang yang dia punya untuk alana
"sayang makasih untuk tetap bertahan sampai detik ini, terima kasih karena sudah bersedia mengandung calon anak kita" ucap ryshaka tulus
"kita sama-sama belajar untuk menjadi orang tua yang baik ya, terima kasih juga kamu udah sabar menghadapi sikap aku yang kadang berubah-ubah, terima kasih telah membuat hidupku yang tadinya abu-abu menjadi penuh warna... tetap bersamaku ya jangan pernah bosan untuk mencintaiku yang keras kepala ini" sahut alana dengan mata yang berkaca-kaca
"selama aku masih bisa bernafas dan kaki ku masih kuat untuk berpijak aku gak akan pernah ninggalin kamu dan anak-anak kita kelak sayang, semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupan rumah tangga kita ya"
"Aamiin"
lewat tengah malam acara pun selesai, semua tamu sudah pulang ke rumah masing-masing termasuk para sahabat alana dan ryshaka
kini alana dan ryshaka sudah berada di dalam kamar mereka saking lelahnya alana sampai tak membersihkan diri terlebih dahulu entah karena efek kehamilannya atau memang kelelahan karena hari ini benar-benar menguras energinya
ryshaka pun sama tanpa membersihkan diri terlebih dahulu ryshaka tidur di samping istrinya yang sudah lebih dulu terlelap
*
*
*
*
*
ryshaka yang kini hanya aktif di perusahaan miliknya sedangkan cafe miliknya yang kini berkemang semakin pesat dan memiliki beberapa cabang kini di handle oleh alex dan rendi namun masih dalam pengawasannya, sejak usia kehamilannya membesar alana dan ryshaka sudah ke rumah orang tua ryshaka agar lebih bisa di awasi oleh mami anna jika tiba-tiba alana mengalami kontraksi
"sayang perkiraan dokter lahirannya kapan?" tanya mami ana yang saat ini sedang bersantai di taman belakang
"HPL nya semingguan lagi mi" jawab alana yang sedanh sibuk mengunyah jambu kristal
"rencana mau lahiran normal apa operasi?"
"aku mau nya normal aja, semoga di lancarkan sampai waktunya tiba ya mi"
"Aamiin......"
"ssshhhhhh....." desis alana
"kenapa sayang?"
"perut aku mules mi.... aduh" ringis alana
"dari kapan perut kamu mulai mules sayang?"
"semalem juga udah kerasa tapi kadang-kadang kayak ngprank gitu"
"aduh mamiiiiii, saaakiitttttt" teriak alana mencengkram bahu mami anna
"kita ke rumah sekaranh sepertinya kamu akan melahirkan sekarang"
"tapi mi waktunya masih seminggu lagi"
"waktunya bisa maju jiga bisa mundur sayang, ayo cepat kita ke rumah sakit sekarang"
tanpa banyak bertanya lagi alana dan mami anna pergi menuju rumah sakit tak lupa mami anna menyuruh satu pelayan untuk membawakn perlengkapan untuk alana yang sudah di siapkan sejak jauh-jauh hari
di dalam perjalanan alana tak henti-hentinya meringis menahan rasa mulas yang semakin hebat
mami anna langsung menghubungi ryshaka untuk menyusul ke rumah sakit melihat keadaan alana yang begitu kesakitan mami anna tidak tega mungkin dengan kehadiran ryshaka bisa memberikan kekuatan untuk alana
"sakit banget mi" ringis alana mencengkram kuat lengan mami anna
"sabar sayang sebentar lagi sampai" mami anna mengelus-elus pinggang alana
tak berselang lama akhirnya mobil yang di tumpangi alana sampai di rumah sakit disana sudah ada ryshaka dan darwin yang sudah menunggu
alana langsung di larikan ke ruang persalinan oleh dokter karena air ketubannya yang sudah pecah
"yang kuat sayang aku disini" bisik ryshaka di rengah kesakitan alana
"sakit yank aku gak kuat.... sssshhhhh"
"maaf udah bikin kamu kesakitan kayak gini" ryshaka mengecup kening alana dan mengusap-usap pinggang alana beruakng kali
"pembukaannya sudah lengkap ya bu mari kita mulai persalinannya" ucap dokter
sang dokter terus memberikan arahan kepada alana agar rileks dan tidak terlalu tegang, ryshaka yang yang tak beranjak sedetikpun merasa cemas dengan keadaan alana jika saja dia bisa menggantikan rasa sakitnya ryshaka rela melakukan itu
keringat terus bercucuran dari pelipis alana suara rintihan kesakitan alana semakin terngiang-ngiang di telinga ryshaka, ryshaja semakin menggengam erat tangan alan dan membisikan kata-kata penyemangat untujk istrinya
"ikuti intruksi kami ya bu satu, dua, tiga.... ngejen bu"
"eeeuugghhhhh"
"sedikit lagi ayo dorong"
"semangat sayang kamu pasti bisa" bisik ryshaka
"ayo terus bu kepalanya sudah kelihatan"
"eeuuuuuggghhhhhh........"
"owek..... owek..... owek........"
"alhmdulilah bayi nya laki-laki sangat tampan dan tidak kekurangan satu apapun" ucap sang dokter
"alhmdulilah makasih banyak sayang, i love you" bisik ryshaka menghujami alana dengan ciuman di wajah alana