Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 79



jonathan yang melihat pertengkaran antara alana dan ryshaka merasa iba melihat ryshaka yang begitu kacau, mereka bertengkar karena sesuatu yang memang tidak ryshaka lakukan hanya sebuah kesalahpahaman saja di antara mereka jonathan tahu betul bagaimana perasaan ryshaka kepada alana


tidak mungkin ryshaka sampai melakukan hal gila yang membuat wanita yang sangat ryshaka cintai pergi meninggalkannya


ryshaka tak henti-henti merutuki dirinya dan membanting apapun yang ada di dekatnya saat ini hingga apartemen miliknya sudah mirip seperti kapal pecah


"ry tenanglah dengan mengamuk seperti ini lu gak bakalan nemu jalan keluarnya, berpikirlah dengan kepala dingin" ucap jonathan berusah menenangkan ryshaka


"alana pergi jo karena kesalahan yang gak pernah gue perbuat, alana gak percaya dengan besarnya cinta yang gue miliki buat dia jangankan untuk selingkuh berpikir untuk mencari wanita lain pun gue gak pernah" lirih ryshaka dengan tangannya yang sudah berlumuran darah karena pecahan beling yang ryshaka remas


"gue yakin alana juga cinta sama lu ry, buktinya dia marah besar ketika melihat ada noda lipstik itu artinya alana cemburu dia gak rela kalau lu sampai mengkhianati cintanya kalau alana gak cinta sama elu dia pasti akan bersikap biasa-biasa saja dan tidak akan mempermasalahkan semua ini" sahut jonathan panjang lebar


"cek cctv jo lihat dengan siapa alana pergi" titah ryshaka


tanpa menunggu lagi Jonathan langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh ryshaka, jonathan bernafas lega karena alana pergi dengan seorang perempuan


jonathan menyuruh ryshaka untuk segera membersihkan dirinya begitupun dengan dirinya


dengan langkah gontai ryshaka masuk ke dalam kamarnya


namun mata ryshaka membola ketika melihat cincin pernikahan yang alana pakai tersimpan di atas nakas dan terselipkan secarik kertas yang bertuliskan sebuah pesan


"aku sangat membenci sebuah pengkhianatan jika kamu masih ingin merasa bebas melakukan apapun yang kamu mau aku akan melepaskanmu ry, silahkan lakukan apapun yang kamu inginkan tanpa merasa terkekang dengan semua aturanku


terima kasih untuk waktu selama setahun ini meskipun aku tidak tahu apa yang kamu lakukan itu tulus atau tidak


aku cukup bahagia meskipun hanya sesaat


terima kasih karena pernah singgah di hidupku dan menghadirkan kembali cinta dalam hatiku yang dulu sempat mati


aku mencintaimu ryshaka sungguh tapi aku tidak bisa hidup dengan seorang yang sudah mengkhinanati cintaku dan kepercayaanku


aku pergi"


ryshaka meremas kertas yang berisi pesan dari alana setelah membacanya


air matanya keluar begitu saja tanpa permisi, ryshaka tidak bisa membiarkan alana pergi tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu sampai mati pun ryshaka tidak akan pernah melepaskan alana tak peduli seberapa sulit masalah yang selalu menghantam pernikahannya


ryshaka mencimpan cincin milik alana ke dalam laci dan bergegas untuk membersihkan diri


"jo kita pergi ke club yang semalam" ajak ryshaka yang sudah kembali segar dan rapi


"untuk apa? ini masih siang clubnya pasti masih tutup ry" seru jonathan


"kita cek cctv disana gue ingin memastikan siapa wanita brengsek yang sudah berani menempelkan lipstiknya di kemeja gue" sahut ryshaka


"baiklah, alana bagaimana?" tanya jonathan


"gue yakin alana akan baik-baik saja jika bersama nadia" jawab ryshaka


"nadia?" tanya jonathan


"sahabatnya alana sekaligus dosen di kampus gue, yang lu liat tadi lewat cctv" jawab ryshaka membuat jonathan menyunggingkan senyumnya


alana langsung masuk ke ruangan doni karena nadia sudah membuat janji terlebih dahulu dengan doni


"hai nad gimana kabarnya?" sapa doni kepada nadia


"baik don" jawab nadia


"hhhmmm cuman nadia doang yang di sapa aku engga nih? perasaan yang mau periksa aku deh bukan nadia" seloroh alana


"sensi banget al lagi PMS ya?" timpal doni alana hanya memutar bola matanya malas


"jadi gimana ada keluhan apa al? muka kamu pucat banget" tanya doni mulai mode serius


"sudah tiga hari ini kepalaku selalu pusing seperti berputar-putar gitu don dan setiap bangun tidur aku selalu merasa mual" jawab alana


"mualnya hanya saat bangun tidur saja atau ada yang lain? misalnya mencium aroma apa gitu kamu tiba-tiba mual" tanya doni lagi


"ya hanya pagi hari saja saat bangun tidur dan entah kenapa melihat wajah ryshaka aku selalu kesal dan tidak mau dekat-dekat dengannya padahal sebelumnya tidak" jawab alana dan hanya di balas senyuman oleh doni


"kok malah senyum don aku sebenarnya kenapa bukannya di periksa malah cengar-cengir" gerutu alana


"lebih baik kamu periksa ke dokter Obgyn al yang lebih paham dengan kondisi kamu saat ini" titah doni tersenyum simpul


"kok dokter obgyn don?" tanya alana cengo


"kamu sepertinya sedang hamil al dari gejala yang kamu sebutkan tadi sudah sangat jelas itu semua gejala wanita yang tengah hamil muda dan bisa di bilang dengan istilah morning sickness" jawab doni


"bagaimana bisa aku hamil don?" tanya alana tidak percaya


"karena suami kamu lah kamu bisa hamil wajar kan jika seorang istri hamil dengan suaminya yang tidak wajar itu hamil tanpa suami perlu di pertanyakan itu" sahut doni terkekeh namun membuat hati nadia mencelos


alana yang melihat wajah nadia berubah sendu langsung merangkul bahu nadia seolah menguatkan dan ucapan doni tidak berarti apa-apa nadia melirik ke arah alana langsung tersenyum masam alana menggelengkan kepalanya seolah meminta nadia untuk tidak bersedih


doni yang melihat interaksi alana dan nadia mengerutkan keningnya merasa heran apalagi dengan perubahan wajah nadia yang menjadi murung


"nad are you oke?" tanya doni


"ya" jawab alana singkat


"apa ada perkataanku yang menyinggung peerasaanmu?" tanya doni lagi


"tidak ada, lebih baik sekarang kita langsung cek kandungan kamu al aku sudah tidak sabar melihat calon keponakan aku di dalam sini" nadia mengelus-ngelu perut alana yang masih rata


"apa perlu aku antar?" tanya doni kepada alan dan nadia


"tidak usah kita bisa kok iya kan al?" sahut nadia dan di jawab anggukan oleh alana


"kita duluan ya don, thanks atas info nya meskipun aku gak jadi di periksa sama kamu" ucap alana terkikik


"it's ok al, kalian hati-hati ya"


nadia pergi mendahului alana yang masih berbicara dengan doni, doni dapat melihat perubahan sikap nadia kepadanya yang tiba-tiba berubah dingin ingin menanyakannya pun doni enggan karena ada alana di antara mereka biarlah nanti doni mencari waktu berdua untuk berbicara dengan nadia jika memang nadia sudah merasa tersinggung dengan ucapan doni