Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 36



Entah sudah berapa minggu Andrian nampak benar-benar tidak mengusik hidupnya. Ketika malam, Andrian terbiasa pulang saat Salsa sudah terlelap. Lalu ketika pagi, Salsa melihat Andrian tidur di atas sofa ruang TV atau tidur di kamar Yoga yang berada di dekat taman belakang karena jelas Andrian masih tidak berani ke kamarnya. Keesokan harinya ketika Andrian akan berangkat kerja, Salsa seringkali memergoki Andrian menaruh amplop berisi uang di bawah piring makanannya yang tak pernah dia sentuh sama sekali.


Lalu Salsa tidak bisa menghubungi Andrian ketika ingin mengantarkan makan siang. Sekalipun dia mengantar makan siang, dia tidak bisa masuk ke dalam ruangan karena sekretaris Andrian mencegahnya. Sungguh, ini jelas membuat Salsa lebih tidak nyaman karena dia dianggap seperti tidak ada!


Namun kali ini Salsa menunggu kepulangan Andrian karena semakin hari, Andrian seperti semakin keterlaluan. Sudah hampir berapa minggu ini Salsa sering tak menemukan Andrian di rumah. Mungkin dalam beberapa minggu ini, Andrian baru tiga hari pulang ke rumah dan hari lainnya tidak sama sekali terlihat batang hidungnya. Dia ingin bertanya apa yang pria ini inginkan darinya?


Dia bilang tidak akan mengusiknya? Tapi apa harus membuat Salsa seperti patung yang tak pernah dia anggap keberadaannya? Salsa istrinya, tapi seolah-olah dia tidak mampu melakukan apapun untuk suaminya. Bukan ini yang Salsa mau dari seorang laki-laki yang seharusnya gentleman mengakui kesalahannya lalu mau membangun semuanya dari awal.


Sebuah suara mobil terdengar di luar. Dia melihat pukul 3 dini hari Andrian baru pulang. Pantas saja selama beberapa minggu ini dia tidak tahu kapan Andrian pulang ke rumah. Ternyata pria itu pulang dini hari.


“Mas,” panggil Salsa begitu Andrian masuk ke dalam rumah.


“Kau? Ada apa?” tanya Andrian. Dia membuka kancing lengan kemejanya lalu melonggarkan dasinya seraya berjalan masuk ke dalam.


“Apa maumu?!” tanya Salsa membuat langkah Andrian terhenti.


“Apa?” tanya Andrian balik. Dia melihat mata Salsa yang berkaca-kaca membuat hatinya kembali merasakan sesuatu yang tergores sangat dalam.


“Kenapa kau mengabaikanku?! Kau pulang dini hari, lalu kau berangkat tidak sarapan, kau mengabaikanku ketika aku mengantar makan siang. Kau sungguh menganggapku seperti patung!” teriak Salsa. Dia tidak tahu apa mau Andrian. Andrian memintanya tinggal di sini lalu dia bilang tidak akan mengusiknya. Apa ini maksudnya? Mengabaikannya seperti patung?


Andrian pun terdiam. “Aku menikahi Aurel dua minggu yang lalu. Ini sudah janjiku sejak lama. Aku tidak bisa mengingkarinya.” Mendengar itu hati Salsa terasa ter-iris. Dia tidak menyangka suaminya akan menduakannya seperti saat ini.


“Lalu apa yang inginkan dariku? Kenapa kau terus membuatku tersiksa, Mas? Kenapa?! Apa kau senang melihatku seperti ini?!” tanya Salsa dia tidak tahu kenapa air matanya bisa sebanyak ini. Apa benar dia menangisi semua perlakuan Andrian padanya? Cowok brengsek seperti ini kenapa harus dia tangisi?


“Kau adalah kebahagiaan orangtuaku Salsa. Aku tidak bisa menceraikanmu. Apalagi ada bayi di dalam perutmu. Dia tanggung jawabku,” kata Andrian membuat Salsa berjalan mendekat ke arah Andrian lalu menampar Andrian dengan keras.


Salsa berlari ingin meninggalkan Andrian, tapi Andrian langsung menarik tangan Salsa. Dia menarik Salsa ke dalam pelukannya dan merasakan air mata Salsa yang berjatuhan di punggungnya.


Salsa pun meronta. Dia memukuli tubuh Andrian. Dia tidak ingin Andrian terus menyakiti hatinya. Kenapa Andrian setega itu padanya.


 


.............................


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^