
Gilang baru saja mau masuk ke dalam rumah besar majikannya karena merasa haus, tapi dia melihat Salsa tertidur di atas sofa dengan sangat nyaman.
Gilang pun tersenyum. Dia mendekat ke arah Salsa dan berjongkok di depan wajah Salsa yang tertidur. Entah kenapa Gilang sangat suka melihat wajah Salsa ini, tapi sayang dia merasa Salsa sepertinya mencintai orang lain. Setiap kali dia bertanya-tanya tentang laki-laki, Salsa pasti tersenyum seolah sedang membayangkan orang lain di depannya.
Di sisi lain, Andrian menekan klakson mobilnya berulang kali, tapi tidak ada yang membuka gerbangnya. Andrian pun kesal karena Gilang tidak membukakan pintu gerbang untuknya. Akhirnya dia pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam membuka pintu gerbang yang ternyata tidak di kunci. Lalu Andrian melihat tidak ada Gilang di posnya. Tiba-tiba pikiran Andrian langsung tertuju pada Salsa di dalam.
Andrian segera lari menuju pintu rumah dan membukanya dengan wajah marah. Ketika dia melihat Gilang hampir saja menyentuh wajah istrinya. Andrian langsung mendorong tubuh Gilang dengan sangat marah.
“Apa yang kau lakukan?!” tanya Andrian pada Gilang yang justru kebingungan kenapa majikannya tiba-tiba sudah ada di dalam. Padahal dia tidak mendengar suara mobil yang masuk.
“Mas,” Salsa pun yang merasa terganggu tidurnya langsung terbangun melihat suaminya sudah pulang kerja.
Salsa merasa lelah sekali ketika Andrian sungguh datang ke rumah sebelum jam makan siang tadi, tapi perlu digarisbawahi kalau pria itu datang bukan untuk makan siang melainkan untuk meyerangnya. Setelah mereka melakukan hal indah itu bersama suaminya, akhirnya Salsa tertidur. Sementara Andrian harus kembali kantor karena urusan mendadak. Kini sudah sangat larut malam dan Andrian baru saja pulang dari kantornya karena masalah di kantornya semakin semrawut.
“Apa yang kau lakukan hah?!” tanya Andrian mengangkat kerah baju Gilang hingga Gilang berdiri dan merasa tercekik di bagian lehernya.
“Ya Tuhan, Mas. Ada apa?” tanya Salsa berusah bangun dari baringannya lalu memegang tangan Andrian yang mencekik Gilang.
“Dia berani menyentuhmu!” Andrian sangat marah.
“Maaf saya permisi,” kata Gilang, tapi Andrian tahan dan melemparkan kunci mobilnya.
“Sekali lagi kau mendekatinya. Kau tidak akan bisa bekerja lagi di sini,” kata Andrian membuat Gilang menganggukkan kepalanya seraya pergi meninggalkan mereka.
Andrian pun menghela nafasnya lalu memeluk tubuh istrinya yang berhasil membuatnya sangat marah ketika melihat Gilang hampir menyentuhnya.
“Aku tidak suka dia terus mendekatimu.”
Salsa pun mengerti kalau suaminya sangat pencemburu. Dia pun mengelus pelan punggung Andrian yang memeluknya. “Sudah Mas, tenangkan dirimu. Walaupun dia mendekatiku, aku tetap istrimu dan aku hanya mencintaimu Mas.” Ucap Salsa dan Andrian pun semakin memeluk istrinya erat.
Dia tidak suka Salsa bersama dengan orang lain. Sungguh, dia sangat tidak suka. Sementara Gilang yang masih berada di balik dinding ruang depan mendengar apa yang mereka katakan. Gilang menghela nafas beratnya, ternyata mereka suami-istri. Pantas saja ketika Gilang bersama Salsa, Andrian terlihat sangat marah, tapi Gilang tidak tahu harus berkata apa karena majikannya melakukan affair. Itu sungguh di luar dugaannya.
…………………………………………………………………
JANGAN LUPALIKE DAN KOMENNYA^^