
Andrian terbangun dari tidurnya. Dia menemukan istrinya yang masih tertidur dengan wajah yang menggemaskan. Ya Tuhan, dia sangat bahagia bisa melihat wajah istrinya ketika bangun tidur.
Andrian pun mengecup kening Salsa yang berada dipelukannya. Lalu mencuri ciuman pagi untuknya yang sangat menggoda. Andrian tersenyum begitu merasakan bibir istrinya yang menurutnya manis. Tidak peduli mereka bangun tidur. Andrian sangat suka bisa merasakan kebahagian sederhana ini.
Salsa merasa tidurnya terganggu. Dirinya pun membuka matanya dan menemukan Andrian yang tersenyum ke arahnya seraya mengusap bibirnya lembut.
“Mas,” suara Salsa pelan seraya menggenggam tangan suaminya yang mengusap bibirnya.
“Selamat pagi, maaf aku mencuri sebuah ciuman ketika tidur.” Kata Andrian membuat Salsa tersipu malu. Dirinya langsung menyeruakkan wajahnya ke pelukan Andrian dan Andrian pun terkekeh.
“Jangan membuatku tidak ingin bekerja, Sayang.” Ungkap Andrian dan Salsa semakin mengerat ke tubuh Andrian. Andrian pun ikut memeluknya erat seraya mengusap lembut rambut Salsa.
“Hari ini kita belanja baju untukmu dan periksa kandungan bagaimana?”
Salsa mengangkat kepalanya. “Mas gak kerja?”
“Kerja, tapi aku ingin pulang cepat hari ini.”
Mendengar kata-kata Andrian akan pulang cepat membuat Salsa mencebikkan bibirnya. Dia tidak suka Andrian berkata seperti itu, tapi kenyataannya berbeda.
“Kemarin juga kamu bilang gitu Mas. Buktinya semalam kamu pulang malam lagi.”
Andrian pun tersenyum. Benar juga apa yang Salsa katakan, tapi dia harus bagaimana? Kemarin perusahaannya memang sedang kacau. Mungkin hari ini pun begitu karena perkembangannya belum kelihatan, tapi satu-satunya cara untuk tidak terlalu stress dengan pekerjaannya hanyalah Salsa.
“Aku bilang kan tidak perlu beli baju, Mas. Nanti siang aku antar makan ke kantormu saja ya?”
Andrian yang kini mencebikkan bibirnya. Dia tidak mau makan di kantor dan tidak ingin istrinya kelelahan karena harus ke kantornya sendiri.
“Kalau begitu aku saja yang pulang ke rumah untuk makan siang.” Kata Andrian. “Aku gak mau kamu kelelahan sampai harus ke kantor.”
……………………………………………………………………….
Andrian bisa gila karena sejak tadi dia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Bayangan Salsa tadi pagi sungguh mengganggu. Bahkan beberapa kali dia harus terlibat senyum-senyum sendiri memikirkan istri cantiknya.
Andrian tidak bisa seperti ini. Dia harus segera ke rumah, tak peduli jam makan siang masih satu jam lagi. Dia sungguh merindukan istrinya dan dia sudah tidak tahan ingin mengunci istrinya di kamar untuk melayaninya.
Namun diam-diam Andrian merutukinya dirinya sendiri. Bagaimana jika Salsa menolaknya lagi? Semalam pun dia bilang, dia belum siap, tapi… ah sudahlah dia akan mencobanya saja dulu. Siapa tahu Salsa sudah berubah pikiran.
“Maaf Pak, Bapak akan kemana? Sekarang waktunya meeting dengan client dari Tiongkok.” Suara sekretaris Andrian yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerja Andrian.
“Batalkan,” ungkap Andrian dengan ringannya seraya menggunakan jasnya. Padahal baru semalam dia mengatakan tidak akan memaksakan Salsa jika belum siap, tapi sepertinya sedikit memaksa tidak apa-apa.
“Tapi Pak, mereka semua sudah menunggu di ruangan.”
Andrian pun menghela nafasnya. “Berikan mereka layanan hotel yang mewah. Biarkan mereka istirahat dan menikmati layanannya untuk hari ini. Besok jam 9 rapat dimulai.” Kata Andrian lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangannya membuat sang sekretaris sangat kesal karena bos-nya membatalkan rapat penting ini.
…………………………………………………………
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^