Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 47



“Maaf aku tidak bisa terlalu lama. Oh ya, bagaimana kabar sepupumu?” tanya Oka seraya berdiri dari bangku dan berjalan membawa tas berisikan baju di dalamnya. Salsa pun mengikuti langkah Oka menuju keluar.


“Oh itu, dia sedang sibuk memperjuangkan cintanya.”


“Wahhh bagus, akhirnya dia menyerah mengejarmu.” Kata Oka terkekeh dan Salsa pun ikut terkekeh.


“Padahal kalian cocok sekali ketika bersama, tapi aku tahu dari matamu kalau kau tidak mencintainya.”


Salsa pun memukul lengan Oka. Dia sangat kesal jika Oka selalu menebak apapun tentangnya seolah langsung tahu hanya sekali melihatnya. Sama seperti ketika pertama kali mereka bertemu. Oka sudah bisa menebak kalau Salsa tidak punya tempat tinggal hingga dia menawarkan apartemen kosongnya untuk Salsa.


“Yasudah aku pergi. Jaga dirimu baik-baik dan aku akan mengatakan pada kekasihku untuk berbuat baik padamu karena kau sudah seperti adikku.” Salsa tersenyum mengangguk lalu melihat kepergian Oka bersama mobil hitamnya.


Salsa menggeleng pelan. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, tapi sepertinya akan di luar perkiraannya.


……………………………………………………………


Entah kenapa Salsa harus sangat sensitif ketika suaminya kembali tak ingat janjinya malam ini. Salsa tidur setelah lelah menangis. Dirinya tertidur di atas sofa tanpa menggunakan selimut atau apapun yang menutupi tubuhnya.


Sementara Andrian yang baru saja masuk ke dalam pekarangan rumah baru ingat janjinya kemarin malam. Begitu dia berhasil memakirkan mobilnya, Andrian pun segera berlari ke dalam rumah dan dia melihat istrinya tertidur di atas sofa.


Andrian menghela nafasnya menyesal atas apa yang sudah dia perbuat. Hari ini sungguh hari yang melelahkan hingga dirinya melupakan janji akan makan malam bersama Salsa.


Andrian pun mengelus lembut wajah Salsa yang tertidur. Dia lihat mata dan bibirnya agak membengkak. Mungkinkah istrinya menangis? Andrian semakin merasa bersalah. Dia pun mencium kening Salsa dan duduk di samping istrinya.


“Salsa,” Andrian menyingkirkan rambut istrinya. “Maafkan aku, aku sungguh tidak pantas menjadi suamimu.” Kata Andrian. Salsa pun yang merasa tidurnya terganggu. Membuka matanya perlahan membuka dan melihat suaminya yang sedang mengusap kepalanya lembut.


“Mas, sudah…, awww,”Salsa meringis kesakitan.


“Mas kakiku kesemutan,” kata Salsa dan Andrian segera menepuk ke dua kaki Salsa dengan tangannya. Lalu mencoba meluruskannya dan menggerakkannya perlahan.


“Sudah?” tanya Andrian pada Salsa dan Salsa mengangguk pelan.


“Maaf Mas, akhir-akhir ini kakiku sering kesemutan dan sepertinya agak membengkak,” kata Salsa dan Andrian pun mengelus pelan kaki istrinya. Seharusnya jika dia suaminya yang baik, dia tahu itu, tapi sayang Andrian memang bukan suami yang bisa memberikan kasih sayang lebih pada istrinya.


“Maaf,” ucap Andrian pada Salsa.


Salsa pun melirik ke arah Andrian. Dia berusaha bangun dan duduk tegap di samping Andrian.


“Kenapa meminta maaf?” tanya Salsa.


“Karena aku tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu.”


Salsa meraih tangan Andrian. Meskipun tadi dia sempat berpikiran jelek tentang Andrian yang tidak pulang karena melupakan janjinya, tapi sekarang setelah melihat wajah Andrian. Dirinya malah merasa bahwa memang hubungan mereka kurang komunikatif, mungkin karena kendala dari berbagai hal.


“Mas pasti lelah, ayo makan.” Ajak Salsa dan Andrian pun menganggukkan kepalanya. Dirinya mengikuti langkah istrinya yang menggenggam tangannya erat.


Andrian melihat tubuh Salsa dari belakang sudah agak melebar, tapi entah kenapa di mata Andrian istrinya sangat seksi. Bahkan ketika Salsa menyuruhnya untuk duduk di bangku meja makan. Andrian benar-benar tidak bisa berhenti menatap tubuh istrinya.


 ................................


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^