Secret Marriage

Secret Marriage
chapter 92



alana dan nadia menyusul ryshaka dan jonathan yang sudah menunggu terlebih dahulu di dalam mobil


seperti biasa ryshaka meminta jonathan yang menyetir karena mobil jonathan masih berada di rumah sakit


dengan sangat terpaksa jonathan mengikuti keinginan bos sekaligus sahabatnya itu


"sayang kamu udah buat janji sama dokternya?" tanya ryshaka saat alana sudah masuk ke dalam mobil


"udah, nanti langsung aja gak perlu nunggu lagi" jawab alana sembari sibuk memainkan ponselnya


"kamu ngapain sih sibuk banget?" tanya ryshaka memberengut


"ini lagi tukeran jadwal sama dosen pembimbing yang lain hari ini kan aku pasti telat datang ke kampus yank nadia juga bareng sama aku kan, oh ya skripsi kamu gimana?"


"dikit lagi kok nanti kamu periksa ya, takut banyak revisi lagi"


"iya, hari ini kamu ke kampus gak atau langsung ke kantor?"


"aku udah males ke kampus yank mau fokus di perusahaan aja bentar lagi kan tanggung jawab aku nambah jadi harus rajin nyari duit"


"kuliah kamu juga sebentar lagi selesai, beresin dulu satu-satu biar gak repot nantinya"


"siap sayangku" ryshaka mengecup tangan alana yang sejak tadi berada dalam genggamannya


"nad kamu ke kampus mau duluan apa nungguin aku dulu?" tanya alana kepada nadia yang sedang asik melamun


"nad kok bengong sih" tanya alana lagi membuyarkan lamunan nadia


"sorry al, kenapa?"


"mau ke kampus bareng atau duluan?"


"duluan aja deh sekalian aku mau pulang dulu ke rumah gak enak dari kemarin belom ganti baju"


"bu nadia bareng sama lo aja jo" seru ryshaka


"kalau nadia gak keberatan gue mh ok aja bos" sahut jonathan


"kalau gak ngerepotin ayo aja aku mh" timpal nadia


"cieeeee, kode-kodean" sindir alana


"apaan sih al" protes nadia


"mati satu tumbuh seribu nad" seru alana tertawa


mereka berempat saling melempar canda sampai mereka tak menyadari jika ada sebuah mobil yang mengikuti mereka, mobil toyota yaris warna putih itu memang sudah beberapa hari ini mengikuti kemanapun ryshaka dan alana pergi


"mau kemana lagi mereka? udah gue kira mereka berdua memang ada hubungan spesial gue bakalan ikutin kemanapun kalian pergi tanpa bantuan rendi dan alex gue pasti dapetin bukti kalau kalian punya skandal" ucap sang pengemudi mobil itu


sesampainya di rumah sakit alana dan ryshaka langsung menemui dokter kandungan


sedangkan jonathan langsung mengantarkan nadia untuk pulang ke rumah sebelum mengantar nadia ke kampus untuk mengajar


tiga puluh menit berlalu alana dan ryshaka keluar dari ruangan pemeriksaan dengan wajah yang berbinar


ryshaka tampak bahagia karena hasil pemeriksaan alana dan calon bayi mereka sehat


ryshaka tidak menyangka secepat ia di beri kepercayaan untuk menjadi orang tua ryshaka tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah di usia yang masih muda


saat berjalan di koridor rumah sakit tanpa sengaja alana berpapasan dengan bunda nimas


"alana" sapa bunda nimas


"bunda, apa kabar?" tanya alana mencium punggung tangan bunda nimas sopan


"baik nak, kamu sama siapa?" tanya balik bunda nimas kepada alana


"sepertinya selera kamu berubah ya al suka yang lebih muda beda dengan arga dulu" sinis bunda menatap ryshaka dari atas sampai bawah


"yang muda lebih menggoda kan sayang" sahut ryshaka yang sedikit geram dengan ucapan bunda nimas


