Secret Marriage

Secret Marriage
BAB 55



Andrian melajukan mobilnya, menggila. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada istrinya. Dia baru saja mendapatkan kabar dari detektif yang disewanya bahwa Aurel saat ini sedang mengincar istrinya dan Aurel terlibat masalah dengan kekasihnya bernama Oka, orang yang telah membunuh orangtuanya. Kini mereka berdua sedang berada di rumah Aurel bersama dengan anak buah mereka.


Andrian semakin cepat mengendarai mobilnya, tapi begitu dia sampai di depan rumah Aurel. Dia sudah menemukan mobil polisi bertengger di sana. Jangan-jangan…,


 


Andrian keluar dari mobilnya lalu berlari ke dalam rumah. Beberapa polisi sedang mengacungkan pistolnya pada Aurel dan beberapa anak buahnya. Andrian merasa sangat lega karena akhirnya Aurel tertangkap pada saat seperti ini, tapi kaki Andrian bergetar begitu melihat seseorang tewas dengan berlumuran darah.


“Bapak Andrian?” tanya seorang polisi dan Andrian mengangguk pelan. “Saya akan mewawancarai anda lebih lanjut karena kami mendapatkan laporan bahwa seorang pria  bernama Oka telah bekerja sama bersama istri anda untuk membunuh orangtua anda beberapa waktu lalu,” Andrian pun menganggukkan kepalanya.


“Di mana istri saya?” tanya Andrian dengan kepala yang terasa pusing karena traumanya ketika melihat orangtuanya meninggal seakan kembali muncul memenuhi otaknya.


“Istri? Bukankah wanita bernama Aurel itu istri anda?”


Andrian menggelengkan kepalanya. “Salsa, istri saya Salsa,” jelas Andrian, tapi matanya terasa kabur dan tubuhnya limbung pada saat itu juga. Andrian tidak sadarkan diri.


……………………………………………………


 


Yoga mendapatkan kabar yang tidak enak. Salsa, saudara sepupunya itu hilang bersama satpam penjaga rumah Aurel, sungguh dirinya khawatir. Sementara Andrian sudah pingsan hampir seharian belum juga siuman. Yoga juga tetap harus menjaga kekasihnya yang masih koma sejak beberapa bulan yang lalu. Yoga jadi merasa sangat sendiri dalam keadaan seperti ini dan dia tidak menyangka kalau Oka adalah orang yang membunuh orangtua Andrian.


“Salsa,” suara Andrian yang siuman. Yoga pun segera berdiri dan melihat keadaan Andrian.


“Andrian,” panggil Yoga.


“Tenanglah, polisi sedang mengerahkan timnya dan kau harus diwawancarai lebih lanjut mengenai kematian orangtuamu.” Kata Yoga.


Andrian pun menghela nafasnya. Bagaimana dia bisa tenang? Salsa? Istrinya di mana?


“Aku sangat mengkhawatirkannya,” kata Andrian.


“Kau pikir aku tidak khawatir?”


Andrian pun menghela nafasnya. Benar juga, Yoga juga pasti khawatir dengan keadaan saudara sepupunya. Apalagi dia sedang hamil, dia pasti mengalami banyak kesulitan.


Entah kenapa mendengar itu Andrian jadi merasa bersalah. Yoga benar, Salsa melalui masa kesulitannya karenanya. Andai saja sejak dulu mereka tidak bertemu atau saling mencintai. Semuanya pasti tidak akan seperti ini atau memang ini sudah menjadi takdir untuk mereka berdua?


“Kau istirahatlah. Kau harus cepat sehat agar bisa mencari Salsa dan besok jika kau sudah baikan, aku akan mengantarkanmu ke kantor polisi. Lebih cepat, lebih baik. Aku ingin mereka segera mendapatkan ganjarannya,” kata Yoga meremas tangannya, dia masih tidak bisa membayangkan bagaimana selang-selang terpasang di hidung kekasihnya dan bahkan infus harus membuat lengan wanitanya bengkak di saat-saat tertentu.


Andrian mengangguk setuju. Dia harus segera sehat agar bisa mencari istrinya.


……………………………………


Maaf karena updatenya lama. Btw ini karya emang gak panjang ya. Jadi aku gak bisa update sampe ratusan kaya author lainnya hehehe. belum tahu bisa sampe bab berapa, tapi ini emang udah menuju ending hihiihi