"kerja dimana suami kamu al? sepertinya baru lulus atau masih kuliah?" tanya bunda nimas lagi


"suami aku baru mau lulus bun dan alhamdulilah sudah punya perusahaan sendiri ya meskipun baru merintis tapi sudah cukup untuk menafkahi aku dan calon anak kita nanti" jawab alana sembari mengelus perutnya yang masih rata


"kamu hamil? wah cepat sekali yah, kalian gak kecelakaan kan"


pertanyaan bunda nimas benar-benar membuat ryshaka naik pitam


"kami menikah sudah hampir setahun tante dan alana baru di nyatakan hamil bulan ini meskipun usia saya memang di bawah alana tapi saya masih bisa menghargai wanita tidak berani menyentuh lebih seorang wanita sebelum halal menjadi istri saya, ayo sayang kita pulang aku takut ada perang dadakan kalau lama-lama disini" ajak ryshaka menggandeng lengan alana


"al duluan bun" pamit alana sopan namun bunda nimas hanya diam tanpa menjawab ucapan alana


"seharusnya kamu menjadi menantu saya alana, kalau saja arga tidak meninggal mungkin sekarang kamu sedang mengandung cucu saya" gumam bunda seakan tidak rela alana sudah menikah dan mengandung benih ryshaka bukan benih dari arga anaknya sendiri


wajah ryshaka berubah jadi masam namun tatap tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan alana


alana yang sadar dengan perubahan raut wajah ryshaka mencari cara bagaimana mengembalikan mood suaminya yang sedang buruk


saat sampai di parkiran ryshaka merasa ada seseorang yang mengikutinya ryshaka melihat dari kaca mobilnya dan benar saja ada seorang wanita memakai kerudung dan berkaca mata hitam sedang mengendap-ngendap mengikutinya


ryshaka langsung menyuruh alana masuk ke dalam mobil karena takut wanita itu akan mencelakai alana


"sayang kenapa?" tanya alana saat mobil mereka sudah menjauh dari kawasan rumah sakit


"gak apa-apa" jawab ryshaka yang terus memperhatikan kaca spion mobilnya


"kenapa liat kaca spion terus? ada apa sih?" tanya alana curiga


"tadi aku liat ada yang ngikutin kita pas keluar dari rumah sakit tapi kayaknya aku salah"


"perasaan kami aja kali"


"mungkin, mau langsung ke kampus sekarang?" tanya ryshaka masih dengan wajah datarnya


"aku mau pulang aja kepala aku pusing" tanpa menjawab ryshaka langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemen mereka


meskipun masih dengan wajah datar tanpa ekspresi ryshaka tetap memperlakukan alana begitu manis, bukan kesal kepada alana melainkan ryshaka tidak suka dengan ucapan bunda nimas yang menganggap alana hamil duluan sebelum mereka menikah dan membandingkan dirinya dengan arga yang jelas sudah meninggal


"papi mukanya jangan cemberut gitu dong dedek sedih lihatnya" seru alana menirukan suara anak kecil


"hhmmm" ryshaka hanya menjawab dengan deheman saja dan bergegas mengganti pakaiannya dengan setelan jas


alana mengekori ryshaka seperti anak ayam yang mengikuti induknya


alana memeluk ryshaka dari belakang saat ryshaka sedang memakai kemejanya tanpa bantuan alana


ryshaka hanya diam tanpa merespon apa yang alana lakukan


"jangan marah, perkataan bunda nimas jangan di masukin ke dalam hati anggap aja angin lalu yank" ucap alana masih memeluk ryshaka


"iya" sahut ryshaka


"masih mau pergi ke kantor?" tanya alana mengelus dada bidang ryshaka


"iya"


"yakin? katanya dedek mau di tengok sama papi" bisik alana nakal membuat ryshaka mengulum senyumnya


"dedek apa mami nya yang mau di tengok hhmm?" tanya ryshaka membalikan badannya ke arah alana


"dua-duanya" sahut alana manja